Lost Love

Lost Love
Part 14 - Murahan


__ADS_3

Seraya menunggu seseorang berjaket hijau dengan warna helm yang senada, Ara duduk jongkok di depan mansion Samuel sesuai perintah laki-laki wajah dingin itu. Terlebih lagi dia tidak tahu jalan ke sekolah ataupun pulang kerumah sendiri.


Ara mendongakkan kepalanya ketika motor berhenti tetap di hadapannya, dia tersenyum melihat siapa pemilik motor tersebut.


"Kak Ray?" tanya Ara langsung berdiri. Ya Ara hanya memanggil Abang pada Samuel saja, dan pada yang lain dengan sebutan kakak.


"Lo ngapain duduk di situ? El mana?" tanya balik Rayhan.


"Abang nyuruh Ara nunggu orang berjaket hijau Kak, tapi sampai sekarang nggak datang-datang. Ara takut telat tapi nggak tahu jalan," jujur Ara dengan wajah polosnya.


"Ck," decak Rayhan. "Lo polos atau goblok sih? Ngapain percaya sama El? Dia tuh kang kibul." Rayhan turun dari motornya kemudian memasang helm di kepala Ara. Sangat diuntungkan dia membawa dua helm kemana-mana.


Rayhan sangat yakin Samuel tidak memesan ojek untuk Ara, terbukti sampai sekarang belum datang. Kalau saja dia tidak berniat berkunjung ke mansion, entah bagaimana nasib Ara sekarang.


"Kak Ray mau antar Ara?"


"Hm, kitakan satu sekolah," jawab Rayhan.


"Kak Ray darimana? Kenapa bisa ada di sini?" tanya Ara lagi.


"Tadinya mau ketemu Oma, tapi nggak jadi keburu telat ke sekolah."


Setelah memastikan Ara naik ke boncengannya, Rayhan melajukan motornya dengan kecepatan sedang agar tidak membuat gadis imut itu ketakutan.


Dia memarkirkan motornya dengan aman setelah sampai di parkiran sekolah SMA Angkasa. Rayhan menatap malas pada laki-laki berwajah dingin yang ada di sampingnya.

__ADS_1


Tanpa mengatapan apapun, dia berlalu begitu saja seraya mengenggam tangan Ara menuju ruang guru.


"Kak lepasin, Ara mau sama Abang," pinta Ara berusaha melepaskan genggaman Rayhan. Karena tidak ingin memaksa, laki-laki itu segera melepasnya.


"Jangan terlalu polos takutnya lo sakit hati," ucap Rayhan setelah itu berlalu pergi.


Ara mematung di tempatnya. Mengerjap-erjapkan mata sesekali untuk mencerna ucapan Rayhan. Namun, karena otaknya yang terlalu lemot dia tidak mengerti.


"Ruang gurunya di mana?" bingungnya ketika sadar.


"Ayo gue temenin!" ajak seseorang berdiri di samping Ara. Gadis imut itu mendongak untuk menatap laki-laki dengan senyuman menawan.


"Ara nggak bisa ...."


"Lepasin tangan Ara!" teriak Ara namun dihiraukan begitu saja.


Laki-laki bernama tag Edgar Emilliano tersebut melepaskan genggaman tangannya setelah berada di depan ruang guru.


"Masuk!" perintahnya kemudian berlalu, membuat Ara kembali membeku di tempatnya.


***


Ara mengikuti langkah guru yang akan menjadi wali kelasnya tersebut. Sepanjang jalan dia menebar senyum pada semua siswa yang dia lewati tanpa terkecuali, membuat laki-laki berwajah dingin yang tidak sengaja melihatnya tersenyum sinis di seberang lapangan.


"Murahan," ucap Samuel.

__ADS_1


Inti Avegas yang kebetulan mendengar hal itu segera mengikuti arah pandangan Samuel.


"Menurut gue bae aja tuh, kan dia cuma senyum," celetuk Rayhan.


"Lo belain dia?" tanya Samuel.


"Ayang beb gue udah datang." Rayhan langsung mengalihkan perhatiannya karena tidak ingin bertengkar. Apa lagi sudah bel pelajaran jadi ada alasan untuk menghindar.


"Ara di kelas berapa?" tanya Keenan di sela-sela guru menjelaskan di depan.


"XI Ipa 1, kabari semua anggota untuk mantau mulai sekarang!" sahut Azka tanpa mengalihkan perhatiannya dari papan tulis.


Tidak ada pembicaraan lagi, inti Avegas mulai fokus pada guru yang menjelaskan meski membosankan, hingga tidak terasa waktu berlalu begitu cepat.


Bel istirahat membuat semua siswa berhamburan keluar kelas untuk melaksanakan kegiatan masing-masing terutama inti Avegas yang berjalan ke kantin.


"Abang!" panggil Ara dari arah berlawanan.


"Hay cantik, jalan yuk!" sapa Ricky membalas sapaan Ara.


"Ara boleh ikut abang makan siang? Ara bawa bekal buat Abang." Tatapan Ara hanya tertuju pada satu objek yaitu Samuel


Bukannya menjawab, Samuel malah menarik tangan Ara menjauhi teman-temannya.


"Ikut gue!"

__ADS_1


__ADS_2