
Sekolah ini memiliki 5 ruang kelas. Sekolah ini diurut berdasarkan nilai para siswa. Namun, ruang kelas 5 adalah tempat siswa yang memiliki masalah di sekolah dan siswa yang memiliki nilai terendah. Lang dimasukkan dikelas 1.1 karena memiliki nilai paling tinggi.
Setiap jam istirahat dan jam makan siang, kelas 1.1 selalu dikerumuni. Kepopuleran Lang semakin meningkat, namun Lang tidak mempedulikannya. Saat itu ada teman SMP Lang menghampirinya dan ingin mengajak Lang berbicara.
"Halo Lang, sudah lama ya kita tidak ketemuan." Kata siswi itu menyapa Lang. Namun, Lang tetap membaca buku.
"Coba lihat dirimu, wow semuanya berubah ya." Sambungnya, Lang masih fokus membaca bukunya.
"Kamu ingat, dulu kamu pernah di bully karena memiliki tubuh pendek dan kurus layaknya kircaci." Siswi itu mengejek Lang.
"Namun, ada suatu hal yang tidak berubah darimu yaitu sifat dinginmu dan kutu bukumu ini." Sambungnya mengejek Lang. Lang masih fokus membaca bukunya.
"Hey Lang dengerin aku dong, jangan fokus mulu ke bukumu." Kata siswi itu dan menarik buku yang dibaca Lang.
"Kembalikan." Jawab Lang meminta kembali bukunya.
"Wahh suaramu keren banget, sampai-sampai para siswi makin jatuh cinta padamu." Kata Siswi itu dan tidak menyerahkan buku Lang.
"Kembalikan bukuku." Kata Lang dan berdiri dari kursinya.
"Wah, kamu ternyata tinggi banget ya. Aku gak nyangka perubahanmu sejauh ini." Kata siswi itu dengan menutup mulutnya.
"Apa kau tidak dengar!?" Kata Lang menjulurkan tangannya meminta bukunya
"Ehh... Apa jangan-jangan kamu tertarik samaku? Maaf ya Lang, aku sudah memiliki pacar dan pacarku itu kuat lo. Kamu gak bisa merebutku darinya." Kata wanita itu mengejek Lang.
Lang dan siswi itu menjadi pusat perhatian semua siswi kelas 1. Lang sangat kesal karena dia diganggu membaca. Lang memegang kepala siswi itu, lalu membenturkan kepala siswi itu ke meja. Siswi-siswi terkejut dan berteriak ketakutan setelah melihat sikap Lang. Siswi itu pingsan dan mengeluarkan darah dihidung dan dahinya. Lang tidak mempedulikannya, Lang mengambil kembali bukunya dan keluar dari kelas sambil membaca buku itu.
Bel masuk kelas berbunyi. Lang dipanggil guru untuk maju kedepan.
"Apa yang kau lakukan padanya, sampai-sampai pingsan dan berdarah begitu!?" Tanya guru itu kepada Lang dengan sangat marah.
"Saya membenturkan kepalanya ke meja." Jawab Lang dengan dingin.
__ADS_1
"Kenapa kamu melakukannya!?" Tanya guru itu lagi.
"Dia mengganggu saya membaca, saya sudah memperingatinya. Namun dia tidak mempedulikan peringatan dari saya." Jawab Lang dengan dingin.
"Berikan ini kepada orang tua atau wali kamu." Kata guru itu memberikan sebuah amplop.
"Baiklah." Jawab Lang.
Pelajaran pun dimulai. Siswi tadi dipulangkan karena cedera.
Bel istirahat berbunyi, Lang kembali membuka buku yang tadi lalu membacanya. Seorang pria mendatanginya, pria itu berasal dari kelas 2.
"Berani-beraninya kamu melakukan itu terhadap pacarku." Katanya dengan marah karena Lang melukai pacarnya. Lang menatapnya dengan tatapan kosong.
"Apa kau tidak tau aku siapa!? Aku adalah Sertio Arga, sering dipanggil Tio. Aku orang yang paling ditakuti disini." Kata orang itu memperkenalkan dirinya sendiri. Lang hanya menatapnya lalu membaca kembali bukunya.
"Kau membuatku sangat kesal sekarang. Bukan hanya mencederai pacarku, kau bahkan tidak mempedulikan aku." Tio mengambil buku yang dibaca Lang.
"Kembalikan padaku." Lang berdiri dan meminta kembali bukunya.
"Bagaimana!? Apa kau marah sekarang." Sambung Tio memancing kemarahan Lang.
Lang berdiri dari kursinya. Lalu mengejar Tio dengan cepat. Lang menendang Tio dengan kuat dan membuat Tio terlempar mengenai meja yang berada dibelakang Tio. Lang menghampiri Tio yang sedang terduduk lalu memukulinya membabi buta. Tio tidak dapat membalas pukulan Lang, karena Lang memukulinya dengan sangat cepat. Lang terus memukuli Tio, hingga akhirnya Tio pingsan. Setelah melihat Tio pingsan, Lang pergi keluar untuk mengambil bukunya. Orang yang melihat kejadian itu terdiam tak berkutik, melihat ketua geng kelas 2 itu dipukuli sampai pingsan.
Bel masuk pun berbunyi, Lang dipanggil wali kelas ke ruang guru.
"Ya ampun Lang, yang tadi aja belum kelar. Kamu sudah membuat ulah yang baru lagi. Sekarang apa yang ingin kamu jelaskan lagi?" Tanya Wali kelas itu yang kewalahan nelihat tingkah laku Lang.
"Maaf Pak, dia yang mengganggu ku duluan. Dia bahkan membuang buku ku keluar jendela." Jawab Lang dengan dingin.
"Kamu bisa kan melaporkannya ke ruang guru!? Kenapa kamu malah meninjunya!?" Kata Wali kelas yang kesal kepada Lang.
"Apa kalian mau menanganinya jika aku melapor kepada kalian!?" Tanya Lang kepada Wali kelas.
__ADS_1
"Tentu saja kami akan menanganinya." Jawab Wali kelas.
"Jadi, bagaimana dengan laporan pembullyan sebelumnya!? Apa kalian menanganinya!? Tidakkan!" Kata Lang menaikkan volume suaranya.
"Kalian hanya menceramahinya, apa kalian pikir dengan hal itu kalian sudah menyelesaikan masalah!? Tentu saja tidak, kalian hanya membuat masalah itu bertambah kepada si pelapor." Sambung Lang.
"Kamu sudah berani macam-macam ya sama saya." Wali kelas mulai marah kepada Lang.
"Kenapa Bapak membela dia? Aku memukulinya hanya untuk melindungi diriku dan membuat dia jera. Mengapa anda sangat marah kepada saya?" Kata Lang membela dirinya.
"Kamu berani ya melawan saya." Wali kelas itu berdiri lalu menampar Lang dengan sangat kuat, sampai-sampai guru lain terkejut melihatnya.
Lang meninju Wali kelas itu hingga ia terjatuh. Lalu guru-guru lain menghalangi Lang dan mengeluarkan Lang dari ruang guru. Guru-guru itu menenangkan Lang dan menyuruh Lang masuk kembali ke Kelas.
Lang kembali memasuki kelas dan melanjutkan pelajaran. Teman-teman Lang tidak berani menanyakan kepada Lang tentang apa yang terjadi saat dia di ruang guru.
Bel pulang pun berbunyi. Lang melihat Tio beserta pasukannya berkumpul di lapangan sekolah. Mereka menahan Lang untuk pulang, murid-murid lain hanya melihati mereka.
"Sudah kubilang, kau sudah salah karena berurusan denganku." Kata Tio mengancam Lang.
"SERANG DIA!!" Tio memerintahkan pasukannya untuk menyerang Lang.
Lang melawan mereka semua sendirian. Lalu mereka diperintahkan Tio untuk menyerang secara bersama. Lang sedikit kewalahan, karena mereka berupaya untuk mengunci Lang. Tiba-tiba ada seseorang yang memukuli pasukan Tio dari belakang dan menghampiri Lang.
"Kamu sangat berani ya mengajak mereka bertarung." Kata pria yang menolong Lang.
"Siapa kau!?" Tanya Lang yang mulai ngos-ngosan.
"Kita habisi mereka dulu baru kita bicara." Jawab pria itu.
Lang dan pria itu memukuli Pasukan Tio dan membuat mereka mundur.
"Wah, kau hebat sekali. Aku baru membantai 2 orang, sedangkan kamu sudah membantai 6 orang." Kata pria itu memuji Lang.
__ADS_1
"Siapa kau? Kenapa kau menolongku?" Tanya Lang kepada pria itu.
"Oh iya, namaku adalah Manji Triasta. Panggil saja Manji." Kata orang itu memperkenalkan dirinya dengan senyuman.