Lost Love

Lost Love
Part 111 ~ Gue cinta sama lo


__ADS_3

"Abang kenapa batuk? Mau minum?" tanya Ara hendak berdiri untuk mengambil air minum, tapi tangannya malah dicekal oleh Samuel.


Gadis imut itu mengernyit heran saat boneka yang ada di palukannya ditarik oleh Samuel lalu diletakkan di sofa lain.


"Kenapa Abang ngambil boneka Ara?"


"Lo lebih milih meluk boneka itu atau gue?" tanya balik Samuel dengan raut wajah datarnya. Bahkan suara laki-laki itu terkesan sangat dingin.


Ara mengelengkan kepalanya cepat dan tersenyum, langsung memeluk tubuh kekar tunangannya dari samping. "Apapun pilihannya Ara bakal pilih Abang," guman Gadis imut itu.


"Pintar."


"Ara emang udah pintar dikit Abang. Besok Ara udah keluar dari rumah sakit, Abang mau jemput Ara?"


"Tantu."


"Ara sayang Abang banyak-banyak," guman Ara semakin mencari posisi yang nyaman di dekapan Samuel. Kini dia lebih leluasa bergerak sebab tidak ada lagi infus di tangannya.


Dia tinggal di rumah sakit sebagai pemulihan saja sebelum pulang kerumah dan beraktivitas seperti biasa lagi. Sayangnya, Ara harus menjalani terapi agar tidak berdampak suatu hari nanti karena rasa trauma.


Gadis imut itu memejamkan matanya, sampai tidak melihat tatapan cinta yang Samuel layangkan. Tatapan yang hanya Ara bisa mendapatkannya bukan orang lain.


Tangan Samuel perlahan-lahan bergerak untuk mengelus punggung kecil yang terbalut piyama pasien. Mendapat pelukan sangat erat, membuat rasa takut Samuel akan kehilangan berangsur-angsur menghilang.

__ADS_1


"Lo mau janji sama gue?" tanya Samuel mencegah agar keheningan terjadi di antara mereka.


Ara menganggukkan kepalanya. "Ara mau janji apapun asal nggak disuruh ninggalin Abang. Sejak kecil Ara suka sama Abang dan nggak mau pisah.


"Benarkah?"


"Abang nggak percaya sama Ara?" Gadis imut itu melepaskan pelukannya, kemudian mendongak untuk menatap wajah tampan sang kekasih. Hingga terpaan nafas hangatnya menyentuh leher Samuel, membuat jakung laki-laki wajah dingin itu naik turun.


"Gue punya firasat, lo bakal ninggalin gue Ra," batin Samuel menatap manik indah Ara.


Tatapan keduanya terkunci satu sama lain, saling membagi cinta lewat pancaran mata masing-masing. Samuel baru tersadar ketika rahangnya dielus oleh tangan yang sangat mulus dan hangat.


"Ara suka tatapan Abang, rasanya nyaman banget nggak yakak dulu nakutin. Ara pernah mau nyerah pas Abang neriakin Ara murahan di depan teman-teman Abang."


"Lalu?"


"Lo mau nyerah?"


Ara langsung mengelengkan kepalanya tanpa ingin melepaskan tatapan satu sama lain. Melihat pancaran mata Samuel yang teduh membuat Ara ingin menghentikan waktu selamanya.


Rasanya dia menjadi perempuan yang sangat beruntung saat ini karena bisa menaklukan hati laki-laki yang sering kali menyiksa fisik juga hatinya.


"Kalau sikap Abang terus kayak gini Ara nggak bakal nyerah, malahan bakal bahagia terus."

__ADS_1


"Ra gue ...."


"Abang kenapa?"


"Gue suka ...." Samuel memejamkan matanya, dia merasa ini momen yang pas untuk mengungkapkan isi hatinya. Tapi lidahnya terasa kelu hanya untuk mengatakan. "Arabella, gue suka sama lo. Jangan pernah pergi meski dunia melarang kita untuk bersama!" sayangnya kalimat itu terasa sulit di ucapkan jika berada di depan Ara.


"Abang suka apa? Suka Ara?"


"Bukan!" Samuel langsung memutus tatapannya ketika mendengar ponselnya berdering. Dia langsung menjawab panggilan dari wanita yang sangat dia cintai.


"Iya Mam?"


"Sengaja ngindarin Mami? Semalam ngomongnya pagi, pagi ngomongnya setelah pulang dari rumah Azka. Sekarang hampir malam kamu belum juga nemuin mami El!" omel Fany di seberang telpon.


"Apa harus Mami ngomong jujur sama papi kamu?"


"Mami, El ...."


"Mami nggak tau apa yang kamu sembunyikan Nak. Tapi jelasin sama mami. Kamu tega buat mami khawatir dan nggak bisa tidur karena kamu?"


Samuel terdiam, setia mendengarkan omelan demi omelan dari Fany di seberang telpon.


"Mami sayang sama Ara juga kamu Nak. Pertunangan terjadi karena permintaan ayah Ara sebab Ara suka sama kamu, dan kamu baru bohongin om Deon tanpa kamu pikirkan om Deon seperti apa!"

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak dan ramaikan kolom komentar.


__ADS_2