Lost Love

Lost Love
Part 85 ~ Semakin dekat


__ADS_3

Ara meregangkan otot-ototnya yang terasa sangat kaku setelah bangun tidur. Dia mendudukkan diri masih dengan mata setengah terbuka ketika merasakan sinar dari jendela menerpa wajahnya.


Dia mengerjap perlahan dan memperhatikan sekeliling. "Kamar Abang?" lirih Ara masih mengumpulkan nyawanya.


"Huaaaaa, Ara telat ke sekolah!" pekiknya cukup keras hingga mengundang perhatian Samuel yang berada di kamar mandi.


Laki-laki wajah dingin itu segera memakai handuk dan keluar dari kamar mandi. Menatap datar Ara yang terlihat seperti kuntilanak dengan rambut acak-acakan.


"Kenapa Abang nggak bangunin Ara? Ara nggak mau abses ke sekolah," cemberut gadis itu menatap tunangannya. "Abang yang mindahin Ara ke tempat tidur?" lanjutnya dan dibalas anggukan kepala oleh Samuel.


"Tuh baju lo di sofa, buruan mandi," ucap Samuel seraya berjalan menuju lemari untuk mengambil seragam sekolahnya yang lain, karena seragam yang dia pakai kemarin sudah kusut.


Perlu kalian tahu, Samuel suka kebersihan tapi akan mendapatkan calon istri jorok.


Setelah Ara berlalu di kamar mandi, Samuel segera memakai seragamnya dan mendudukkan diri di sofa untuk menunggu sang kekasih selesai.


Subuh tadi, dia sengaja bangun lebih cepat hanya untuk kerumah Ara mengambil seragam sekolah sekaligus buku yang diperlukan hari ini karena tidak ingin gadis imut itu telat ke sekolah dan bersedih.


Sudah cukup Samuel membuat Ara menderita dua bulan terakhir, jadi kali ini sebisa mungkin dia akan membuat tunangannya tersenyum dan seceria dulu lagi.


Lirikan mata Samuel tertuju pada Ara yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian sudah lengkap. Ternyata gadis imut itu sangat berbeda dengan Alana yang jika bersiap-siap memerlukan waktu lama.


"Abang," lirih Ara mendekat seraya memegang dasi di tangannya.

__ADS_1


"Bukan gue yang ambil, tapi bibi," sahut Samuel cepat mengira Ara akan membahas dalaman yang dia ambil dari rumah.


Namun, tebakan laki-laki wajah dingin itu salah. Ara bukan ingin membahas dalaman, melainkan menyodorkan dasi.


"Ara nggak pintar pakai dasi. Udah belajar tadi nggak pintar-pintar!" jujurnya.


Setiap pulang sekolah sebelum melepaskan seragam, Ara selalu belajar memasang dasi namun hasilnya selalu jelek. Tidak serapi dasi Samuel.


Sanyumannya mengengam ketika melihat Samuel berdiri dan mengambil dasi di tangannya.


"Belajar!"


"Ajarin," pinta Ara dengan suara lembutnya.


Percayalah, Samuel susah payah mengalihkan perhatiannya dari bibir Ara yang masih terlihat sedikit bengkak. Seganas itukah dirinya semalam? Padahal dia malakukannya sebentar saja.


"Abang harus ajarin Ara ya. Kan Abang mau jadi CEO, jadi Ara harus bisa pasangin dasi setiap hari buat Abang sebelum berangat kerja," ucap Ara dengan senyuman. Berusaha mengimbangi langkah lebar Samuel keluar kamar setelah meneliti penampilannya di depan cermin.


Ara ikut duduk di samping Samuel setelah berada di meja makan.


"Ada sayap." Mata Ara berbinar ketika melihat sayap ayam yang telah ditumis. Langsung saja dia mengambil satu dan meletakkan di piringnya.


Malu dan sok anggun? Jangan harapkan itu dari Ara yang sedikit petakilan.

__ADS_1


"Abang, Mami kemana?"


"Luar kota," jawah Samuel fokus pada makanannya. Laki-laki wajah dingin itu tidak suka bicara saat makan.


Ara mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Setelah sarapan bersama tunangannya, gadis itu hendak menghampiri Oma Jelita. Namun, tangannya ditarik oleh Samuel.


"Ara mau pamit sama Oma dulu Abang. Ara juga kangen sama Oma."


"Om lagi tidur."


"Tidur? Biasanya Oma udah bangun jam segini kok."


"Oma Koma Ra, ayo!" ajak Samuel manarik tangan Ara menjauhi kamar Oma Jelita.


Selama koma, Samuel tidak pernah mengunjungi kamar itu lagi karena tidak ingin melihat kondisi Omanya yang tidak berdaya.


Samuel langsung membukakan pintu mobil untuk Ara tanpa mengatakan apapun lagi.


"Sejak kapan Oma tidur Bang? Kenapa Ara nggak tau?" gadis imut itu kembali bertanya tanpa tahu suasana hati Samuel sedang tidak baik-baik saja jika mendengar kata Oma.


"Pasang seatbelt lo!"


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan jejak dan ramaikan kolom komentar. Tekan subs bagi yang belum.


__ADS_2