Lost Love

Lost Love
Part 101 ~ Ara diculik


__ADS_3

Berkumpul di markas sudah menjadi rutinitas anggota Avegas setiap malamnya untuk menghilangkan suntuk beraktivitas seharian. Bahkan Azka yang notabenanya calon mempelai laki-laki masih berada di markas untuk saat ini.


Jika malam-malam sebelumnya inti Avegas selalu lengkap, maka malam ini mereka kekurangan satu anggota. Samuel, laki-laki wajah dingin tersebut sejak tadi susah dihubungi padahal mereka akan membicarakan hal yang serius.


"Tumben ngilang tuh anak," celetuk Azka.


"Nggak aktif," timpal Dito.


"Ara juga nanya tadi sama gue, berarti El nggak sama Ara dong," sahut Keenan.


Sementara Rayhan dan Ricky kali ini tidak menimpali dan sibuk pada ponsel masing-masing, hingga satu postingan membuat Rayhan dan Ricky berdecak sebal.


"El lagi ngebucin sama Ara, noh postingannya."


Rayhan menyerahkan ponselnya pada Azka dan Keenan untuk memperlihatkan postingan Ara.



"Wait-wait." Keenan merebut benda pipih tersebut ketika melihat balasan dari Ara.


"Ara nggak sama El sialan!" teriak Keenan.


"Terus?"


"Ara pergi sendiri!"


Sontak inti Avegas langsung berdiri mendengar seruan Keenan. Malam ini mereka akan membahas Sagara yang mulai terlihat di sekitar mereka. Tapi Ara malah pergi seorang diri.


"Tunggu apa lagi!"


Azka berlari lebih dulu keluar dari markas. Jika Ara pergi sendiri, artinya gadis imut itu akan dalam bahaya.

__ADS_1


"Telpon Ara Ray!" perintah Keenan melempar ponsel pada Rayhan dan berlari menyusul Azka yang pergi lebih dulu.


Sesuai perintah, Rayha menghubungi Ara namun ponsel gadis itu tidak aktif. Rayhan berdecak kesal, dia berlari untuk menyusul yang lain.


***


Azka mengusap wajahnya kasar ketika sampai di indoapril dekat kompleks Ara dan sudah tidak mendapati gadis imut tersebut.


Sementara Keenan langsung masuk ke indoapril dan bertanya pada kasir yang berjaga di sana. Tidak lupa Keenan memperlihatkan foto Ara agar mudah mencarinya.


"Kenal gadis ini kak?" tanya Keenan sopan tanpa peduli tatapan karyawan penuh kagum.


"Kak?" panggil Keenan sekali lagi saat tak ada jawaban.


"Ah iya Kak, gadis ini baru aja beli pembalut sama banyak es krim. Tadinya duduk di kursi depan, tapi baru saja pergi setelah di jemput sama orang," jelas mbak kasir.


Keenan segera mengganti silide foto menjadi foto Samuel. "Ini?" Memerpelihatkan ponselnya.


"Kurang tau kak, soalnya cowok itu nggak buka helm. Motornya warna hitam pekat."


Jantung Keenan berdetak sangat cepat mengetahui warna motor orang yang membawa Ara pergi.


"Ara sama Sagara!" ucap Keenan lirih berhasil membuat tubuh Rayhan menegang seketika.


"Sialan, mana Samuel nggak aktif lagi!" geram Azka penuh emosi.


***


Seorang laki-laki dengan jaket kebanggannya tengah berdiri di depan sebuah gedung yang menjulan tinggi. Laki-laki itu adalah Samuel, datang ke gedung tersebut untuk menemui Sagara.


Samuel paling tidak suka jika terus-terusan hidup dalam bayangan ancaman, hingga memilih menghadapi Sagara langsung.

__ADS_1


Setelah mengantar Ara pulang, dia mengikuti Sagara diam-diam dan menemukan tempat kumuh tersebut.


Tanpa ada rasa takut dalam dirinya, Samuel mulai menapaki satu persatu anak tangga usang berbekal senter kecil yang dia bawa.


Jika tidak salah prediksi, Sagara berada di lantai paling atas gedung tersebut. Itu sudah pasti, karena Samuel melihat dengan mata kepalanya sendiri.


Langkah yang semakin jauh, membuat Samuel mulai mendengar suara-suara dari beberapa orang. Entah itu tawa atau pembicaraan serius.


"Gimana, lo udah dapat?" tanya sebuah suara, mungkin tengah mengobrol dengan temannya.


"...."


"Bagus, bawa ke tempat yang sudah gue siapkan!"


Tangan Samuel terkepal hebat, dia sangat kenal siapa suara yang tengah bicara tersebut. Baru saja akan melangkah untuk mendekat, tubuhnya langsung ditarik oleh seseorang hingga masuk ke sebuah ruangan yang sangat gelap.


"Akhirnya gue nemuin lo," bisik Dito orang yang menarik Samuel tadi.


"Lo? Ngapain lo ngalaingin gue, hm? Gue harus bunuh ...."


"Ara diculik, gue curiga orang yang culik orang suruhan Sagara."


"Sialan, gue nggak bakal ngampuninin ...."


Bugh


Uhuk


Samuel terbatuk ketika perutnya di tinju begitu keras oleh Dito saat akan menghampiri Sagara.


"Jangan ngegabah njir!"

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak dan ramaikan kolom komentar.


__ADS_2