Lost Love

Lost Love
Part 146 ~ Permbicaraan serius


__ADS_3

"Ayah, Ara pulang!" teriak Ara langsung memeluk ayahnya yang berdiri di teras rumah.


Gadis imut itu hanya memeluk dengan sebelah tangan, sebab sebelahnya lagi mengenggam tangan Samuel agar tidak pergi kemana-mana.


"Maafin Ara karena udah bolos sekolah Ayah. Ara janji nggak bakal ngulangin lagi," lanjutnya setelah melerai pelukan.


Deon diam saja dan terus menatap Samuel yang berdiri tegap di belakang Ara.


"Lain kali kalau mau pergi kesuatu tempat kabarin dulu Ara, ayah khawatir."


"Iya Ayah, maaf Ara lupa. Kalau gitu Ara masuk dulu, ayo Abang!" ajak Ara menarik tangan Samuel memasuki rumah.


Gadis imut itu tidak ingin meninggalkan kekasihnya sendiri, takut Samuel melukai dirinya sendiri seperti yang dia lakukan jika sedang sedih.


"Om, Saya masuk dulu," izin Samuel mencium punggung tangan Deon.


"Ayah mau bicara berdua saja," ucap Deon dan meninggalkan teras rumah.


Samuel langsung saja melepaskan genggaman tangan Ara. "Gue mau bicara sama om Deon."


"Tapi Abang nggak boleh pergi, janji? Kalau Abang pergi Ara nggak mau ketemu Abang lagi," ucap Gadis imut itu dan berjalan menuju kamarnya seraya bernyanyi kecil.


Sementara Samuel langsung menghampiri Deon yang ternyata ada di halaman samping. Dia mendudukkan diri tepat di samping Deon.


"Om mau ngomong apa?" tanya Samuel.

__ADS_1


"Apa lebih baik kalian berpisah saja?" tanya Deon balik, hal itu membut Samuel bungkam.


Untuk pertama kalianya Samuel mati kutu, dia meremas sisi sofa yang dia duduki.


"El, ayah lagi bertanya," lanjut Deon.


"Nggak Om, saya nggak mau pisah sama Ara. Lagian ...."


"Pilih Avegas atau Ara?"


Sungguh pilihan yang Deon layangkan bukan sebuah solusi bagi Samuel. Avegas adalah rumah keduanya, dan Ara adalah gadis yang dia cintai.


Samuel semakin menundukkan kepalanya, baru kali ini dia tidak berkutik di dekat seseorang.


"Dia putri ayah satu-satunya dan akan sangat menyakitkan kalau dia terluka karena musuhmu. Hari ini ketua kamu meninggal karena tertembak oleh musuhnya, bagaimana hari-hari selanjutnya?"


Lagi, Samuel hanya diam saja mendengar kalimat demi kalimat yang dikeluarkan Deon. Dia menoleh saat merasakan elusan di pundaknya.


"Bukan meragukan kemampuan kamu Nak. Ayah juga pernah muda, pernah ada di posisimu tapi bukan geng motor, melainkan pengawal papi kamu."


"Memiliki seseorang yang kita cintai hanya membuat kita lemah. Musuh nggak bakal nyerang kita, tapi akan menyerang kelemahan kita Nak. Ayah bawa Ara pergi ya? Ini demi kebaikan kalian berdua."


"Maaf, tapi saya menentang keputusan om," sahut Samuel akhirnya.


Deon menghela nafas panjang, tidak heran Samuel begitu keras kepala karena Daren juga sama.

__ADS_1


"Saat muda ayah nggak pacaran dan menikmati masa muda mengejar keinginan sendiri tanpa ada kelemahan apapun, jadi ayah nggak pernah kalah oleh musuh. Tapi, setelah mengenal cinta, ayah memutuskan meninggalkan dunia bebas ayah untuk melindungi perempuan yang ayah cintai."


"Maaf om tapi El egois untuk satu ini. Avegas dan Ara sama-sama penting dalam hidup saya."


"Terkadang untuk mendapatkan sesuatu kita harus mengorbakan yang satu lagi ...."


"Ayah kok maksa Abang buat milih? Abang bisa dapat dua-duanya kok. Lagian teman-teman Abang pada baik, nggak ada yang jahatin Ara," ucap Ara yang tiba-tiba muncul membawa Elara di pelukannya padahal lumayam besar.


Deon langsung beranjak dari duduknya, mengusap kepala Ara penuh kasih sayang.


"Anak kecil nggak boleh ikut campur pembicaraan orang besar, dan ingat janji kamu sama ayah," ucap Deon.


"Ara ingat kok." Ara menganggukkan kepalanya mengerti.


Setelah kepergian Deon, Ara yang kini beralih duduk di samping Samuel. Memeluk lengan laki-laki itu posesif. "Ara nggak ngerti kalian ngomongin apa tadi, tapi Ara senang Abang nggak biarin Ara pergi jauh," ucapnya.


"Ara cinta Abang. Abang cinta Ara. Elara selamanya," lanjut Ara.


Samuel tersenyum di tengah kegundahan hatinya. "Lucu banget sih tunangan


gue. Btw lo janji apa sama om Deon?"


...****************...


Up setelah bersemedi🤩

__ADS_1


__ADS_2