Lost Love

Lost Love
Part 49 ~ Api Cemburu


__ADS_3

"Woy, mau kemana lo?" tanya Rayhan.


"Bukan urusan lo!" sahut Samuel berjalan keluar kelas.


Laki-laki wajah dingin tersebut tidak sengaja melihat Ara melewati kelasnya seraya membawa kotak makan entah untuk siapa. Kebetulan sekarang waktunya makan siang di kantin sekolah, hanya saja inti Avegas tidak ada yang beranjak dan malah mengacau dikelas.


Langkah Samuel semakin cepat lalu menarik tangan Ara ke sebuah koridor yang jarang dilewati siswa lain.


"Aaaahhhhhh ... Jangan culik Ara. Ara nggak mau ... Hhmmmmpppp." Gadis imut tersebut tidak melanjutkan ucapannya ketika mulutnya dibekap oleh Samuel.


Perlahan-lahan Ara membuka matanya dan terkejut melihat Samuel.


"A-abang?" kagetnya. Dia tidak bergerak, sebab Samuel mengungkung tubuhnya ke tembok.


"Kenapa Abang narik-narik? Ara salah apa?" tanyanya.


Samuel yang tersadar dengan kelakuannya langsung merubah posisi berdiri tegak.


"Abang kangen sama Ara?" tanya gadis imut itu lagi.


"Jangan harap!" sahut Samuel. Sangat sulit rasanya laki-laki wajah dingin itu mengatakan iya.


Samuel merongoh saku celananya dan mengelurkan dua jepit rambut lalu menyerahkan pada Ara.


"Punya lo?"


Ara mengangguk dan mengambil jepit rambut tersebut. "Iya ini punya Ara, makasih Bang El."

__ADS_1


Samuel tidak menyahuti perkataan Ara, laki-laki wajah dingin tersebut sibuk melihat tangan mana yang terluka lalu menariknya.


Benar kata Mami Fany, Ara tidak menganti hansaplastnya padahal sudah basah, sungguh jorok. Pikir Samuel.


Dia meraih tangan mungil Ara lalu melepas hansaplast lama kemudian mengantiinya dengan yang baru.


"Jangan masuk ke kamar orang tanpa pemiliknya!" ucap Samuel dengan wajah datarnya. Masih menempel plaster luka. Sementara Ara sibuk memperhatikan wajah tunangannya yang telihat semakin tampan.


"Lo dengar?"


Ara mengangguk. "Ara dengar. Ara janji nggak bakal main ke mansion lagi. Maafin Ara karena udah ingkar janji. Harusnya Ara nggak ke mansion karena perjanjian kita udah berakhir. Maafin Ara juga belum bisa beritahu Mami sama Bunda, Ara takut," lirih gadis imut tersebut.


"Makasih Abang udah ganti plaster luka Ara." Dia tersenyum dan itu sangat manis di mata Samuel.


"Ra?" panggil Samuel. "Bukan itu maksud gue. Gue mau lo lupain perjanjian itu dan kembali seperti dulu," lanjut Samuel namun kata-kata itu hanya bisa bersarang di hatinya tanpa bisa terucap.


"Kenapa panggil Ara?"


"Kotak makannya?"


"Oh ini buat Milo, Ara janji buat bawain bekal tiap hari karena mau anter jemput Ara," jawabnya tanpa tahu bahwa pertanyaan Samuel bermakna lain.


"Jangan nyusahin orang mulu lo!"


"Ara nggak nyusahi Milo, Ara nggak minta, tapi Milo yang mau anter jemput Ara. Jadi sebagai bayarannya, Ara buatin makan siang. Dadah Abang!"


Gadis imut itu melambaikan tangannya pada Samuel dan berlari menuju perpusatakaan di mana Edgar berada.

__ADS_1


Bugh


Samuel meninju tembok cukup keras hingga tangan itu memerah bahkan berdarah sakin kerasnya. Laki-laki wajah dingin tersebut memejamkan mata demi menurunkan kobaran api yang siap menyulut siapapun.


"Woy, lo ngapain di sana? Kencan sama kunti?" tegur Rayhan.


Samuel melirik Rayhan tajam, lalu menatap Keenan seperti bertanya sesuatu.


"Kantin, lapar gue!" jawab Keenan.


Samuel mengangguk dan mengikuti langkah teman-temannya menuju kantin sekolah.


Suasana hati laki-laki wajah dingin itu sekarang tidak baik-baik saja.


Bugh


"Ah maaf kak, saya benar-benar nggak sengaja!" ucap adik kelas yang tidak sengaja membarak Samuel, hingga tumpahan kuah mengotori seragam putihnya.


"Lo nggak punya mata!" bentak Samuel menarik kerah kemeja adik kelas tersebut hingga keseluruhan isi nampang terjatuh dan pecah.


"Ma-maafin Saya kak, saya benar-benar nggak sengaja. Saya bakal ganti!"


"Bacot lo! Enyah!" perintah Samuel setelah melepaskan cengkramannya.


Adik kelas tersebut menelan salivanya kasar, memang di sekolah ini selain Azka, mereka takut pada Samuel.


Keenan menarik tangan adik kelas tersebut agar berdiri. "Lain kali hati-hati bro," ucap laki-laki itu. Keenan merongoh saku seragamnya dan mengeluarkan uang berwarna biru. "Ganti makanan lo! Sorry!"

__ADS_1


__ADS_2