
Melihat kelopak mata Samuel yang bergerak perlahan, Ara langsung berdiri dari kursi karena dia yakin sebentar lagi pria itu akan bangun.
Ara tidak ingin Samuel tahu bahwa dia masih paduli, jika terjadi hal tersebut bisa menjadi kelemahannya. Dia masih mencintai mantan tunangannya, sekeras apapun mencoba melupakan.
Banyak pria yang mendekati di luar sana, tapi hanya Samuellah yang mampu membuat jantungnya berdetak tidak stabil.
Ara memejamkan matanya ketika sebuah tangan menghentikan langkahnya.
"Jangan pergi!" lirih Samuel.
"Ak-aku ada urusan penting, pasien yang ...."
"Uhuk ... dada gue sakit karena tendangan om Deon." Memegangi dadanya yang sakit ala kadarnya saja. Pria itu pingsan memang karena kekurangan darah sebab kurang tidur juga kurang minum.
Pukulan Deon hanya pelengkap penderitaan saja yang mampu membawanya kerumah sakit bertemu Aranya.
Ara lantas membalik tubuhnya menatap Samuel yang meringis kesakitan.
"Sakit banget?" Samuel mengangguk cepat.
"Harusnya kamu tidak datang kerumah dan melakukan hal bodoh! Apa usia 30 tahun belum bisa membuatmu berubah? Kau tahu sendiri ayah ...."
"Udah jangan bicara lagi, tubuh gue sakit." Keluh Samuel meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir mungil Ara, sehingga gadis itu berhenti mengoceh.
Samuel hanya ingin dimanja seperti dulu tanpa mendengar omelan dari siapapun. Pria itu merindukan Aranya yang sangat penurut, dan setia mengobati tanpa mengomel jika dirinya terluka.
__ADS_1
"Kalau begitu lepaskan tangan aku!" Melirik tangannya yang masih di genggam oleh Samuel. Pria itu mengeleng sebagai jawaban.
"Nggak bakal dan nggak akan pernah! Ara, maafin gue ya? Gue ngaku salah dan udah nerima hukuman selama 14 tahun dengan kehilangan lo, apa belum cukup hukuman yang lo berikan?"
Ara bergeming, tidak tahu harus merespon apa kalimat mantan tunangannya.
"Ayo menikah, teman-teman gue udah punya anak!" Ajak Samuel dengan tampang tidak berdosanya. Namun, itu membuat detakan jantung Ara semakin hebat dari sebelumnya.
Grep
Hanya dalam satu tarikan, Ara berhasil terjatuh di atas tubuh Samuel. Meski dada pria itu terasa sakit mendapat hantaman, dia tetap tersenyum meski sangat tipis. Tanpa mengambil waktu lama, Samuel membenamkan bibirnya tepat di kening Ara.
"Ra, gue cinta sama lo. Dulu, sekarang dan selamanya. Jadi tolong, jangan pergi lagi," bisik Samuel.
"Detak jantung kita sama. Gue nggak mau pacaran lagi Ra, penantian gue udah terlalu lama dan lo tau gue nggak sabaran."
"Ak-aku ...."
Krik
Deciten pintu terdengar di atensi Samuel, tapi tidak dengan Ara yang tengah dikuasai rasa gugup karena perlakuan Samuel yang berada diluar nalar.
Pria itu menatap sahabatnya yang berdiri di ambang pintu, mengerakkan bibirnya seolah mengatakan jangan masuk dan kunci pintu. Membuat Dito dan Azka mengurungkan niatnya untuk masuk. Keduanya kembali menutup pintu dan duduk di kursi tunggu.
"Sialan, kalau tahu gue nggak bakal ninggalin pekerjaan!" gerutu Azka. Pria itu langsung bergegas ke rumah sakit saat tahu sahabatnya terluka padahal baru saja saling bertukar kabar pagi tadi.
__ADS_1
"Sama Ka. Tuh dua bersaudara emang hobi buat orang khawatir," timpal Dito.
"Cabut kuy, udah ada pawangnya noh!" Ajak Azka berdiri dengan tangan berada di saku celana kain miliknya.
Dito mengangguk dan mengikuti langkah Azka, berjalan beriringan sambil bertukar cerita tentang bisnis yang mereka jalankan selama ini.
Dari 6 bersahabat, hanya Samuel dan Ricky yang tidak mengikuti jejak ayah mereka. Berbeda dengan Azka, Dito, Rayhan dan Keenan.
Hanya saja Rayhan sedikit berbeda, sebab bukan mengambil alih perusahaan. Melainkan memulai dari nol dengan perusahaan bergerak di bidang IT, sampai pengembangan teknologi. Sekarang pria itu tengah merangcang robot menyerupai manusia.
Proyek yang sudah Rayhan rancang bertahun-tahun dan baru terealisasikan sekarang.
"Angkara?"
"Dinginya melebihi kutub utara." Azka mengedikkan bahunya jika membahas putranya yang hanya patuh pada satu perempuan saja. Usianya masih belasan tahun, tapi sikapnya sudah menyerupai, bahkan melebihi Azka saat belum bertemu Salsa.
...****************...
Di beberapa part, ada yang masih bingung sama keberadaan Azka yang sudah meninggal 14 tahun yang lalu.
Jadi karena sesuatu 11 tahun yang lalu, Azka hidup kembali. Ceritanya bisa kalian baca di
Kembalinya Suamiku
Salam bucin dari otor😘
__ADS_1