Lost Love

Lost Love
Part 190 ~ Sangat bahagia


__ADS_3

Sarapan bersama dengan orang tersayang adalah hal yang sangat membahagiakan, dan itulah yang sedang Samuel rasakan saat ini.


Terlebih Aranya telah kembali bersikap seperti dulu lagi. Memperlihatkan rasa ketertarikan tanpa ada keraguan dalam sorot matanya.


Melihat Ara yang tampak kesusahan makan sambil video call dengan Asa, Samuel akhirnya berpindah tempat duduk di samping istrinya. Menyuapi gadis itu makanan.


"Ayah belum mandi?" tanya Asa di seberang telpon.


"Belum, nunggu bunda."


"Kwok Akwu?" tanya Ara dengan mulut penuh makanan karena Samuel baru saja menyuapinya.


"Ayah mau mandi sama bunda?"


"Hm."


"Asa juga mau, mandinya di rumah om aja, Ayah!" Mata Asa di seberang terpon berbinar. Gadis kecil itu sangat suka dengan air.


"Iya nanti ak- ayah pulang. Udah dulu ya, bunda lagi makan."


Mendapat pesetujuan dari Asa, Samuel lantas memutuskan sambungan telpon lalu melirik istrinya yang sedang melayangkan tatapan mematikan.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Siapa yang mau mandi sama Abang?" tanya balik Ara sambil bersedekap.


"Tentu saja istriku," jawab Samuel acuh. Pria itu langsung membuka baju kaos yang dia kenakan, pertanda tidak akan kemana-mana padahal jarum jam sudah menunjukkan angka 10 pagi. "Gerah banget." Keluhnya, padahal suhu ruangan sangat rendah karena Ac.


"Kalau begitu jangan peluk-peluk Abang, takur khilaf ih!" Menyingkirkan tangan Samuel di pundaknya.


Namun, bukan Samuel jika tidak melanggar larangan yang telah dibuat. Samuel dan tingkah pemaksanya tidak akan hilang meski waktu telah berlalu cukup lama.


"Aku dingin." Bersembunyi di ceruk leher Ara yang baru saja selesai meneguk air minum.


Bermanja-manja adalah tujuan Samuel untuk saat ini. Pulang kerumah atau jalan-jalan? No, Samuel tidak akan melakukannya. Pria itu akan mengurung Ara seharian di dalam kamar hotel.


"Abang, jangan nakal! Tadi katanya gerah, sekarang malah dingin."


"Semalam aku gagal, pagi ini nggak bakal," gumamnya.


Tubuh Ara seketika menengang, darahnya berdesir hebat, terlebih saat tangan kekar Samuel mengelus perutnya yang rata. Ada rasa aneh yang menjalari aliran darah Ara saat ini. Menahan nafas adalah satu-satunya jalan yang gadis itu lakukan.


"Abang, ak-aku .... Kenapa Abang berubah jadi mesum gini? Kita baru saja selesai makan dan ...."


"Berada dalam satu ruangan dengan perempuan yang kita cintai, terutama pengantin baru. Bukankah ini hal wajar, hm? Aku bukan pria remaja yang nggak tahu apapun Ra, usiaku udah 30 tahun, hal seperti ini ...."


"Sudah biasa Abang lakukan?" Menatap tajam Samuel, tidak lupa mendorong tubuh setengah tela*njang yang sangat berotot tersebut.

__ADS_1


"Nggaklah, ya kali aku macem-macem sama perempuan lain. Aku cuma sering liat di ...."


Bugh


Wajah tampan Samuel menjadi tempat mendaratnya bantal yang dilempar oleh Ara. Gadis itu segera berlari untuk menyelamatkan dirinya dari Samuel.


"Dasar Abang mesum!" pekik Ara terus menghindari Samuel yang sejak tadi mengerjanya.


Terjadi aksi saling kejar-kejaran di dalam kamar hotel tersebut dengan bekas makanan yang berada di atas meja. Rasa bahagia tidak terhingga keduanya rasakan ketika bercanda seperti ini. Bahkan 14 tahun yang lalu, mereka tidak pernah merasakan bahagia selama sekarang.


"Aaaaaaaaa!" Teriakan Ara mengelegar ketika tidak sengaja menginjak kaos Samuel yang dilempar tadi. Gadis itu menutup matanya ketika tubuhnya terhuyung. Pasrah adalah pilihan satu-satunya jika tubuhnya mendarat di atas lantai.


Namun, diluar dugaan. Tubuh Ara malah terhempas ke atas ranjang sebab tarikan sigap dari suaminya.


"Dapat." Mengunci pergerakan Ara agar tidak bisa lari lagi.


"Ab-abang, a-aku lagi datang bulan, serius."


"Benarkah?" Salah satu alis Samuel terangkat, menatap Ara penuh intimidasi. Ayolah, Samuel tidak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang dia ingingkan.


"Aku serius."


"Baiklah." Samuel mengendurkan kuncian tubuhnya, membuat Ara bernafas lega. Senyuman di wajah gadis cantik itu hanya bertahan sebentar sebelum mendengar kalimat selanjutnya keluar dari mulut Samuel.

__ADS_1


"Aku akan memeriksanya apa kamu benar-benar datang bulan atau tidak!" Samuel menyeringai


__ADS_2