
Samuel mengeram kesal karena respon yang diberikan Alana padanya. Dia segera melajukan motornya meninggalkan lingkungan rumah Ara setelah memastikan gadis itu sampai dengan selamat dirumahnya.
Laki-laki wajah dingin itu memutuskan kembali ke mansion dan bermain game seorang diri, sebab tidak ada tujuan lagi.
Menemui Sasa juga tidak, karena dia masih kesal sebab gadis cantik itu membohonginya tanpa alasan. Ayolah apa yang tidak Samuel ketahui? Dia bahkan bisa tahu segalanya jika ingin. Namun, sekarang dia menghargai privasi Sasa sebagai pacarnya hingga tidak mencari lebih jauh lagi.
Samuel merebahkan tubuhnya di atas ranjang setelah sampai di kamar. Dia tengah menunggu Rayhan menyusul, karena akan bermain game bersama, untung saja Rayhan belum pulang.
"Tumben ngajak, galau lo?" celetuk Rayhan menendang pintu agar tertutup rapat, padahal tahu bahwa itu tidak disukai oleh Samuel. Siapa peduli?
"Sok tau lo." Samuel bangun kemudian melempat stik Ps kearah Rayhan.
"Hadiahnya apa nih?"
"Yakin lo bakal menang?" tanya balik Samuel meremehkan.
Rayhan tertawa nyaring. "Dih sotoy lo, gue jamin malam ini menang. Taruhan nggak? Kalau gue menang, lo harus nurutin semua kemuan Ara!"
"Ck," decak Samuel tidak suka. "Yang lain?"
"Kenapa? Bukannya lo bakal menang ya, kok takut," ledek Rayhan.
"Anter jemput selama seminggu!" ucap Samuel dengan wajah datarnya.
Rayhan mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Deal!"
***
Samuel mengambil nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Untuk pertama kalinya dia kalah bermain game dari Rayhan, mungkin karena pikirannya yang sedang kacau.
Karena kalah, dia harus menepati janjinya, yaitu mengantar jemput Ara selama satu minggu. Samuel menurunkan kaca helmnya kemudian melajukan motor merah hitam tersebut di jalan raja menuju rumah sang tunangan.
Laju motor perlahan-lahan memelan setelah sampai di depan rumah Ara, baru saja akan turun, wanita paruh baya menghampiri dirinya.
"Aduh Den El telat, tadi Ara dijemput sama temannya," ucap bi Rini.
"Teman?" alis Samuel saling bertaut.
"Iya Den."
"Cowok Den."
Samuel mengeram kesal, bisa-bisanya dia membuang waktu seperti ini hanya untuk menjemput orang yang tidak penting. Tanpa mengucapkan terimakasih, Samuel langsung saja pergi dari rumah Ara.
Kini tujuan Samuel bukan lagi sekolah, melainkan rumah seorang gadis yang menjadi pacarnya. Bisa-bisanya dia menolak ajakan Sasa hanya karena memenuhi janji pada Rayhan.
"Katanya buru-buru ke sekolah, kok dateng?" tanya Sasa dengan wajah cemberut. Gadis mana yang tidak marah jika ajakannya ditolak oleh pacar sendiri.
"Nggak jadi," jawab Samuel.
"Mas pacar kok aneh? Sejak kemarin ngomongnya nyelekit-nyelekit," protes Sasa yang menyadarai perubahan sikap Samuel terhadapnya.
__ADS_1
"Keburu siang."
Sasa menghembuskan nafas panjang, naik ke motor Samuel dan memeluknya sangat erat. "Aku mau cerita sesuatu sama Mas Pacar, tapi janji nggak marah?"
"Gue lebih marah kalau dibohongin," sahut Samuel.
"Ya udah, nanti jemput aku ya, kita jalan-jalan bentar ke dermaga sebelum pulang."
"Hm."
Tidak ada pembicaraan lagi antara Samuel dan Sasa hingga sampai di SMA Aleksander. Laki-laki wajah tampan tersebut hanya mengelus rambut Sasa sebelum pergi.
"Jangan bohongin gue!"
Usai mengatakan hal tersebut, dia langsung saja melajukan motornya menuju SMA Angkasa. Mata Samuel memicing melihat Ara dan Edgar tengah berjalan di tengah lapangan.
Laki-laki wajah dingin tersebut baru saja sampai di sekolah dan sedikit terlambat karena terjebak macet. Bahkan sekarang motornya ada di warung bu Warni tempat nongkrongnya bersama Avegas. Samuel masuk memanjat tembok sekolah seperti yang sering dia lakukan bersama teman-teman lainnya.
"Abang!"
Samuel menghentikan langkahnya mendengar teriakan Ara, menunggu gadis itu mendekat tanpa menoleh.
"Abang baru datang? Kata Bibi Abang tadi mau jemput Ara ya? Maafin Ara Bang." Ara menangkupkan kedua tangannya di depan dada. "Tadi Milo jemput pagi-pagi karena Ara ada piket kelas sama dia," jelasnya.
"Gue nggak peduli," ucap Samuel melenggang pergi begitu saja.
"Abang marah?" tanya Ara sedikit berteriak.
__ADS_1
"Jangan harap!"