
"Makasih kak Ray udah jamput Ara," ucap gadis imut tersebut seraya menyerahkan helm pada Rayhan.
"Sama-sama, masuk gih udah tengah malam!" perintah Rayhan mengusap rambut Ara gemas. Laki-laki itu melabaikan tangannya sebelum melajukan motor meninggalkan mansion.
Ara membalas lambaian tangan Rayhan, kemudian berlalu setelah tidak melihat laki-laki itu lagi. Dia mengangukkan kepalanya ketika melewati pelayan yang bertugas malam.
Memang mansion tidak akan pernah kekurangan orang meskipun dimalam hari, sebab pelayan dan penjaga bergantian bekerja.
Ara mengentuk pintu kamar tunangannya sebanyak tiga kali, berdiri di ambang pintu menunggu Samuel membukanya. Kali ini dia sudah tidak bersikap seenaknya.
Mulai mengontrol sikapnya yang sering kali membuat semua orang kesal. Terutama bersikap pada Samuel juga tidak terlalu dan selayaknya saja sesuai arahan Keenan yang akhir-akhir ini memberi perhatian lebih padanya.
Senyuman Ara semakin mengembang ketika pemilik kamar membuka pintu. Dia langsung saja memeluk tunangannya ketika Samuel merentangkan tangan.
"Ara nggak mau Abang luka meski dikit aja. Ara sedih tahu Abang jatuh dari motor." Gadis imut itu mendongak untuk menatap Samuel yang masih saja diam. Namun, tangannya melingkar di pinggang ramping Ara.
"Ini karena kak Saga? Abang jatuh karena kak Saga, dia marah sebab Ara dekat-dekat ...."
Cup
Kecupan di bibir membuat Ara mengentikan ocehannya, gadis imut itu menyentuh bibirnya yang baru saja di kecup. "Abang nyium Ara!" pekiknya tidak percaya.
Ayolah ini impiannya sejak dulu, tapi baru saja dia mendapatkannya tanpa diminta sekalipun.
"Tangan gue sakit," ucap Samuel bersikap seperti tidak terjadi apa-apa padahal jantungnya berpacu sangat hebat. Berjalan menuju sofa dan duduk di sana.
Sementara Ara masih berdiri di tempatnya seraya mengigit bibir. Pipi gadis imut itu memanas karena sedikit salah tingkah dicium oleh tunangannya sendiri.
__ADS_1
"Ra!"
"Iy-iya." Ara buru-buru mendekat. Karena kecupan satu detik itu, dia sampai melupakan tujuannya ke Mansion.
"Kenapa Abang nggak kerumah sakit? Lukanya pasti perih banget, Ara obatin ya?" pinta Ara berusaha terlihat tenang meski jantungnya tengah berpesta.
"Hm."
"Abang ...."
"Sagara nggak butuh nyawa gue, dia mau nyiksa gue dengan cara ngambil lo," ucap Samuel tanpa ditanya lebih dulu membuat Ara yang tengah fokus mengobati luka ditangannya mendongak.
"Maksud Abang apa?"
"Jangan jauhin gue, Saga nggak butuh nyawa gue."
"Kak Saga nggak mungkin bunuh Abang? Dia cuma mau ngambil Ara dari Abang?"
"Hm."
Sontak Ara langsung mengelengkan kepalanya yang membuat Samuel menyungingkan senyum.
"Kak Saga nggak bisa ambil Ara, karena Ara sukanya sama Abang."
"Pintar," puji Samuel menyandarkan punggungnya pada sofa, menikmati rasa perih setiap kali Ara mengoleskan obat merah di lukanya.
Diam-diam dia melirik bibir yang sempat dia kecup sekilas setelah mengumpulkan keberanian cukup lama.
__ADS_1
Itu dia lakukan karena tidak rela Sagara mendapatkannya semantara dia tidak.
"Ra." panggil Samuel.
"Iya?" Ara mendongak.
"Gue marah lo nyium cowok lain!"
"Ar-ara nggak nyium ...." Dia menelan salivanya kasar melihat tatapan Samuel.
"Lo nyium Saga!"
"It-itu ... maafin Ara Bang," lirihnya kembali menunduk karena merasa takut pada Samuel.
Jika tadi jantungnya berpacu sangat hebat karena dicium, maka sekarang berpacu sebab takut Samuel akan membentaknya. Padahal dia sudah senang dengan sikap Samuel hari ini.
Ara tersentak kaget saat dagunya ditarik oleh Samuel hingga mau tidak mau dia mendongakkan kepalanya dan membalas tatapan Samuel.
"Ar-ara terpaksa lakuin itu karena diancam sama kak Saga, Ara cuma suka ...."
Kalimat Ara tenggelam, matanya terpejam ketika Samuel semakin mendekatkan wajahnya dan mengecup benda kenyal itu sekali lagi.
Jika tadi hanya sebuah kecupan, kini lebih. Samuel mulai melu*mat bibir manis itu sangat pelan dan penuh penghayatan. Tangan yang semula hanya di dagu kini beralih pada tengkuk Ara untuk memperdalam lumatannya.
Laki-laki wajah dingin itu tidak peduli dengan respon yang diberikan Ara, yang dia ingingkan adalah segera menghapus jejak Sagara dibibir kekasihnya.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa like dan ramaikan kolom komentar. Tekan subs bagi yang belum.