Lost Love

Lost Love
Part 164 ~ Sahabat terbaik


__ADS_3

"Iya deh gue sok tau tentang kondisi lo sekarang, bisa buktiin nggak?" Keenan menaikkan salah satu alisnya seakan menatang Samuel.


Rencana Keenan sepertinya berhasil dilihat dari Samuel yang merubah posisinya menjadi duduk, laki-laki itu juga menatap Keenan dengan tatapan sulit di artikan.


"Kalau lo terus ngurung diri, artinya lo menyesal sudah buat Ara menderita dan lo merasa nggak pantas lagi buat Ara. Beda cerita kalau lo emang sayang dan takut kehilangan dia," cetus Keenan.


Rayhan yang merasa mempunyai peluang untuk ikut serta, segera memberanikan diri mendekati Keenan dan Samuel. Dia duduk di sisi ranjang seperti yang Keenan lakukan.


"Betul tuh kata Keen, kalau cinta dan takut kehilangan ya kejar bego, bukan malah tidur aja di kamar. Emang dengan lo tidur, bisa nemuin Ara gitu? Lo kira Ara bakal balik dan dengan suka rela nemuin lo? Taik!" ejek Rayhan yang memang tidak bisa bicara tanpa mengejek sahabatnya.


Rayhan mengusap kepalanya yang baru saja mendapat gamparan dari Samuel langsung.


"Gimana El?" tanya Keenan.


Ricky dan Dito juga mulai mendekati ranjang.


"Dua hari lagi pendaftaran mahawasiswa baru. Ayo dong jangan terpuruk gini. Sumpah gue kangen banget seru-seruan bareng kalian," celetuk Dito dengan wajah sengaja dibuat cemberut.


Dito adalah anggota paling muda di antara mereka, jadi tidak heran jika sikapnya kadang dewasa kadang kekanak-kanakan.

__ADS_1


"Katanya mau jadi Ceo." Ricky ikut menimpali.


Sementara yang diajak cerita masih saja diam sambil mencerna ucapan-ucapan yang di lontarkan sahabatnya. Meski terkesan candaan tapi mampu meresap di otak pintar Samuel.


Ternyata apa yang dikatakan Keenan ada benarnya, jika dia sedih karena kehilangan Ara, harusnya dia bangkit dan berusaha mencari, bukan malah larut dalam kesedihan.


"Nggak ada semangat gue." Akhirnya Samuel mengeluarkan suara setelah lama terdiam, membuat sahabatnya saling bertos ria satu sama lain.


"Misi kita berhasil njir!" heboh Rayhan melompat-lompat di atas ranjang Samuel.


Samuel yang tidak suka itu, langsung saja menendang Rayhan hingga tersungkur ke karpet bulu lumayan tebal.


Perlu kalian tahu, Giani dan Rayhan baru saja jadian saat perayaan kelulusan beberapa hari yang lalu. Sayangnya Samuel tidak bisa menyaksikan semua itu karena tidak ikut merayakan.


"Mau ambil jurusan apa lo El? Ekonomi sesuai keinginan Ara?" tanya Keenan tanpa memperdulikan Rayhan.


"Pilot!" Bukan, bukan Samuel yang menjawab tapi Dito.


Semua tatapan kini tertuju pada Dito yang tiba-tiba menyarankan cita-cita Azka pada Samuel.

__ADS_1


"Ara pergi nggak tau kemana, entah dibelahan dunia mana dia berada sekarang. Dengan El jadi pilot, 1% kemungkinan dia bisa saja bertemu Ara saat perjalannya menerbangkan burung besi," jelas Dito.


"Cekep, setuju gue. Jadi Ceo yang ada kalian makin sulit ketemu. Nih ya pikiran gue, Ara cita-citanya dokter, kalau benar berhasil artinya besar kemungkinan kalian bisa aja bertemu. Entah 200 tahun atau 1000 tahun kemudian," sahut Rayhan.


"Anjir nih anak dua." Keenan menatap Dito dan Rayhan secara bergantian. Oke, ide Dito menyuruh Samuel menjadi pilot sangatlah benar. Tapi kemungkinannya membuat orang menyerah sebelum berjuang.


1% dan 200 tahun kemudian.


"Pergi!"


"Kambuh!" Ricky melongos melihat tingkah Samuel yang kembali mengusir mereka. "Seengaknya beri gue makan njir, dahlah emang paling waras kerumah Keenan banyak makanan," gerutu Ricky sebal.


"Kita ketemu di markas dua hari lagi, gue masih butuh waktu," imbuh Samuel yang pikirannya mulai terbuka karena kedatangan para sahabat yang sudah dia anggap saudara.


"Gue tunggu ya!" Keenan menunjuk Samuel, tidak lupa wakil ketua Avegas tersebut menarik paksa Ricky agar meninggalkan kamar Samuel.


Berbeda dengan Dito yang masih tinggal padahal yang lainnya telah pergi. Dito menepuk pundak Samuel beberapa kali.


"Yang nyerahin video ke bokap Ara, Sagara. Ternyata selama ini dia ngintai lo. Sekarang bukan waktunya merenung, tapi bangkit dan cari kebahagian lo, El."

__ADS_1


"Thanks informasinya," guman Samuel.


__ADS_2