Lost Love

Lost Love
Part 62 ~ Tertangkap basah


__ADS_3

Sesampainya di markas, Samuel langsung saja mendaratkan tubuhnya di sofa panjang. Dan itu berhasil mengundang perhatian inti Avegas terutama Dito yang baru saja dari luar membeli sesuatu atas perintah pak Ketua.


"Habis jalan sama siapa lo El? Mobil keren gitu," ucap Dito meletakkan rokok tepat di atas meja.


Memang mereka masih anak sekolah, tapi pergaulan mereka sungguh diluar nalar. Avegas kadang seperti malaikat kadang juga seperti iblis. Alkohol dan nikotin sudah tidak asing berada di merkas tersebut tapi secukupnya saja.


"Ara," jawab Samuel seraya menyambar bungkus rokok tersebut dan mengambil satu batang.


"Anjay, ada peningkatan gais. Jalan-jalan pakai mobil mewah dong. Boleh lah mobilnya gue pinjam buat jemput ...."


"Nggak ada," sahut Samuel cepat.


"Mampus." Rayhan tertawa puas melihat ekpsresi Ricky yang terlihat sangat kecewa.


Laki-laki playboy tersebut menepuk pundak Samuel. "Heran gue sama lo, setiap jalan sama Ara pasti bonyok mulu. Lo punya masalah apasih, kawan?" tanya Rayhan.


"Sagara lagi El?" tanya Azka menghampiri teman-temannya setelah membagikan rokok pada anggota Avegas yang masih berada di markas.


"Hm."


"Perlu kita bertindak nggak?" tanya ketua Avegas itu lagi, namun Samuel mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Fokus ke Salsa aja. Ara bisa gue jaga. Wiltar lebih berbahaya dari Sagara," jawab Samuel menolak halus tawaran Azka.


Memang pacar ketuanya lebih membutuhkan perlindungan dari tunangannya sendiri. Apa lagi ketua Wiltar sangat licik yang selalu menghalalkan segala cara untuk membunuh Azka maupun Salsa.


"Kenapa nggak jaga dua-duanya aja? Ara juga bagian dari Avegas karena tunangan lo."


"Belum ada yang tahu Ara tunangan gue," jawab Samuel.


Keenan menghembuskan nafas panjang. Baiklah jika itu keinginan Samuel. Memang sampai sekarang Wiltar belum tahu bahwa Ara adalah tunangan Samuel, entah apa yang terjadi jika Wiltar bekerja sama dengan Sagara.


"Nggak ada salahnya kali lindungin Ara," celetuk Ricky.


"Setuju gue sama lo Ky. Ara juga cewek, mau dia dalam bahaya atau nggak udah tugas kita jaga dia. Bisa berabe urusannya kalau tiba-tiba Sagara kongkalikong sama Wiltar," sahut Rayhan.


***


Setelah sedikit tenang dan jarum jam telah menunjukkan angka 12 malam, barulah Samuel pulang ke mansion meninggalkan mobilnya di markas.


Laki-laki wajah dingin tersebut pulang diantar oleh Rayhan. Samuel melambaikan tangannya sekilas sebagai pengatar kepergian sepupunya tersebut.


Berlari memasuki halaman yang jaraknya cukup menguras tenaga di malam hari. Belum lagi laki-laki wajah dingin itu harus memanjat tembok tinggi agar sampai di kamarnya yang berada di lantai dua.

__ADS_1


"Kok nggak bisa?" gumam Samuel ketika berusaha membuka pintu balkon kamarnya. "Sialan," maki Samuel ketika menyadari pintu itu terkunci dari dalam. Samuel bersumpah akan menghar orang yang mengunci pintu tersebut. Kalau tahu akan begini, Samuel memilih tidur di rumah Rayhan saja.


"Turun!"


Suara seseorang berhasil mengalihkan atensi Samuel, dia segera menunduk dan mendapati papinya berada di bawah.


"Turun papi bilang!" perintah Daren dengan suara tegasnya.


Samuel menghembuskan nafas panjang dan segera turun untuk menghampiri pria paruh baya yang sangat otoriter tersebut.


Dia meringis kesakitan ketika telinganya dijewer cukup keras oleh Daren.


"Pap, telinga El sakit!" keluh Samuel layaknya anak kecil.


"Habis dari mana kamu baru pulang jam segini Hm? Sampai wajah babak- belur gitu? Mau jadi pahlawan di jalan?" omel Daren terus menarik telingan Samuel hingga sampai di depan kamar putranya tersebut.


Malam ini pria paruh baya itu kebetulan pulang sangat larut dan memeriksa kamar putranya. Karena tidak mendapati Samuel di kamar, alhasil Daren mengunci pintu balkon dan menunggu putranya pulang.


"Namanya juga laki-laki," jawab Samuel tanpa ada rasa takut. Laki-laki itu hanya takut pada maminya saja.


Daren semakin memutar telinga Samuel hingga laki-laki wajah dingin itu berteriak kencang.

__ADS_1


"Papi udah! Iya El habis berkelahi sama orang. El nggak suka ada yang ganggu Ara!"


__ADS_2