
Sepanjang jalan, Ara terus saja memperhatikan Samuel lewat jendela mobil. Gadis imut itu tidak menyangka Samuel rela mengawal dirinya di tengah hujan deras. Dia mengira tunangannya akan pulang ke mansion.
Mata Ara berkaca-kaca sakin terharunya melihat perlakuan Samuel untuk saat ini. Rasa cinta dan sayangnya semaki besar saja.
"Pacarnya ya Neng?" tanya sopir taksi yang semuran ayahnya.
Ara yang ditanya langsung menatap sang sopir. Menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Abang El tunangan Ara Pak."
"Neng beruntung banget ya punya tunangan perhatian gitu sampai rela hujan-hujanan," celetuk sopir taksi yang merasa bangga pada anak muda seperti Samuel.
Ara lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya. Dia segera turun dari taksi setelah taksi itu berhenti tepat di depan rumahnya.
"Makasih pak," ucap Ara.
"Sama-sama Neng," sahut Sang sopir.
Ketika Ara hendak membuka pintu, pintu lebih dulu dibuka oleh Samuel dari luar. Berdiri seraya memegang payung yang telah dia buka lebar-lebar.
Bukannya mengambil payung, Ara malah memeluk tubuh Samuel yang basah kuyup setelah taksi pergi begitu saja.
"Ra, lo basah ...."
"Ara senang banget Abang perhatian sama Ara. Kata bapak sopirnya Ara beruntung dapatin Abang," lirihnya terus memeluk tubuh kekar Samuel.
Tanpa peduli kini hujan menguyur mereka berdua karena payung terlepas begitu saja ditangan Samuel.
"Ara janji bakal berubah juga lebih baik demi Abang. Ara nggak bakal nyusahin Abang lagi," lanjutnya.
__ADS_1
"Lo bodoh!" Samuel melerai pelukan Ara cepat dan menariknya masuk kerumah.
"Abang."
"Lo tuh kena air hujan dikit aja sakit Ra!" bentak Samuel penuh emosi.
"Ara cuma senang Abang perhatian, lagi pula Ara nggak bakal sakit karena kena hujan beberapa detik. Abang yang harusnya neduh."
"Jangan peluk gue!" ucap Samuel dengan wajah datarnya.
Ara memanyungkan bibirnya sebagai respon. Baru saja dia bahagia, Samuel sudah marah-marah saja. Dia mengikuti langkah tunangannya menuju kamar dengan tubuh sedikit menggigil. Rambutnya sedikit basah karena memeluk Samuel tadi.
"Padahal Ara nggak mungkin sakit ...."
Hatchi
Hatchi
Ara segera keluar dari kamar dan menuju kamar orang tuanya mengambil celana dan baju yang sekiranya cocok untuk Samuel. Senyumnya mengembang melihat dalaman baru di dalam laci lemari orang tuanya. Bahkan bungkus, merek dan kotaknya belum di lepas sama sekali.
Dia berlari menuju kamar dengan senyuman bahagia karena berhasil menemukan sesuatu untuk tunangannya.
"Abang Ara ...."
Bugh
Dia mengusap hidungnya yang baru saja membentur suatu cukup keras.
__ADS_1
"Aaawwww, hidung Ara sakit," lirihnya mendongak melihat Samuel berdiri dihadapannya hanya memakai handuk pendek dibagian bawahnya. Itupun sangat pendek karena handuk mandi yang sering dia pakai.
Pipi Ara bersemu merah melihat dada bidang dan perut kotak-kotak yang pernah dia lihat saat pertama kali tidur di kamar Samuel.
Dia mengigit bibit bawahnya dan langsung memeluk Samuel tanpa izin. "Ara liat lagi perut Abang!" pekiknya seraya menutup mata, tapi tangannya perlahan merapa perut kotak-kotak tersebut.
"Ra!" tegur Samuel dengan suara tegasnya. Namun, yang ditegur masih meraba kesana kemari tanpa memperdulikan bagaimana orang yang tengah dia raba.
"Arabella!" bentak Samuel langsung mendorong tubuh Ara agar menjauh. "Lo gila hm? Lo kira gue waras?" tanya Samuel dengan tatapan tajamnya.
"A-abang, tadi Ara cuma senang karena ...."
"Berhenti nyentuh sesuatu yang bukan milik lo!"
"Maaf," lirih Ara merasa bersalah. Dia hanya mengikuti isi pikirannya saja. Ara menunduk dan menyerahkan pakaian pada Samuel. "Ini baju Ayah, pakaian dalamnya masih baru."
"Hm."
Samuel mengambil pakaian tersebut dan kembali ke kamar mandi. Dia sangat kesal dengan tingkah Ara tadi. Samuel laki-laki normal yang bisa saja terpancing, tapi Ara malah melakukan hal yang tidak seharusnya.
Samuel membilas wajahnya berkali-kali yang ikut memerah dengan detak jantung tidak beraturan.
Dia memandangi wajahnya dari pantulan cermin. Mengepalkan tangan kuat-kuat seraya memejamkan mata.
"Bodoh, lo bentak dia lagi!"
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan jejak dan ramaikan kolom komentar.