
Zenwa duduk merenung di kamarnya sembari memperhatikan fotonya bersama sang kakak, foto itu di ambil saat Zenwa hendak pergi ke pesantren. Bagi Zenwa, Arini adalah Ibu ke duanya di karenakan Arini memiliki sifat keibuan dan sangat sayang pada Zenwa, Arini mengerti Zenwa dengan sangat baik, ia memanjakan Zenwa namun juga bisa bersikap sangat tegas pada Zenwa.
Hari ini pertemuannya dengan keluarga Micheal sangat berkesan bagi Zenwa, karena ini pertama kalinya Zenwa begitu dekat dan mengobrol begitu intens dengan mereka. Zenwa merasa sangat nyaman berada di antara keluarga Micheal yang begitu hangat.
"Semua orang seolah mendesakku untuk menerimanya." Zenwa menggumam lirih, ia terdiam sejenak sebelum akhirnya Zenwa mengambil ponselnya dan ia mencoba menghubungi sang kakak, namun Zenwa mengernyit bingung karena ponsel kakaknya tidak aktif. Zenwa pun menghubungi Omanya dan tak lama kemudian terdengar suara parau sang Oma.
"Assalamualaikum, Oma..." sapa Zenwa dengan lembut.
"Waalaikum salam, Zenwa. Ada apa?"
"Zenwa mau bicara sama Kak Arin, Oma. Tadi Zenwa telfon, tapi nomornya tidak aktif," ucap Zenwa setengah cemberut.
"Kakakmu sedang beristirahat, memang kamu mau bicara apa? Biar nanti Oma sampaikan."
"Em, nanti minta Kak Arin telfon Zenwa saja, biar Zenwa bicara langsung."
"Baiklah, Nak. Oh ya, bagaimana pertemuanmu dengan orang tua Micheal?"
"Em, lancar, Oma."
"Terus? Apa kamu sudah memutuskan?"
"Em sebenarnya itu yang mau Zenwa bicarakan sama Kak Arin, Zenwa fikir, Zenwa akan menerimanya, Oma."
.........
__ADS_1
"Em sebenarnya itu yang mau Zenwa bicarakan sama Kak Arin, Zenwa fikir, Zenwa akan menerimanya, Oma."
Arini yang katanya sedang beristirahat nyatanya kini memang sedang beristirahat di atas bangsalnya, dan ia mendengarkan apa saja yang di bicarakan Zenwa dengan Omanya. Tak bisa Arini pungkiri, ada perasaan cemburu yang membuncah di hatinya saat mendengar apa yang di katakan Zenwa, namun Arini juga bahagia karena sang adik akan mendapatkan pria yang sangat baik sebagai pendamping hidupnya.
"Kami senang jika kamu menerimanya, Zenwa. Kakakmu juga pasti senang dan akan merestui hubungan kalian," kata sang Nenek sambil tersenyum pada Arini dan Arini pun menganggukan kepalanya, seolah memberi tahu bahwa apa yang di katakan Omanya adalah apa yang ia ingin katakan juga.
"Benarkah?" cicit Zenwa dari seberang telfon.
"Tentu saja, Sayang. Kami berharap rumah tanggamu dan Micheal nanti langgeng, ya."
.........
"Jika Zenwa menerimamu nanti, apa kamu akan membawa Zenwa ke Jakarta?" tanya Daddy Gabriel pada Micheal, saat ini keluarga mereka sedang makan malam bersama.
"Tentu saja, Dad. Aku harus bekerja disana," jawab Micheal.
"Daddy serius, Micheal." tegas Gabriel.
"Astagfirullah, Dad. Memang kapan aku bilang Daddy bercanda?" tanya Micheal yang membuat Daddy Gabriel melongo.
"Kamu kalau di kasih tahu jangan melawan!" seru Daddy Gabriel lagi yang membuat Micheal langsung cemberut.
"Kapan aku melawannya, Dad?" tanya Micheal kemudian menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.
"Tadi..." balas Daddy Gabriel namun Firda langsung menyentuh lengan suaminya itu.
__ADS_1
"Dia bukannya melawan, Bang Gabriel. Memang dia begitu 'kan?" tanya Firda yang membuat Gabriel mendengus. Sementara Mommy Angeline dan Daddy Aryan hanya bisa geleng-geleng kepala atas kelakuan putra mereka.
Sementara Micheal kembali menikmati hidangan makan malamnya hingga ponselnya bergetar, Micheal langsung membuka menyambar ponselnya yang ada di atas meja dan ia sangat berharap Arini yang mengirimkan pesan. Namun, jantung Micheal seperti berhenti berdetak saat ia membaca sebuah pesan dari wanita yang ia pinang
"Assalamualaikum, Lora Micheal. Aku tidak tahu harus berkata apa, dan aku tidak tahu apakah keputusanku benar atau tidak karena aku masih merasa sepertinya kasihmu untuk Kak Arini, tapi kau datang menemui orangtuaku dan meminangku untuk di jadikan makmummu. Bismillah, In Shaa Allah aku bersedia menerimamu sebagai imamku."
Tbc...
..........
Iklan.
*Hufff, apakah selanjutnya mereka akan menikah?
Hm, sambil menunggu. Ku persembahkan karya yang lain dulu ya, dengan genre yang berbeda..
Judul : Suamiku CEO Cilok
Penulis : Tie Tik
Mempunyai cita-cita menjadi istri seorang CEO adalah mimpi sebagian besar seorang wanita, apalagi jika wanita tersebut seorang penulis novel online, pasti khayalannya melampaui batas wajar.
Shasa, itulah nama seorang gadis berusia dua puluh tiga tahun yang memiliki cita-cita aneh—ia ingin nasibnya seperti salah satu tokoh film Hollywood yang memiliki suami seorang pemilik perusahaan besar, bahkan Shasa rela menolak lamaran dari anak pak lurah hanya karena cita-cita yang aneh. Akankah harapan Shasa terpenuhi? Mungkinkah Shasa menjadi istri seorang CEO muda seperti cita-citanya selama ini*?
Jangan lupa sampaikan salamku pada penulisnya, 😘
__ADS_1