Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 37


__ADS_3

"Bener juga ya, aku kan suami kamu. Seharusnya kamar mandimu juga kamar mandiku, jadi tidak perlu ada yang perlu di perdulikan apakah pakaian kotor mu termasuk dalamanmu di pamerkan sama aku."


"Micheal!!!" geram Zenwa yang kesal namun hal itu berhasil membuat Micheal tertawa geli, apalagi saat ia melihat raut wajah Zenwa.


"Iya, istriku? Eh, panggilnya jangan nama dong, biar mesra, panggil Mas, Kanda, atau..." ucapan Micheal terhenti saat tiba-tiba Oma datang membawa kantong plastik.


"Apa itu, Oma?" tanya Micheal.


"Baju kamu, ini..." Oma menyerahkan kantong plastik hitam itu pada Micheal dan dengan ragu juga bingung Micheal menerimanya, begitu juga dengan Zenwa yang merasa bingung dan penasaran dengan isi dalam plastik itu.


"Memang isinya apa, Oma?" Micheal bertanya sembari membukanya dan ia menganga saat mendapati pakaiannya ada dalam plastik.


"Itu baju kamu," jawab Oma dengan tenang, "Tadi Oma dengar kalian sudah baikan dan mau berbagi kamar mandi, jadi mulai sekarang, kamu tinggal satu kamar sama Zenwa."


"HUH?" Pekik keduanya secara bersamaan, Micheal dan Zenwa saling pandang dengan tatapan bingung, apalagi Omanya mengatakan mereka sudah baikan? Kapan? Sedangkan sejak tadi keduanya terus berdebat.


"Oma, ini..."


"Sudah, jangan melawan," sela Omanya yang tak membiarkan Zenwa bicara, "Lagian kalian ini suami istri, masak iya tinggal di kamar yang terpisah, itu tidak boleh, pamali." lanjutnya dengan serius dan hal itu berhasil membuat Zenwa hanya menunduk pasrah.

__ADS_1


"Okey, Oma. Ide bagus!" seru Micheal tiba-tiba yang membuat Zenwa langsung mendongak dan melotot terkejut.


"Ide bagus?" Tanyanya.


"Iya," jawab Micheal sambil tersenyum lebar, "Terima kasih, Oma. Aku pakai baju dulu kalau begitu." Micheal langsung kembali masuk ke kamar Zenwa bahkan ia menutup pintunya tanpa memperdulikan Zenwa yang melongo.


"Oma..." Zenwa menatap Omanya namun Omanya pun langsung berlari ke kamar Ummi Zainab, membuat Zenwa hanya bisa menganga lebar.


Tadi, Oma memang mendengar perdebatan Micheal dan Zenwa, ia juga tahu kalau Micheal mandi di kamar Zenwa, karena secara diam-diam, Oma dan Ummi mengawasi Micheal dan Zenwa.


"Bagaiamana, Bu?" Tanya Ummi Zainab dengan antusias.


.........


Tinggal satu kamar dengan pria tentu saja akan menimbulkan perasan yang berbeda di hati siapa saja yang tak terbiasa berinteraksi dengan pria, termasuk Zenwa, tak perduli apakah pria itu sudah sah menjadi suaminya, akan ada perasaan canggung dan malu-malu.


Waktu maghrib telah tiba, keluarga Zenwa melaksanakan sholat berjemaah di musholla mereka yang ada di samping ruang keluarga. Biasanya yang menjadi imam gantian antara Abi Hamka dan Micheal, dan malam ini giliran Micheal.


Harus Zenwa akui, sebenarnya ia mengagumi sosok Micheal ketika berperan sebagai menantu, ia baik, patuh dan sangat menghormati mertuanya, hal itu pun tak mengurangi sedikitpun kedekatannya dengan mertuanya.

__ADS_1


Setelah sholat maghrib, mereka berdzikir bersama, di lanjutkan membaca Al Qur'an sampai tiba waktu Isya kemudian Mereka pun sholat Isya berjemaah.


Setelah semua aktivitas ibadah mereka selesai, meraka pun makan malam, dan menu makan malamnya sesuai apa yang di minta Micheal.


"Terima kasih, Ummi. Rendangnya enak," puji Micheal sambil tersenyum girang, "Zenwa bisa masak rendang, kan?" Tanyanya kemudian.


"Bisa," jawab Zenwa dengan tenang.


"Masak? Aku tidak percaya," tukas Micheal namun Zenwa hanya menanggapinya dengan senyum, karena pada kenyataannya, ia memang tidak bisa masak rendang di karenakan bumbunya yang terlalu banyak.


"Ya sudah, tidak apa-apa, aku bisa masak rendang, nanti biar aku yang masak," ucap Micheal kemudian.


"Hem, kamu suami yang sangat baik," ucap Oma sambil melirik Zenwa.


"Pasti dong, Oma. Aku harus jadi suami terbaik untuk Zenwa," tukas Micheal dengan yakin namun apa yang ia katakan itu justru membuat raut wajah Zenwa langsung berubah masam.


"Aku memang tidak pernah jatuh cinta, tapi aku yakin, tidak mudah melupakan seseorang yang kamu cintai, Micheal. Tapi kamu terus menggembor-gemborkan janjimu untuk menjadi suami yang baik."


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2