
"Sudah aka katakan, aku baik-baik saja, tapi tidak ada yang mendengarkanku, semua orang panik berlebihan." Ummi Kulsum berkata dengan suara paraunya, tatapan matanya sudah sayu dan wajahnya sudah pucat, namun beruntung karena kata Dokter dia baik-baik saja, ini hanya masalah usia yang tak lagi muda, jadi hal biasa jika ia sering jatuh sakit.
Mommy Firda dan yang lainnya bisa bernapas lega, karena yang mereka khawatirkan tidak terjadi.
"Kami sudah sangat mengkhawatirkan keadaan Ummi," kata Ummi Aisyah dengan lembut.
"Apa yang perlu kalian khawatirkan? Ummi sudah tua, sakit itu hal biasa, sebagai pengingat saja, mungkin ajal akan tiba," jawabnya yang membuat hati Ummi Aisyah dan yang lainnya sedih.
"Jangan bicara begitu, Nek," kata Mommy Firda dengan lembut. "Sekarang, nenek yang jadi panutan kami, kami belum siap jika harus kehilangan Nenek," ucapnya.
"Bagaiamana keadaan menantumu, Fir?" Tanya Nenek yang mengalihkan pembicaraan.
"Zenwa masih belum sadar, Nek," jawab Daddy Gabriel.
"Terus kenapa kalian pulang? Seharusnya kalian menjaganya disana, mungkin Mikail juga butuh kalian."
"Kami mengkhawatirkanmu, Nek," jawab Firda. "Micheal sebenarnya juga ingin pulang, tapi dia tidak mungkin meninggalkan Zenwa di saat seperti ini."
__ADS_1
"Semoga saja Zenwa sekuat kamu, Fir. Kasihan sekali dia, Zainab juga pasti cemas apalagi dia sudah kehilangan Arini."
"In Shaa Allah, Zenwa lebih kuat dariku, Nek."
...
Micheal dan Zach mencari keberadaan kamera itu, mereka juga menanyakan hal itu pada pihak polisi namun mereka mengatakan tak menemukan kamera apapun di tempat kejadian.
Sementara itu, polisi menemukan satu petunjuk yang mungkin bisa membawa mereka pada sang pelaku. Yaitu sebuah korek api yang ada di saku jaket kulit yang mereka temukan. Dan korek itu memiliki simbol salah satu kelompok mafia terbesar di dunia.
Polisi menunjukan korek itu pada Micheal untuk mencari tahu apakah Micheal pernah melihat simbol itu, namun Micheal tidak pernah melihatnya dan tidak pernah tahu.
"Aku tidak tahu, karena Daddy tidak pernah membicarakan tentang siapa musuhnya ataupun rekan bisnisnya," jawab Micheal, karena ayahnya memang tidak memperkenalkan Micheal dengan dunia hitamnya.
"Baiklah, sepertinya aku harus bertanya langsung pada ayahmu. Karena jika memang benar mereka pelakunya, maka percayalah, keluarga kalian dalam masalah besar," tukas polisi itu yang membuat Micheal semakin cemas.
Sementara Zach, ia justru merasa ada yang aneh dengan bukti yang polisi temukan, baginya itu terlalu jelas dan jika memang kejahatan ini di lakukan dengan sengaja oleh seorang dari kelas mafia besar, maka tidak mungkin mereka meninggalkan jejak jelas seperti ini.
__ADS_1
.........
"Bagaiamana? kamu puas dengan kinerjanya?" Tanya Eron pada Javeed, karena Eronlah yang memperkenalkan Javeed pada pembunuh bayaran itu mengingat Javeed tak sabar untuk balas dendam sementara Javeed tidak punya bekal apapun untuk misi balas dendamnya.
"Ada yang aneh, sepertinya aku salah sasaran," kata Javeed, ia pun menceritakan tentang Micheal yang menyebut nama orang lain dalam rekaman video dari kamera yang pria itu berikan pada Javeed.
"Benarkah?" Tanya Eron dan Javeed mengangguk.
"Aku sempat mendengar kalau putra Gabriel itu sudah menikah, mungkin wanita itu istrinya," kata Eron.
"Sialan, lalu dimana putrinya?"
...
"Assalamualaikum, Oma...." Ummi Kulsum menoleh saat mendengar suara lembut itu, dan matanya berbinar saat melihat siapa yang datang menjenguknya.
"Aira..."
__ADS_1
Tbc....
Bagaiamana? masih oke?