Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 63


__ADS_3

Micheal membawa Zenwa untuk menemui Arsyad di sekolah TK-nya, dan saat memasuki area sekolah itu, Micheal di buat takjub dengan keindahannya apalagi ada banyak anak-anak yang bermain disana.


Binar di wajah Zenwa tak bisa di sembunyikan saat ia melihat raut wajah anak-anak yang tampak senang bermain itu.


"Assalamualaikum, Pak Micheal..." Micheal dan Zenwa menoleh saat mendengar suara itu, mereka melihat Arsyad yang baru saja datang bersama seorang wanita paruh baya.


"Waalaikum salam," jawab Micheal dan Zenwa bersamaan.


"Ummi, kenalin, ini pak Micheal dan istrinya..." ucap Arsyad pada wanita yang tak lain adalah umminya.


"Assalamualaikum, Nyonya. Aku Zenwa..." Zenwa menyapa dengan senyum ramah, ia juga bersalaman dengan Ummi Arsyad itu.


"Waalaikum salam, Zenwa. Nama kamu cantik sekali, seperti orangnya," puji Ummi Arsyad yang memang melihat Zenwa sebagai wanita yang sangat cantik, apalagi saat tersenyum. Baginya, nama Zenwa juga terdengar indah di telinganya.


"Anda juga sangat cantik, Nyonya, anggun," balas Zenwa yang membuat Arsyad terkekeh.


"Ummi memang wanita paling cantik di dunia," sambung Arsyad. "Oh ya, ayo kita ke ruanganku, mungkin ada beberapa hal yang bisa kita bicarakan."


"Itu lebih baik, karena aku harus segera pergi," sambung Micheal dengan dingin yang memmbuat Zenwa langsung meliriknya tidak nyaman, namun Arsyad dan Umminya tampak tidak mempermasalahkan itu.


.........


"Mereka dimana, Bi?" Tanya Mommy Angeline yang baru saja sampai di rumah Micheal namun ia tak mendapati putra dan menantunya ada di rumah.


"Meraka ke sekolah, Nyonya," jawab Bi Eni yang membuat Mommy Angeline mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Ke sekolah? Maksudnya?" Tanyanya tak mengerti.


"Kan Nyonya Zenwa mau mengajar di sekolah TK, jadi sekarang mereka sedang pergi ke sekolah itu," jawab Bi Eni, Mommy Angeline mengangguk mengerti.


"Ya sudah kalau begitu, aku pulang saja. Tadinya aku mau mengajak mereka makan siang bersama, kebetulan Aryan libur hari ini," ucapnya.


"Apa mau meninggalkan pesan untuk mereka, Nyonya?" Tanya Bi Eni.


"Tidak usah, Bi. Biar aku telfon mereka saja."


.........


"Kau yakin? Kau tidak meminta gaji?" Tanya Arsyad tak percaya saat Zenwa mengutarakan keinginannya yang tidak ingin meminta gaji sedikitpun.


"Iya, Pak. Saya ingin mengajar karena saya suka dengan anak-anak, saat di pesantren, saya juga mengajar di pondok kecil. Jadi, In Shaa Allah, saya bisa menjalankan amanah saya sebagai guru," jawab Zenwa.


"Baik, Bu Zenwa. Saya akan sangat senang dengan hal itu, anak-anak juga pasti akan sangat menyukai Anda," ucap Arsyad kemudian.


"Jadi, kapan saya bisa mengajar, Pak?" Tanya Zenwa dengan antusias.


"Besok, Bu Zenwa," jawab Arsyad sambil tersenyum.


"Jadi, sudah selesai, kan?" Sela Micheal tiba-tiba. "Sayang, apa kita bisa pergi sekarang?" Tanyanya yang membuat Zenwa kembali merasa tidak nyaman dengan Arsyad.


"Iya," jawab Zenwa sebelum sang suami menampakkan tanduknya.

__ADS_1


.........


"Kamu masih marah sama pak Arsyad?" Tanya Zenwa yang kini sudah berada dalam mobil bersama Micheal.


"Tidak, untuk apa aku marah sama dia?" Micheal balik bertanya dengan ketus.


"Tadi, kenapa raut wajah kamu seperti berhadapan dengan musuh begitu?" Tanya Zenwa.


"Masak? Kayaknya tadi aku sudah menampilkan wajah termanisku," jawab Micheal yang membuat Zenwa meringis.


"Kalau wajah manismu terlihat begitu pahit, apalagi wajah pahitmu?" Gumam Zenwa yang masih bisa di dengar oleh Micheal namun Micheal engga menanggapinya.


"Kamu harus hati-hati kalau mengajar disana, jangan banyak terinteraksi dengan guru pria apalagi dengan kepala sekolahnya itu, dan itu perintah suamimu! No debat!"


"Astagfirullah..."


"Tidak perlu istighfar, sudah keharusan!"


Tbc...


Hai hai...


Masih gumush engga neh? Si Mickey nih ya, emang sudah cinta sampai jadi posesif begitu?


Btw soal cinta, Intip kedua pasangan ini yang susah sekali jatuh cinta karena sama-sama arogan.

__ADS_1


...AFTER DARKNESS...



__ADS_2