
Bukan main kesalnya Micheal dan Zach saat mereka di paksa harus membayar sejumlah uang agar terbebas dari tuntutan yang di buat oleh uncle Gio atas dugaan pencurian senjata.
Zach juga marah pada Micheal, karena lagi-lagi Micheal membawanya dalam masalah.
Dan setelah keluar dari penjara, Micheal dan Zach langsung ke rumah sakit .
"Aku melakukan ini demi Zenwa."
"Wajar aku melakukan ini, Zenwa adalah istriku dan sebagai suami, aku tidak terima jika ada yang menyakiti istriku."
"Aku seorang pria, aku tidak bisa hanya duduk manis, diam, menunggu dengan pasrah."
Zach melirik Micheal yang sejak tadi berbicara sendiri seperti orang gila, tapi Zach tahu Micheal tidak gila. Micheal hanya sedang berlatih, menyipakan jawaban jika nanti ia di cecar dengan berbagai pertanyaan dan tuduhan atas tindakan mereka, ini sudah kebiasaan nya.
Sesampainya di rumah sakit, Micheal yang sudah menyiapkan semua kata-kata untuk membela diri justru tiba-tiba di sambut dengan pelukan oleh ibunya, bahkan binar kebahagiaan terlihat jelas di mata sang ibu.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Micheal sembari melerai pelukan ibunya.
"Zenwa sadar, Micheal," jawab Mommy Angeline yang membuat pupil mata Micheal langsung melebar sempurna.
"Mom..." lirih Micheal tak percaya, ada pancaran kebahagiaan di matanya saat mendengar pernyataan ibunya itu.
"Dia menunggumu, Sayang."
Micheal langsung bergegas masuk ke ruang rawat Zenwa, dan seketika bibir Micheal tersenyum namun air mata mengalir begitu saja dari sudut matanya saat ia melihat Zenwa yang sudah membuka mata dan tersenyum lemah padanya.
Micheal begitu terharu, bahagia, bisa bernapas lega, ia seperti musafir yang mendapatkan air saat berada di tengah gurun pasir.
Zenwa hanya bisa melemparkan senyum lemahnya, dan saat Micheal meneteskan air mata, hati Zenwa tersentuh, Micheal menangis untuknya, ia tidak pernah melihat suaminya itu menangis dalam keadaan apapun tapi sekarang dia menangis hanya untuk Zenwa.
Micheal mengecup kening Zenwa dengan lembut, bahkan air mata Micheal sampai membasahi kening Zenwa.
__ADS_1
"Sayang, akhirnya kamu membuka mata. Alhamdulillah, ya Allah." Micheal sangat bersyukur, kemudian ia memberikan kecupan kecupan ringan nan lembut di seluruh wajah Zenwa membuat Zenwa tertawa lemah.
Micheal menunjukkan betapa ia merindukan Zenwa, betapa ia bahagia atas kesadaran Zenwa, dan tatapan matanya juga menunjukkan betapa besar cintanya untuk makmum pilihannya itu.
Sementara Ummi Zainab dan yang lainnya yang melihat Micheal dan Zenwa merasa begitu terharu, kebahagiaan yang terpancar di mata mereka begitu nyata, menunujukan bahwa mereka ada belahan jiwa yang saling terikat, saling membutuhkan.
Tadinya, Mommy Angeline pun juga sudah menyiapkan kata-kata untuk memarahi putranya itu, namun Daddy Aryan justru me wanti-wanti dia agar tidak memarahi Micheal. Dan tak lama kemudian, mereka mendapati Zenwa yang mulai sadar dari komanya dan hal pertama yang Zenwa tanyakan adalah sang suami.
"Aku benar-benar merindukanmu, Sayang. Aku sangat rindu," lirih Micheal dan lagi-lagi ia mengecup kening Zenwa, seolah masih ingin terus memberi tahu Zenwa betapa ia merindukan istrinya itu.
Aira dan Jibril hanya bisa menatap kakak mereka itu, namun saat Micheal kembali mencium Zenwa, Jibril langsung menutup mata Aira dengan tangannya membuat Aira berdecak kesal.
"Apa sih, Kak?" Tanyanya sembari berusaha menyingkirkan tangan Jibril.
"Kamu masih kecil, jangan melihat hal seperti itu," kata Jibril dengan tenangnya namun dengan tatapan yang dingin.
__ADS_1
"Kan cuma cium kening, Kak. Bukan yang lain, lagian mereka suami istri, Aira tahu itu boleh, nanti suami Aira juga boleh cium Aira, kan? Kan sudah halal," ucap Aira
"Tidak boleh tanpa seizin kakak!"