
"Daddy mendapatkannya...." Micheal berkata dengan senyum puas yang tercetak di bibirnya.
"Alhamdulillah, semoga dia di adili seadil-adilnya," kata Ummi Zainab.
"Memang siapa pelakunya? Dan apa motifnya?" Tanya Zenwa pada suaminya itu.
"Anak muda, masih kecil, dendam masa lalu," jawab Micheal sembari memasang jaketnya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Zenwa.
"Mau ke kantor polisi, Sayang. Mau lihat makhluk seperti apa yang berani menyakitimu," kata Micheal kemudian ia mengecup kedua pipi Zenwa. "Aku pergi dulu!"
"Tapi sudah malam, apa tidak bisa besok?" Tanya Zenwa karena ia melihat Micheal seperti seseorang yang kelaparan dan tak sabar ingin makan hanya karena mendengar kabar penangkapan pelaku itu.
"Aku akan segera kembali, Sayang. Aku janji," kata Micheal sambil tersenyum.
"Tapi jangan main hakim sendiri, ya! Kamu tidak boleh ikut campur hukum polisi," tukas Zenwa karena ia masih cemas jika suaminya akan bertindak karena emosi.
"Iya, tidak akan."
"Abi juga akan ikut, Abi penasaran dengan pria itu," sambung Abi Hamka.
"Opa juga mau ikut." Opa pun tak mau kalah yang membuat Zenwa semakin cemas karena tiga pria itu tampaknya sangat penasaran pada orang yang telah menusuk Zenwa, dan Zenwa cemas, takut mereka emosi saat melihat pria itu kemudian melampiaskan emosinya.
__ADS_1
Micheal dan mertuanya segera bergegas ke kantor polisi sementara Ummi dan Oma tetap di rumah sakit menjaga Zenwa.
"Ummi juga penasaran siapa anak muda yang masih kecil itu," kata Ummi Zainab sembari memotong buah.
"Kasihan sekali ya, Ummi. Masih muda, kecil, tapi harus di penjara," tukas Zenwa yang membuat Umminya itu langsung menatap Zenwa dengan heran.
"Kasian kamu bilang?" Tanyanya dengan kedua alis yang terangkat. "Dia hampir membunuhmu dan kamu kasihan?" Ummi Zainab bertanya dengan nada yang sedikit tinggi, membuat Zenwa meringis namun ia memang merasa kasihan membayangkan ada anak muda yang harus mendekam di penjara.
"Benar, Zenwa. Anak itu jahat sekali," sambung Oma dengan suara seraknya.
"Namanya juga masih anak muda, Ummi, Oma. Pasti belum bisa berfikir dalam jangka panjang, belum bisa berfikir bijak, semoga saja setelah ini dia taubat dan menyadari kesalahannya."
.........
"Dia...." gumam Micheal dan ia emosinya langsung teepancing naik saat mengingat siapa Javeed.
"Dad, dia itu...."
"Hush, jangan teriak-teriak!" Sela ayahnya.
"Dad, dia pria yang aku dan Jibril maksud, dia si penjual kuda itu dan dia yang memandangi Aira kata Jibril!" Seru Micheal lantang tanpa perduli peringatan ayahnya agar tak berteriak.
"Apa?" Daddy Gabriel mendesis tajam dan ia langsung menoleh pada Javeed.
__ADS_1
Sementara di dalam selnya, Javeed tidak terlihat cemas, panik apalagi marah karena ia tertangkap, ekspresi Javeed justru sebaliknya. Pria itu senyum-senyum sendiri seperti orang gila sejak ia melihat Aira tadi.
Dan Javeed sama sekali tidak melawan saat polisi datang, memborgolnya dan menyeretnya ke dalam mobil polisi. Pahanya di obati dan di perban saat dalam mobil tadi, dan Javeed hanya meringis sedikit namun bibirnya tetap tersenyum.
"Ya Allah, dia masih sangat muda," gumam Abi Hamka seolah tak percaya ada anak semuda itu melakukan tindakan kriminal.
"Lalu, tuntutan apa yang akan Daddy layangkan padanya?" Tanya Micheal kemudian.
"Percobaan pembunuhan dengan tuntutan hukum 10 tahun penjara," jawab Daddy Gabriel namun kemudian ia teringat dengan Raisa, wanita itu tampak sangat lemah dan pasti sangat membutuhkan putranya. "Tapi Daddy masih bisa bebas bersyarat."
Tbc...
*Udah ya konfliknya, untuk novel Aira dan prianya nanti akan ada di novel yang baru.
Sambil menunggu eps happy-happynya, mampir ke Karya Kak Asyfa dulu, yuk.
Judul :Aku Di Antara Mereka.
Penulis : Asyfa
Blurb
Reyhan rela menikah dengan istrinya yang kejam demi membayar hutang sang ayah. Namun, pernikahan Reyhan tidaklah seperti pernikahan pada umumnya. Belasan tahun menikah dikaruniai dua orang anak, tapi tak pernah sekalipun dia menyentuh istrinya. Sejak bertemu Hanna kehidupan Reyhan mulai berubah. Bagaimana nasib pernikahannya dengan istri kejamnya? Ataukah dia lebih memilih Hanna sebagian teman dalam hidupnya? Lalu anak siapakah keduanya*?
__ADS_1