Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 89 - Obrolan Santai


__ADS_3

Micheal hanya memandangi sang istri yang saat ini makan dengan sangat lahap, seperti orang kelaparan yang tidak makan selama berhari-hari. Dan siang ini, mereka makan di kamar. Lebih tepatnya, Micheal membawa makanannya ke kamar karena Zenwa yang tak mungkin untuk turun ke bawah.


"Padahal aku benar-benar ingin ikut ke rumah Dila, seharusnya kamu bangunin aku tadi," kata Zenwa kemudian ia meneguk air dari gelasnya.


"Ya sudah, kan masih ada besok," jawab Micheal.


"Kamu nggak makan?" Tanya Zenwa karena sejak tadi Micheal hanya memperhatikannya.


"Aku sudah makan tadi," jawab Micheal sambil tersenyum manis, ia menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Zenwa. "Makannya pelan-pelan, biar nanti perutmu tidak sakit."


"Aku benar-benar lapar," kata Zenwa yang membuat Micheal terkekeh.


"Maaf ya, tadi malam aku kelepasan," ujar Micheal setengah berbisik sambil cengengesan, mengingat kejadian tadi malam membuat Zenwa kembali tersipu malu, ia menunduk guna menyembunyikan wajahnya yang merona itu namun tiba-tiba Micheal mengapit dagu Zenwa dengan jarinya dan mendongakan wajah Zenwa.

__ADS_1


"Mulai sekarang..." Micheal menarik tangan Zenwa dan ia menyematkan cincin pernikahan yang sempat Zenwa lepas dan ia berikan pada mendiang kakaknya. Zenwa terdiam, ia menatap cincin itu.


"Kita sudah menyatu, Zenwa. Hubungan pernikahan kita sudah sempurna, dan aku ingin, setelah ini tidak ada lagi yang kita sembunyikan, tidak ada lagi garis pembatas antara aku dan kamu."


Zenwa menatap cincin pernikahan yang melingkar di jari manisnya, dan hal itu mengingatkannya pada mendiang sang kakak dan bagaimana perpisahan mereka.


Mata Zenwa berkaca-kaca namun kemudian ia mengucek matanya itu dan ia memaksakan bibirnya tersenyum. Seolah bisa memahami perasaan sang istri, Micheal menggengam tangan Zenwa dan mengecupnya dengan lembut.


"Aku hanya merindukannya," kata Zenwa dengan cepat. "Dan jujur saja, aku masih merasa bersalah, kenapa saat itu aku benar-benar bodoh?"


"Itu yang namanya emosi sesaat, tapi aku harap kamu bisa memaafkan diri kamu sendiri, karena Arin juga pasti sudah memaafkan kamu. Dia sangat sayang sama kamu, dia bahkan lebih sering membicarakanmu dari pada dirinya sendiri." senyum Zenwa mengembang lebih lebar setelah mendengar cerita Micheal dan ia tahu suaminya itu berkata jujur, karena Arini memang sangat menyayanginya.


"Apa aku boleh bertanya?" tanya Zenwa kemudian.

__ADS_1


"Apapun, Sayang," jawab Micheal yang kembali membuat Zenwa merona.


"Em, apa kamu selalu berkata jujur? Maksudku, seperti mengaku padaku bahwa kamu mencintai Kak Arin, bukannya itu aneh? Aku kan istri kamu, kamu juga mengaku bahwa kamu merindukan Kak Arin dan terkadang seolah melihatnya," tukas Zenwa cemberut. Micheal menghela napas panjang, ia menatap mata Zenwa yang tampaknya sangat menunggu jawaban Micheal.


"Aku hanya tidak suka berbohong karena itu bisa menyulitkan aku sendiri," jawab Micheal dengan serius. "Satu kebohongan yang terucap pasti akan melahirkan kebohongan - kebohongan yang lain, dan aku tidak mau itu terjadi. Dari pada aku memikirkan kebohongan demi kebohongan, lebih baik aku memikirkan tentang pekerjaan yang lebih ada hasilnya," jawabnya panjang lebar dan tentu saja hal itu membuat Zenwa terkekeh.


" Apa tidak ada jawaban yang lebih manis dari itu? "Tanyanya." Seperti, aku tidak bisa berbohong padamu, atau aku lebih suka pahitnya kejujuran dari pada manisnya kebohongan. Kenapa kamu malah memikirkan pekerjaan?" Micheal tertawa geli mendengar apa yang di ucapkan Zenwa.


"Ya mau bagaimana lagi? Setelah aku menyelesaikan pendidikanku, Daddy langsung menyuguhkan segudang pekerjaan. Bahkan, jika aku malas sedikit saja, dia suka mengancam ini itu, kamu lihat sendiri, kan? Waktu itu dia mengancam akan memotong 75% gajiku," gerutu Micheal yang membuat Zenwa tertawa geli.


Obrolan santai itu terus berlanjut sampai Zenwa menghabiskan makanannya dan setelah itu keduanya hanya beristirahat di atas ranjang, memulihkan tenaga mereka yang habis semalam.


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2