
"Astagfirullah, Lora Micheal..." pekiknya sembari merebut ponsel Micheal.
"Kenapa kamu melihat begituan? Itu Aurat, dosa...!" Seru Zenwa yang membuat Micheal terkekeh.
"Aku tidak bermaksud apa, Zenwa. Aku hanya menunjukkan apa itu lingerie," jawab Micheal dengan tenang namun Zenwa menatap Micheal dengan tajam.
"Kamu selalu nyuruh aku jaga pandangan! Jaga pandangan! Tapi kamu sendiri apa? Melihat gambar aurat begini? Astagfirullah...." Zenwa mengelus dadanya yang bergemuruh.
"Zenwa sayang, aku cuma mau memperlihatkan apa itu lingerie, biar kamu tidak penasaran dan itu bukan barang mubadzir, itu sangat berguna!" Tegas Micheal, Zenwa melirik tajam suaminya itu sebelum akhirnya ia kembali melirik gambar wanita seksi yang hanya memakai kain kurang bahan terpampang nyata di layar ponselnya.
"Astagfirullah, sebagai perempuan, aku merasa malu melihat ini! Lalu bagaimana dengan kamu yang laki-laki? Kenapa kamu tidak malu?" Tudingnya yang membuat Micheal tampak frustasi, ia sudah kehabisan kata-kata melawan sang istri.
"Aku rasa aku mau mandi duluan, Sayang," ucapnya pasrah. "Kamu mau ikut?" Godanya yang membuat Zenwa memutar bola mata jengah. Micheal segera bergegas ke kamar mandi karena ia tak ingin lagi di cecar dengan berbagai pertanyaan yang membuat otaknya seperti akan mengebul.
.........
Ummi Zainab melirik besan, putri dan menantunya itu bergantian. Mereka semua makan malam dalam diam, tak ada yang bersuara, namun Daddy Gabriel terus mencuri pandang pada sang istri begitu juga sebaliknya, mereka seperti sepasang kekasih yang sedang menahan rindu dan tampak malu-malu.
__ADS_1
Beda halnya dengan Zenwa, ia juga sering melirik Micheal, namun yang ia lemparkan itu lirikan tajam, sementara sang suami hanya tersenyum manis dan terus menikmati hidangannya dengan tenang.
Semua ini terjadi, hanya karena paket yang berisi lingerie, namun sayangnya Ummi Zainab ketinggalan berita itu karena saat kejadian sedang berlangsung, ia sedang mandi.
"Ehem ehem...." Ummi Zainab berdeham, guna mencairkan suasana yang tampak canggung.
"Kenapa, Ummi?" Tanya Micheal.
"Tidak apa-apa," jawab Ummi Zainab. "Zenwa, besok Ummi ikut ya kalau kamu mau mengajar, Ummi mau lihat sekolah tempat kamu mengajar," tukas Ummi Zainab.
"Oh iya, malam ini malam Jum'at, ya. Ummi lupa, mana belum baca Surat Al-kahf lagi," gumam Ummi Zainab.
"Malam Jum'at..." gumam Micheal sambil melirik ayahnya, sementara sang ayah hanya tersenyum misterius. "Pantas saja," fikirnya.
.........
"Aku gendutan, muat engga ya?"
__ADS_1
"Pasti muat...." Mom Firda terkesiap saat sang suami tiba-tiba muncul di belakangnya dan langsung memeluknya. Daddy Gabriel melingkarkan lengannya di perut sang istri, mengaitkan dagunya di bahunya, ia mencium leher sang istri yang masih memiliki aroma yang sama sejak dulu, manis, membuatnya candu. Sementara wanitanya itu hanya bisa menggelinjang geli, menikmati sensasi yang selalu sama seperti saat pertama kali sang suami menyentuhnya.
"Eghh..." tanpa sadar, lenguhan lirih itu terlontar dari bibirnya sang istri, bagai lonceng penyemangat yang membangunkan jiwa lelaki Daddy Gabriel.
"Sayang, aku ingin melihat kamu memakainya..." Daddy Gabriel berbisik di telinga sang istri, suaranya serak, napasnya memberat, terdengar begitu seksi nan menggoda.
"Seharusnya kamu tidak membelinya secara online, Micheal jadi tahu...." Daddy Gabriel berdecak karena di saat seperti ini, sang istri masih sempat menegurnya.
"Lupakan anak nakal itu, ini malam juma'at...." ia berkata dengan serak, bahkan tatapannya telah memberi tahu Mom Firda betapa suaminya itu merindukannya, saat ini, detik ini juga.
"Aku ... aku malu...." lirihnya dengan wajah yang tersipu, seolah ia gadis perawan yang baru akan bercinta untuk pertama kalinya, sudah sangat lama ia tak memakai benda seksi yang menjadi favorit suaminya ini.
"Hem, benarkah? Kamu malu?" Daddy Gabriel mengendus leher sang istri sembari memainkan rambutnya, tangannya turun, menyentuh pundak sang istri kemudian tangan nakalnya itu terus bergerliya manja, hingga menemukan benda yang pernah menjadi sumber kehidupan kedua anaknya.
Tbc...
Sudah dulu, belum buka....
__ADS_1