Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 134 - Kehamilan


__ADS_3

Dugaan Daddy Gabriel benar, menantunya itu memang sedang mengandung cucu pertamanya.


Jangan tanya seperti apa reaksi Micheal saat Dokter menyatakan Zenwa hamil, dia tak bergerak tapi gemetaran. Bahkan ia merasa saat itu kalau lututnya mati rasa tapi bumi terasa bergerak seperti sedang terjadi gempa, begitulah kata Micheal. Dokter bahkan ikut tertawa karena reaksi Micheal itu.


Dan saat ini, tepat di hari peresmian Micheal sebagai CEO dari perusahaannya, mereka juga mengadakan syukuran atas kehamilan Zenwa yang di adakan di hotel milik Daddy Gabriel yang saat ini sudah atas nama Firda.


Bukan hanya keluarga Zenwa dan Micheal yang bersuka cita dan merayakan kehamilan Zenwa, tapi juga seluruh karyawan perusahaan. Mereka semua memberikan ucapan selamat dan do'a untuk Zenwa dan calon anak mereka yang bahkan masih hanya segumpal darah itu.


Aira dan Jibril juga datang, dan tentu mereka juga mengundang Arsyad karena entah bagaimana, pertemanan antara Arsyad dan Micheal terjalin begitu saja.


Saat ini, Jibril sedang membicarakan bisnis dengan Arsyad, dan Arsyad cukup terkejut karena pengetahuan Jibril tentang bisnis sudah lumayan jauh.


"Apa kau juga belajar bisnis?" Tanya Arsyad namun tatapannya tertuju pada Aira yang saat ini sedang berbicara dengan Zenwa dan juga para keluarga mereka yang lain.


"Aku hanya melihatnya di film-film yang aku tonton," jawab Jibril yang membuat Arsyad sedikit terkejut.


"Dari film yang kamu tonton?" Tanyanya sembari menatap Jibril dengan alis yang terangkat, Jibril hanya mengangguk kemudian ia menoleh, mengikuti kemana arah pandang Arsyad karena Jibril perhatikan, sejak tadi Arsyad terus menatap ke belakangnya.


"Kau menatap siapa?" Tanya Jibril, baru saja Arsyad akan menjawab, tiba-tiba ia di ia kagetkan dengan kedatangan Zach.

__ADS_1


"Hola semuanya...." seru Zach dengan antusias kemudian ia duduk di samping Jibril.


"Kamu datang sama siapa, Zach?" tanya Jibril.


"Mom and Dad," jawab Zach dan tak lama kemudian Mini serta Gio datang.


Mereka berdua di sambut hangat oleh keluarga Zenwa dan Micheal.


"Punya cucu juga akhirnya kamu, Fir. Kamu dan Kak Angel akan jadi nenek muda." Mini berkata sembari mengusap perut Zenwa yang tentu saja masih sangat rata dan ucapan Mini itu berhasil membuat Zenwa terkekeh.


Sementara Micheal, sejak tadi ia duduk di samping Zenwa, terus menggenggam tangan istrinya itu. Micheal juga menyediakan air minum dan dengan rutin bertanya pada Zenwa apakah dia ingin minum, apakah dia capek, apakah dia ingin istirahat dan sebagainya.


"Aku juga memang merasa sangat tua, aku sudah mulai sakit lutut," sambung Mom Angel.


"Tidak terasa ya, waktu benar-benar cepat berputar, padahal rasanya baru kemarin kita bermain sama teman-teman, eh sekarang sudah tua dan keriput."


"Aku rasa Firda belum keriput," sambung Daddy Gabriel tiba-tiba. "kulitnya masih kencang, wajahnya juga masih cantik, masih selalu terlihat muda." lanjutnya panjang lebar yang membuat Mini mendelik sementara Firda hanya tertawa kecil.


Mom Angel menatap Daddy Aryan namun suaminya itu hanya mengedikan bahu, seolah tak mau mengomentari tentang Angeline yang membuat Angeline mencebikan bibirnya. Namun kemudian ia mencubit pipi Mom Angeline dengan gemas.

__ADS_1


"Kamu memang masih cantik, Sayang. Firda juga masih cantik," ucapnya.


"Firda memang masih sangat cantik dan muda, justru Gabriel yang keriput dan sebentar lagi ubanan," kata Gio mengejek. "Lihat ini! Sudah putih." Gio menarik satu rambut Gabriel di pelipisnya.


"Mana?" Tanya Daddy Gabriel yang kesal dan ia merebut sehelai rambut itu yang ternyata masih hitam, ia menatap Gio dengan tajam. "Kamu itu ya..."


"Sudah-sudah!" Mom Firda segera menyela. "Kita disini untuk merayakan naik pangkatnya Micheal dan juga untuk merayakan kehamilan Zenwa."


Gio seketika terdiam, ia ingat saat Firda dan Gabriel juga mengadakan syukuran atas kehamilan Firda dulu.


Begitu juga dengan Gabriel, ia mengingat masa lalunya yang kelam dan bodoh.


"Aku jadi ingat waktu dulu kamu mengadakan syukuran waktu kamu hamil Jibril, Sayang," kata Daddy Gabriel.


"Iya, aku juga ingat," sambung Gio. "Saat itu semua orang di kumpulkan, aku fikir ada semacam ritual tapi tidak ada lilin." lanjutnya sambil tertawa dan seketika semua orang tertawa geli apalagi saat Gio dan Gabriel menceritakan bagaimana bingungnya mereka dengan sebuah acara yang di sebut syukuran.


Zenwa terus tertawa selama ayah mertuanya menceritakan masa-masa lucu itu, sementara Micheal justru hanya bisa menatap Zenwa yang tertawa.


"Semakin cantik!"

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2