Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 146 - Sebuah Kehidupan Yang Baru


__ADS_3

Micheal menemani Zenwa yang berjuang melahirkan sang buah hati di ruang persalinan, ia begitu panik, cemas, dan keringat dingin terus mengucur deras di pelipisnya, bahkan air mata pun juga ikut menetes begitu saja saat ia melihat Zenwa yang mengejan sekuat tenaga.


Zenwa menggengam tangan Micheal dengan sangat erat, air mata mengalir di sudut matanya dan ia tampak sangat kesakitan.


Micheal tak bisa berkata-kata, ia hanya bisa mempererat genggaman tangan Zenwa, menatap Zenwa penuh cinta. Keringat sudah membanjiri tubuh Zenwa, sementara Dokter terus meminta Zenwa mendorong dan mendorong.


Micheal seperti berada di alam mimpi, ia sulit bernapas, sulit bergerak namun matanya tak bisa lepas dari pemandangan Zenwa yang sedang mempertaruhkan nyawanya demi sang buah hati.


Dan sekarang Micheal mengerti, kenapa derajat ibu lebih dari pada seorang ayah dan kenapa surga berada di telapak kaki ibu.


Micheal menyaksikan setiap hari dan setiap malam bagaimana Zenwa melewati harinya saat dia hamil, dari yang mual, sensi, tidak selera makan, lemas, dan saat perutnya besar, tak sekalipun Micheal melihat Zenwa tidur nyenyak seperti biasa.


Entah karena posisinya yang tidak nyaman, atau karena anak mereka yang tiba-tiba menendang.


Dan sekarang, Micheal menyaksikan sendiri bagaimana sulitnya melahirkan. Dan itu membuat Micheal mengerti, betapa pentingnya menghormati, menghargai dan menjaga wanitanya. Seharusnya bukan hanya karena cinta semata, tapi juga karena apa yang mereka lakukan tidak akan bisa pria lakukan.


Micheal menatap sang istri, ia mengelap keringatnya, kemudian menciumnya dengan lembut. "Ayo, Sayang. Dorong lagi, kamu bisa," bisik Micheal.


Zenwa mengejan sekuat tenaga hingga ia merasa tak punya kekuatan yang tersisa, ia merasa seperti merasa di ambang kematian dan rasa sakit yang ia rasakan tidak sebanding dengan apapun.


Dan bersamaan dengan itu, terdengar suara tangisan bayi yang membuat Micheal dan Zenwa langsung tersenyum. Keduanya mengucap syukur secara bersamaan, Micheal mencium seluruh wajah Zenwa dan terus mengucapkan terima kasih pada sang istri.

__ADS_1


"Selamat ya, putra kalian terlahir dengan sangat sempurna dan In Shaa Allah juga sehat," kata Dokter yang membuat Zenwa dan Micheal tercengang karena dari hasil USG memperlihatkan kalau jenis kelamin anak mereka adalah perempuan.


"Alhamdulillah," ucap Micheal yang tetap bahagia dengan apapun jenis kelamin anaknya. Begitu juga dengan Zenwa, ia tetap sangat bahagia bahkan rasa sakit yang seolah akan merenggang nyawanya tadi kini seperti menguap begitu saja.


...


Di ruang tunggu, Mom Angel dan Daddy Aryan tampak gelisah menunggu kelahiran cucu pertama mereka, begitu juga dengan Bi Eni.


Mereka juga sudah mengabarkan keluarga yang ada di desa.


Dan tak lama kemudian Micheal keluar dengan wajah berbinar namun tatapannya tampak begitu sendu. Micheal berjalan menghampiri sang ibu dan ia pun langsung memeluk ibunya itu dengan erat.


"Bagaiamana keadaan Zenwa, Micheal?" tanya Mom Angel.


Hal itu juga membuat sang ayah tampak bingung.


"Terus kenapa kamu menangis, Nak? Ada apa?" tanya Mom Angel dengan lembut, ia mengusap punggung Micheal yang bergetar karena tangisnya semakin menjadi.


"Maaf, Mom. Maaf karena aku tidak bisa menjadi anak yang baik, maaf," lirih Micheal terisak.


"Maaf karena aku tidak akan perah bisa membayar apa yang sudah kau pertaruhkan untukku, Mom."

__ADS_1


Mom Angel tersenyum setelah ia mengetahui apa yang membuat Micheal menangis. "Aku mencintaimu, Mom. Meskipun aku tahu cintaku tidak akan pernah bisa menyamai besarnya cintamu."


"Kau tahu rasanya menjadi orang tua sekarang, hm?"


"Aku tidak akan pernah tahu rasanya menjadi seorang ibu, tapi setidaknya aku melihat apa yang di perturhkan seorang ibu. Maafkan aku, Mom. Aku sungguh sangat mencintaimu."


Mom Angel tak membalas ucapan Micheal, ia hanya memeluk putranya itu dan Daddy Aryan pun memeluk istri dan anaknya itu.


***Tbc...


Pastikan kalian juga mampir kesini ya. Seru juga, menegangkan juga.


Blurb


Tentang cinta, obsesi, hasrat, dan luka yang tersembunyi.


Tentang pernikahan, persahabatan, persaudaraan, dan pengkhianatan.


Tentang pilihan, ikhlas melepaskan demi cinta.


Atau egois menggengam demi obsesi semata***.

__ADS_1



__ADS_2