Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 95 - Siapa?


__ADS_3

Micheal duduk merenung di ruang tunggu, tatapannya lurus ke depan, begitu tajam, sementara tangan dan bajunya masih berlumuran darah sang istri.


Sementara Ummi Zainab justru menangis tiada henti tak perduli kedua besannya yang mencoba menenangkannya.


Bayangan akan kematian Arini berkelebat dalam benaknya, dan apa yang terjadi pada Zenwa saat ini sungguh membuat dunia seperti jungkir balik.


Saat ini, Zenwa sedang di tangani oleh Dokter, mereka tak bisa melakukan apa-apa selain berdo'a, berharap Zenwa selamat.


"Micheal...." Mom Angel menepuk pundak putranya itu namun sang putra seperti mayat hidup, tak merespon sedikitpun. "Micheal, cuci tanganmu, Nak," kata Mommy Angeline dengan lembut namun lagi-lagi Micheal tak merespon.


"Micheal, jangan begini. Zenwa akan baik-baik saja," kata Mommy Angeline kemudian ia pun duduk di samping putranya yang masih duduk bak patung hidup itu. "Semua ini pasti bisa kita lewati, Zenwa pasti baik-baik saja, kita do'akan dia, ya?"


"Seharusnya aku tidak mengajaknya pergi, Mom," kata Micheal akhirnya dengan suara yang tercekat di tenggorokannya, bayangan wajah kesakitan Zenwa terus berputar dalam benaknya, bahkan, saat ini pun ia seolah melihat wajah Zenwa yang pucat dan menahan rasa sakit.

__ADS_1


"Ini bukan salahmu, Micheal." Mommy Angelin mengelus pundak putranya itu. "Ini bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, bukan salah siapa-siapa."


"Tapi ini salahku, Mom. Seharusnya kami di rumah saja, menghabiskan waktu bersama...." suara Micheal bergetar dan kini pandangannya tertuju pada ibu mertuanya yang sedang di tenangkan oleh Mommy Firda.


Dan bayangan akan Arini pun kembali terngiang dalam benaknya, hati Micheal semakin sesak, darahnya semakin mendidih. Ia telah kehilangan cinta pertamanya, dan sekarang bagaimana jika ia kehilangan cintanya yang lain? Zenwanya? Istrinya?


.........


Sementara Daddy Gabriel, ia pun tampak cemas namun ia tidak lagi berapi-api seperti dulu. Kini, ia lebih mengedepankan kesabaran dari pada kobaran amarah. Walaupun sebenarnya dadanya terasa sesak dan ia pun merasa bersalah karena dia lah yang memerintahkan Billy dan anak buahnya mengawasi mereka dari jauh.


"Seharusnya aku memintamu menjaga mereka dari dekat, mungkin Zenwa akan baik-baik saja jika itu aku lakukan," kata Daddy Gabriel dengan lirih pada Billy.


"Ini bukan salah Anda, Tuan. Kejadian itu begitu cepat dan rapi apalagi di tempat seperti ini," jawab Billy.

__ADS_1


"Apa tidak ada yang mencurigakan selama ini?" Daddy Gabriel menatap Om Billy dengan serius, ia tidak menyangka pergerakan sang musuh tidak terdeteksi sedikitpun.


"Tidak ada, Tuan. Itu kelalaian kami, maafka kami," kata Om Billy dengan tulus karena ia pun merasa bersalah. Jika yang di hadapannya adalah Gabriel Emerson yang dulu, sudah pasti Billy akan kehilangan kepalanya atas kelalaian itu, namun yang ada di hadapan Om Billy sekarang adalah Gabriel nya Firda.


"Ini bukan salahmu, Billy. Mungkin Tuhan hanya sedang menguji kami lagi," lirihnya yang membuat hati Om Billy tersentuh.


"Kami janji akan mencarinya, Tuan."


"Yeah, tapi jangan main hakim sendiri. Biarkan polisi yang menghakimi mereka."


Tbc....


Crazy up tiap hari ya, biar kalian senang. Klo othor boleh minta imbalan, kasih like, comment dan gifts. Itu sangat berarti. Thank you, 😘

__ADS_1


__ADS_2