
"Kamu juga, suami. Hati-hati," jawab Zenwa, saat ia hendak membuka pintu, tiba-tiba Micheal menarik tangannya dan langsung mendaratkan ciuman hangat tepat di bibir Zenwa yang membuat Zenwa langsung melotot terkejut.
Seluruh tubuh Zenwa menegang, jantungnya berdebar, napasnya tertahan di tenggorokannya.
Micheal pun terkejut dengan apa yang dia lakukan, itu tak ada dalam skenario di otaknya namun saat ia menyentuh bibir Zenwa dengan jarinya, itu memancing aliran hasrat lelaki dalam jiwanya.
Sadar dengan tindakan spontannya, Micheal segera menarik diri. Namun Zenwa masih terdiam mematung dengan wajah yang merona, tatapannya begitu sayu, bahkan bibirnya sedikit terbuka, seolah memanggil Micheal untuk menyentuhnya. Tanpa fikir panjang, Micheal menarik tengkuk Zenwa dan kembali mengecup bibir Zenwa yang membuat kedua bola mata Zenwa kembali melotot sempurna dan secara spontan ia meremas lengan Micheal.
Micheal memejamkan mata dan kecupan ringan itu kini berganti ciuman yang lembut, jantungnya berdetak sangat cepat, darahnya berdesir hangat, apalagi saat ia merasakan lembutnya bibir Zenwa.
Micheal benar-benar tak menyangka, bibir seorang wanita bisa selembut ini, semanis ini, menggelitik hasrat dalam jiwanya semakin membara.
Micheal menyapukan bibirnya di permukaan bibir Zenwa, membuat otak Zenwa blank, ia seperti melayang, tubuhnya panas dingin hingga tiba-tiba Zenwa mengerang lirih saat Micheal menghisap lembut bibir bawah Zenwa yang secara otomatis membuat mulut Zenwa terbuka lebih lebar.
Micheal tak punya pengalaman dalam cium-mencium wanita, namun ia pernah beberapa kali melihatnya di film, dan ia mengikuti naluri lelakinya, yang membuat ia dengan berani menyusupkan lidahnya di antara bibir Zenwa yang membuat Zenwa semakin tak berdaya. Bingung, menggila, dan melayang, seperti ada ombak yang menggulung di perutnya.
Micheal mengenalkannnya pada sebuah sensasi yang bahkan tak pernah hadir dalam mimpi Zenwa. Sensasi gila yang tak bisa ia jelaskan dengan kata-kata.
Tanpa sadar, Zenwa menutup mata, seolah ia ingin menyelami ombak penuh senasasi baru ini, hingga....
Tok tok tok
Zenwa dan Micheal secara spontan langsung menjauh saat tiba-tiba Ummi Zainab mengetuk kaca mobilnya.
__ADS_1
Tatapan keduanya bertemu, begitu sendu, napas keduanya memburu dengan dada yang naik turun, wajah keduanya merona indah dan perasaan mereka? Tak bisa di jelaskan dengan kata-kata, hanya bisa dibaca di mata keduanya.
"Zenwa...." kesadaran Zenwa kembali sepenuhnya saat ia mendengar suara umminya dari luar.
Zenwa hendak keluar namun Micheal kembali menarik tangannya. "A-apa?" Tanya Zenwa dengan gugup, jantungnya bahkan seolah akan melompat dari tempatnya.
Tanpa menjawab, Micheal mengusap bibir Zenwa yang merah dan bengkak karena ulahnya,ia mengusap dengan lembut menggunakan ibu jarinya, kembali membuat dada Zenwa berdebar.
"Telfon aku saat selesai," tukas Micheal dengan suara serak. Zenwa hanya mengangguk sebelum akhirnya ia melompat turun dari mobil, Zenwa takut Umminya melihat apa yang ia dan Micheal lakukan.
"Kok lama sekali?" Tanya Ummi Zainab. Zenwa langsung menoleh dan ia menghela napas lega saat menyadari kaca mobilnya hitam. "Zenwa...." tegur sang Ummi karena Zenwa seperti orang linglung.
"Eh, iya, kenapa?" Tanyanya gelagapan.
"Kamu kenapa? Kok wajahnya merah? Kamu sakit?" Tanya Ummi Zainab sembari meletakkan punggung tangannya di kening Zenwa yang membuat Zenwa semakin gugup.
Micheal membuka kaca mobilnya, sambil tersenyum ia melambaikan tangan pada istrinya itu.
Setelah itu, Zenwa membawa umminya masuk ke sekolah, memperkenalkan Umminya dengan guru-guru yang lain namun hari ini ia mendapatkan kabar kalau Arsyad tidak masuk.
.........
"Selama satu bulan terakhir saham kita menurun, namun pak Micheal bisa mengatasinya dengan baik sehingga kita tidak mengalami kerugian yang berarti."
__ADS_1
"Pak Micheal juga membuat beberapa peraturan baru dalam perusahaan, salah satunya, kenaikan uang lembur, dua kali lipat."
"Kita juga menghabiskan uang yang cukup banyak karena Pak Micheal membuat ruang musholla khusus untuk karyawan perempuan."
Sembari mendengarkan laporan tentang perusahaan sekaligus tentang putranya, Daddy Gabriel hanya melirik putranya yang saat ini justru senyum-senyum sendiri sambil menggigit ujung pensil.
Matanya tampak berbinar, wajahnya merona, seperti orang demam. Dan kali ini, putranya itu benar-benar seperti orang gila.
"Micheal...." panggil Daddy Gabriel, namun sepertinya fokus Micheal saat ini tak ada di ruang meeting. Ia justru membayangkan wajah sang istri, saat merona, sangat cantik.
"Micheal...." Daddy Gabriel kembali memanggil anaknya yang sudah seperti orang gila itu, namun Micheal tak hanya seperti orang gila, ia juga seperti orang tuli sekarang yang membuat ayahnya kesal. Ia pun memanggil Micheal sekali lagi dengan suara yang lebih lantang.
"MIKAIL...!"
"Iya, Zenwa..."
"Apa?"
Tbc...
...^^^*Masih suasana lebaran.^^^...
...Mohon maaf lahir batin semuanya, maaf jika komentarnya tidak bisa Sky balas satu persatu ya....
__ADS_1
...Pokoknya, I love you sekebon jeruk, semuanya! 😘...
...Jangan lupa like, coment dan kasih gift untuk Makmum Pilihan Michael Emerson ya. 🙏😊😘*...