Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 46


__ADS_3

"Hari ini kegiatanmu apa?" Tanya Micheal sembari memasang dasinya.


"Entahlah," jawab Zenwa lesu membayangkan ia tidak akan melakukan apapun hari ini. Sementara harapannya untuk mengajar sepertinya akan kandas.


"Bagaiamana kalau kamu ikut aku ke kantor? Sekalian aku kenalin dengan rekan-rekan kerjaku," ujarnya.


"Hem, tapi apa yang akan aku lakukan disana?" Tanya Zenwa yang membuat Micheal terkekeh.


"Ikut saja dulu, siapa tahu nanti kamu bisa membantu pekerjaan ku, nanti aku kasih hadiah," ujarnya dan kini Zenwa yang terkekeh.


"Hadiah apa?" Tanya Zenwa sembari memperhatikan Micheal yang kini sudah memakai sepatunya.


"Apa saja yang kamu mau," jawab Micheal.


"Baiklah, ayo!" Seru Zenwa semangat


.........


Sebenarnya Zenwa sedikit kecewa karena Micheal takkan mengizinkannya mengajar, namun ia mencoba mengerti posisi Micheal dan mungkin jika ia ada di posisi Micheal, ia akan melakukan hal yang sama. Dan untuk mengalihkan perasaan serta fikirannya yang masih tak menentu, Zenwa bersedia ikut Micheal ke kantornya.


Sesampainya disana, Micheal langsug di sambut dengan hormat oleh bawahan Micheal, begitu juga dengan Zenwa yang kini menyandang status sebagai Nyonya muda Emerson.


Micheal membawa Zenwa ke ruangannya dan ia memperkenalkan sekretarisnya yang bernama Akbar.


"Sekretaris mu laki-laki?" Tanya Zenwa saat mereka hanya berdua.


"Iya, kenapa? Apa kamu memperhatikannya?" Cecar Micheal yang membuat Zenwa mendelik.

__ADS_1


"Bukan begitu, cuma kebanyakan sekretaris itu wanita, cantik, seksi," jawab Zenwa.


"Kamu pasti kebanyakan nonton sinetron," tukas Micheal yang membuat Zenwa mendengus.


Zenwa berjalan mengelilingi ruangan yang sangat besar nan megah itu. "Jika ruangan calon CEO saja sudah sebesar ini, lalu bagaimana dengan ruangan CEO-nya?" Tanyanya


"Ini sudah ruangan CEO-nya, Zenwa. Hanya statusku yang masih belum sah jadi CEO, tapi aku sudah melakukan tugas-tugas CEO," jawab Micheal.


"Kenapa begitu?" Tanya Zenwa penasaran


"Kata daddy, ini semacam pelatihan," jawab Micheal lagi.


"Apa kamu masih butuh pelatihan?" Tanya Zenwa lagi.


"Tentu saja, seperti aku berlatih mencintaimu."


Zenwa mendengus mendengar gombalan Micheal yang semakin lama semakin gencar saja dan tentu ia sangat enggan menanggapinya.


"Lalu, apa yang bisa aku bantu, pak CEO?" Tanya Zenwa sembari mendekati Micheal dan ia mengintip layar laptop Micheal.


"Apa kau bisa memijat?" Tanya Micheal yang membuat Zenwa mengernyit bingung.


"Bisa, sedikit," jawabnya dengan kening yang mengkerut.


"Pijat sini..." Micheal menepuk pundaknya sendiri yang membuat Zenwa melongo.


"Jadi ini bantuan yang kamu inginkan?" Pekik Zenwa tak percaya.

__ADS_1


"Iya, aku kan sedang bekerja mencari nafkah, jadi kamu pijetin aku," rengek Micheal.


"Astagfirullah," gumam Zenwa kesal namun ia tetap melakukan apa yang suaminya itu inginkan. Membuat Micheal tersenyum senang.


"Kamu istri yang sangat baik dan penurut, Sayang," ucap Micheal.


"Apa kamu bisa berhenti menggombal?" Gerutu Zenwa yang merengut kesal.


"Aku hanya mencoba untuk menarik perhatianmu," jawab Micheal dengan begitu jujur yang membuat Zenwa melongo.


"Aku rasa cara itu tidak akan berhasil, itu cara abg,"


"Abang?"


"Anak baru gede!"


.........


Arsyad menatap gedung pencakar langit di depannya sebelum akhirnya ia berjalan masuk, Arsyad langsung menuju resepsionis, memperkenalkan diri dan memberi tahu alasan kedatangannya ke perusahaan itu.


"Maaf, apa sebelumnya sudah membuat janji?" Tanya resepsionis itu.


"Tidak, tapi ini sangat penting, aku mohon!" pinta Arsyad.


"Maaf, Pak. Anda hanya bisa menemui Pak Micheal hanya jika sudah membuat janji."


"Tapi..."

__ADS_1


"Tuan Arsyad?"


Tbc...


__ADS_2