
Zenwa langsug merasa kesepian saat ia mengantar keluarganya sampai pintu depan, melihat mereka yang sudah masuk ke dalang mobil membuat Zenwa ingin menangis, hidungnya sudah kembang kempis dan memerah, dan itu membuat Micheal justru merasa gemas.
"Kamu kenapa sih? Kayak anak ayam di tinggal di induknya saja," kata Micheal sambil mencubit pipi Zenwa dengan gemas membuat Zenwa merengut.
"Sepi, sudah pulang semua," rengek Zenwa.
"Bagus dong, tinggal kita berdua. Jadi kita bebas mau ngapain apa saja dan dimana saja," kata Micheal.
"Dia masih sakit, Mickey!" Seru Daddy Gabriel yang tiba-tiba muncul dari belakang Micheal dengan membawa satu tas besar yang terlihat sangat berat, Daddy Gabriel melewati mereka sambil berkata. "Ingat kata Dokter! Zenwa belum boleh terlalu banyak bergerak karena jahitan lukanya bisa robek lagi dan akibatnya bisa sangat fatal!" Tegasnya kemudian ia memasukan tas itu ke dalam bagasi mobil.
"Aku tadi cuma bilang itu bagus karena kita bisa berdua tapi kenapa Daddy sudah ceramah panjang lebar?" Tanya Micheal sembari mendekati ayahnya itu. "Daddy bawa apa sih? Sepertinya berat sekali," ucap Micheal dan ia hendak membuka tas itu namun tangannya langsung di pukul oleh ayahnya yang membuat Micheal langsung merengut kesal.
"Barang pribadi! Belajar menghormati orang lain jangan asal buka tas orang!" Tegas Daddy Gabriel sembari menutup bagasi dengan kesal.
"Daddy kan ayahku, bukan orang lain," balas Micheal dan ia langsung di hadiahi pukulan ringan di pipinya oleh sang ayah.
"Justru karena aku ayahmu itu!" Serunya. "Sudah, Daddy mau pulang! Jaga rumah, jaga Zenwa, jaga perusahaan!"
"Hem," jawab Micheal kemudian ia membukakan pintu untuk sang ayah dimana sudah ada Jibril di dalam, sementara Aira dan Ummi Zainab ada di mobil yang lain.
"Pulang ya, Kak," kata Jibril dan Micheal hanya menggumam sambil tersenyum, ia pun menutup pintu kembali dan perlahan mobil berjalan meninggalkan rumah mereka.
Micheal menghampiri Zenwa yang masih duduk di atas kursinya. "Sudah, jangan sedih! Nanti kalau kangen bisa video call mereka," kata Micheal kemudian ia mendorong kursi-roda Zenwa.
Rumah yang awalnya ramai dengan banyak orang kini harus kembali terasa sepi karena lagi-lagi hanya akan ada Zenwa dan Micheal, tentu dengan tiga pelayan mereka namun rasanya akan sangat berbeda jika rumah itu di ramaikan oleh anggota keluarga mereka.
"Ini sudah sore, saatnya mengganti perban kamu, Sayang."
Micheal membawa Zenwa ke kamarnya, kemudian ia membaringkan istrinya itu dan ia pun mulai bertindak seperti perawat yang merawat pasiennya.
__ADS_1
Micheal mengangkat baju istrinya, memperlihatkan perutnya yang di balut dengan perban. Micheal membukanya dengan hati-hati, kemudian ia mengobati luka itu sesuai petunjuk Dokter. Setelah selesai, ia mengambil kain kasa dan membalut tubuh sang istri lagi. Luka yang di alami Zenwa memang sangat mengerikan, bahkan mungkin bekasnya tidak akan hilang kecuali mereka melakukan operasi ke Dokter ahli.
"Masih sangat sakit, ya?" Tanya Micheal yang fokus melakukan aktivitas bak perawat itu.
"Hem, sedikit," jawab Zenwa yang justru menatap wajah sang suami yang sangat tampan ketika sedang serius seperti ini.
"Sabar ya, semoga Allah mengganti rasa sakitmu dengan sesuatu yang lebih besar, hadiah gitu, faham, kan?" Zenwa terkekeh, tentu saja ia sangat faham apa yang di maksud Micheal.
"Faham, Sayang," kata Zenwa dengan wajah yang bersemu merah hanya karena ia memanggil sang suami sayang. Sementara Micheal justru tersenyum menggoda pada istrinya itu.
"Hem, setelah lama di rumah sakit, kamu kangen nggak sih sama aku? Apa kita kangen-kangenan saja malam ini?" Godanya yang justru membuat Zenwa mengernyit bingung.
"Kangen-kangenan gimana maksudnya?" Tanyanya.
"Ya manja-manjaan begitu," jawab Micheal sembari menurunkan kembali baju Zenwa.
"Kan selama ini kamu memang selalu manjain aku," kata Zenwa dengan polosnya yang membuat sang suami menghela napas berat.
"Okay."
Tbc...
*Hem, patsi tidak sabar nunggu adegan mereka kangen-kangenan alias manja-manjaan alias romantis-romantisan, kan?
Sambil nunggu hal yang tak kunjung di mengerti Zenwa itu, mampir ke Novelnya Author* Ocybasoacy yang berjudul Beauty Clouds, yuk!
Novel keren yang pasti buat kalian ketagihan, hm.
Blurb
__ADS_1
Ody tidak menyangka,
bahwa niatnya mencari kerja
tambahan agar bisa membiayai adiknya sekolah.
justru ia menjadi korban pemerkosaan oleh bosnya.
Rio yang saat itu dibawah pengaruh obat Afrodisiak,
tidak mau bertanggung
jawab dengan perbuatanya.
Rio memilih
memberi uang sebagai ganti
rugi. Namun, Ody bersikeras untuk
menuntut keadilan .
Akankah Rio mau menikahi
Ody sebagai tanggung jawab? atau
justru Ody yang kalah, dan mau
menerima uang yang Rio
__ADS_1
tawarkan?