
Micheal sedikit kecewa dan marah dengan keputusan ayahnya yang masih ingin meringankan hukuman Javeed sementara nyawa Zenwa hampir saja melayang, apalagi Micheal baru saja merasakan kebahagiaan bersama sang istri.
Namun kemarahan Micheal tidak berselang lama karena ayah serta Uncle Gio nya menjelaskan panjang lebar tentang pentingnya memaafkan, memberikan kesempatan kedua dan sebagainya. Uncle Gio juga menceritakan bagaimana dulu dia menyusun balas dendam sedemikian rupa, bahkan misi itu berjalan selama bertahun-tahun namun semuanya menguap, musnah, dan Gio berubah fikiran maupun perasaan karena kebaikan Firda.
Dan saat ini, Javeed sudah resmi di tahan setelah menjalani sidang yang berjalan cepat dan lancar karena Javeed bekerja sama dengan sangat baik dengan mengakui segala kesalahannya. Bahkan, Javeed juga meminta maaf pada keluarga Micheal terutama pada Zenwa.
Arsyad menghadiri sidang itu, dan saat melihat Arsyad, Javeed takut pria yang sudah ia anggap saudara itu akan membencinya namun nyatanya, Arsyad justru memberikan pelukan hangat untuk Javeed dan meminta Javeed untuk berubah serta tidak membiarkan api dendam menyala dalam jiwanya. Javeed juga berjanji, dia akan merawat Mom Raisa serta mengurus kuda-kuda Javeed sampai Javeed keluar nanti.
Sungguh Javeed merasa terharu, ia tak pernah bisa ada orang sebaik Arsyad dan keluarga Micheal di dunia ini.
Dan saat ini, Javeed sedang di jenguk oleh Ibunya, ia di bawakan makanan oleh sang ibu dan mereka makan bersama dengan waktu yang tentu sangat sedikit karena di batasi.
"Mom harus jaga kesehatan ya! Jangan sampai jatuh sakit, maaf juga karena aku sudah mengecewakan Mama," ucap Javeed dan permintaan maafnya itu begitu tulus.
"Mom bangga sama kamu, Jav. Kamu mau mengakui kesalahanmu, walaupun rasanya sangat berat jika harus berpisah denganmu selama 5 tahun."
Javeed tersenyum samar mendengar ucapan sang ibu. 5 tahun di penjara, itu pun atas belas kasih keluarga Micheal dan mengingat Javeed masih sangat muda. Javeed menyesal telah melakukan kesalahan fatal hanya karena emosi sesaatnya, namun ia tak bisa memutar waktu. Bahkan, 5 tahun penjara ini masih harus sangat di syukuri oleh Javeed dan ibunya karena keluarga Micheal tidak menuntut apapun hukum penjara tersebut.
"Mom sabar saja, 5 tahun itu sebentar kok," tukas Javeed berusaha menenangkan sang ibu. "Lagi pula, sepertinya pas, Mom. Setelah 5 tahun, mungkin Aira sudah dewasa." lanjutnya yang membuat sang Ibu langsung mengernyitkan kening.
"Maksudnya?" Tanyanya sementara Javeed bukannya menjawab, ia justru hanya senyum-senyum sendiri, sang ibu menyipitkan matanya, menatap Javeed penuh curiga.
"Jangan bilang kamu suka gadis itu!"
__ADS_1
"Dia yang aku targetkan, Mom. Eh, malah hatiku terpana padanya!"
"Javeed!"
.........
"Ufff, masih sakit," rengek Zenwa saat Micheal menggendongnya dan mendudukannya di kursi roda.
Setelah cukup lama di rawat, kini Zenwa akhirnya di izinkan pulang. Oma dan Oma sudah pulang ke desa karena mereka bertani disana, sementara Abi Hamka juga pulang karena ia harus mengajar di sekolah dan hanya tinggal Ummi Zainab yang menemani Zenwa.
Yang paling senang karena Zenwa di izinkan pulang tentu adalah Micheal, ia bahkan membersihkan kamarnya sendiri, mengganti seprei dengan yang baru, membeli aroma terapi untuk di kamarnya.
"Sabar, sakitnya sebentar kok," kata Micheal dengan lembut.
"Kapan? Aku adalah manusia yang paling jujur, Sayang. Aku tidak bisa berbohong," sanggah Micheal yang membuat Zenwa langsung tertawa mengejek.
"Waktu di mobil dan aku mengeluh sakit, kamu bilang sakitnya sebentar, padahal rasanya aku seperti mau mati, tubuhku seperti terbelah, pandanganku sampai gelap." hati Micheal seperti di remas mendengar ungkapan sang istri, Ummi Zainab pun juga tak tahu harus berkata apa karena saat melihat Zenwa terluka, ia juga merasakan sakit yang teramat.
Tanpa sengaja, Daddy Gabriel mendengar ucapan Zenwa, ia teringat pada sang istri yang telah melewati banyak hal dan jauh lebih menyakitkan dari apa yang Zenwa alami.
Daddy Gabriel masuk ke ruang rawat Zenwa. "Micheal, selesaikan registrasinya sana! Ada yang mau Daddy bicarakan sama Zenwa."
"Kartunya mana?" Tanya Micheal sembari menadahkan tangannya pada sang ayah, Daddy Gabriel langsung menatap putranya itu dengan tajam dan berkata.
__ADS_1
"Dia istrimu! Tanggung jawabmu!" Tegasnya yang membuat Zenwa terkekeh sementara Micheal pun hanya tertawa.
"Aku fikir mau di traktir," ujarnya kemudian ia segera bergegas pergi sebelum sang ayah memarahinya.
Setelah Micheal pergi, Daddy Gabriel langsung menatap Zenwa, raut wajahnya sangat berbeda saat ini, tak hangat seperti biasanya, namun begitu dingin dan tajam seperti saat ia menjadi Don Mafia.
"Dad, mau bicara apa?" Tanya Zenwa dengan gugup, karena tatapan ayah mertuanya pun sangat berbeda.
"Hidup dengan Micheal tidak akan aman, Zenwa. Akan selalu ada bahaya entah dari mana yang akan datang dan maaf karena kami tidak memberi tahu ini padamu sebelumnya dan sekarang kamu dan keluargamu sudah tahu. Jadi, kamu bisa putuskan, tetap berada di samping Micheal dengan segala ancaman bahaya atau aman namun tanpa Micheal!"
Tbc...
*Maksud Daddy Gabriel apa sih? Hem, sambil menunggu kisah selanjutnya. Mampir sini dulu ya. Sampaikan Salam hangat dari Sky untuk Kak Fatimah ya.
Judul :Penjara Cinta Mafia Kejam
Penulis : Siti Fatimah
Blurb
Pernikahan. Jika pada dasarnya pernikahan akan dilakukan atas dasar cinta dan ketulusan setiap pasangan. Gimana jadinya jika pernikahannya terjadi atas dasar dendam. Apalagi menikah dengan Richard Betranto laki-laki kejam berhati dingin yang ternyata secara diam-diam ia sudah memiliki seorang Istri yaitu Sandra. Gimana-kah nasib Resya yang harus menjalani kehidupannya sebagai istri kedua sekaligus menjadi istri dari seorang mafia berhati dingin*.
__ADS_1