Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 51


__ADS_3

Salah satu topik guaraun membuat hari Micheal kacau, dan salah satu tindakan demi meluluhkan hati sang istri, justru membuat Micheal semakin galau.


Bagaiamana tidak galau?


Ia sudah berani mencium Zenwa di saat Zenwa sedang marah, entah marah karena pernikahannya maupun karena tema poligami itu. Dan Micheal yakin, sekarang Zenwa pasti semakin marah karena kecupan tak sengaja itu.


Saat adzan maghrib berkumandang, Zenwa segera pergi ke kamarnya untuk melaksanakan sholat maghrib. Dan disana, ia melihat Micheal yang sudah memakai baju kokonya, lengkap dengan pecinya.


Tanpa berbicara sedikitpun, Zenwa pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Setelah keluar dari kamar mandi, Zenwa melihat sejadah serta mukenanya sudah di siapakan oleh Micheal sementara Micheal duduk bersila di atas sejadahnya sendiri.


Micheal melirik Zenwa yang kini berjalan mendekatinya, kemudian berdiri di atas sejadahnya dan memakai mukenanya.


Micheal pun berdiri untuk melaksanakan sholat maghrib bersama sang istri.


.........

__ADS_1


Masih tak ada yang berbicara, kini Micheal dan Zenwa makan malam bersama. Hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu di piring mereka.


Zenwa tak lagi memasang wajah dinginnya, karena kecupan singkat Micheal itu berhasil membuat darahnya menghangat sehingga ia tak bisa memberi pelajaran untuk Micheal seperti saran ibu mertuanya.


Sementara Micheal juga tak bisa merayu Zenwa seperti saran ayahnya, karena satu kecupan itu membuat ia malu pada Zenwa, membuat ia gemetaran setiap kali mengingatnya, bahkan jantungnya pun masih tidak aman.


Bi Eni dan kedua pelayan lainnya hanya bisa mengintip sepasang suami istri itu yang bersikap sangat aneh, meraka hanya bisa menerka-nerka sebenarnya siapa yang sedang marah.


Setelah makan malam selesai, Zenwa membereskan meja makan, sementara Micheal kembali naik ke kamarnya.


Di kamarnya, Micheal tanpa sengaja melihat buku Zenwa yang ada di atas nakas. Buku itu masih terbuka, Micheal mengambilnya dan ternyata itu adalah buku Arini. Seketika Micheal kembali teringat pada wanita yang telah menghuni hatinya selama ini.


"Aku tahu, ini baru beberapa hari. Dan aku punya waktu seumur hidup untuk belajar mencintainya, tapi sejujurnya aku masih takut, Arin. Aku takut tidak bisa melupakanmu yang akhirnya akan menyakiti Zenwa, aku akan sangat berdosa padanya jika sampai itu terjadi."


.........


"Nyonya sebaiknya beristirahat, pekerjaan ini tugas kami, Nyonya," ucap Bi Eni yang melihat Zenwa sibuk mengelap meja makan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Bi. Biar cepat selesai, jadi kalian juga bisa cepat istirahat," jawab Zenwa dengan santainya.


"Nyonya baik sekali, seperti Nyonya Firda," kata Bi Eni sambil tersenyum.


"Beliau memang sangat baik, Bi. Rendah hati, panutan," ucap Zenwa saat mengingat ibu tiri suaminya itu.


Saat Zenwa memasukan sisa makanan ke kulkas, ia teringat dengan buku Arini yang ia letakan di meja. Zenwa segera naik ke kamarnya karena ia tak ingin Micheal membaca buku dairy kakaknya itu.


Setelah ibu mertuanya pergi tadi, Zenwa merasa kesepian dan ia pun membaca buku dairy sang kakak yang sengaja ia bawa untuk mengobati rindunya.


Zenwa membuka pintu dengan sedikit kasar dan itu mengejutkan Micheal yang baru saja menarik selimut untuk menyelimuti tubuhnya.


"Ada apa?" Tanya Micheal kemudian. Zenwa menatap Micheal kemudian tatapannya beralih ke bukunya yang masih ada di atas nakas, dengan posisi yang sama sejak tadi.


"Apa dia tidak melihatnya? Semoga saja," gumam Zenwa dalam hati.


"Tidak apa-apa," jawabnya kemudian sembari melangkah cepat memasuki kamarnya. Ia menyambar buku itu kemudian memasukkannya ke dalam laci.

__ADS_1


"Buku siapa itu?"


Tbc...


__ADS_2