Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 86 - Unboxing


__ADS_3

Kegugupan dan ketakutan terlihat jelas di mata Zenwa, apalagi saat Micheal mulai menggesekan bagian bawahnya, seolah menggodanya, meminta izin masuk kesana.


"Rileks, Sayang." Micheal berbisik sensual di telinga sang istri, ia kembali mencumbu Zenwa, mencium bibirnya dengan lembut, memasukan lidahnya ke mulut Zenwa dan memainkan lidah panasnya di sana. Kembali membuat Zenwa melayang, dan memang inilah yang Micheal inginkan, mengalihkan perhatian Zenwa, menenangkannya.


Zenwa membalas ciuman sang suami, dan ia belajar dengan sangat cepat, ciumannya tak lagi kaku meskipun tidak juga seperti orang yang pro, namun Micheal sudah sangat puas.


"Aaachhh, Micheal..." Zenwa memekik bahkan ciumannya sampai terlepas saat Micheal memaksa pusat tubuhnya itu menerobos masuk, Zenwa meringis sakit, namun ia juga merasakan sensasi geli dan kenikmatan yang bercampur menjadi satu.


"Sshht, tahan sebentar, Sayang," bujuk Micheal sembari berusaha menekan pinggulnya namun Zenwa justru semakin menjerit sakit, tanpa sadar ia mencakar punggung Micheal, untung saja kukunya pendek namun ia tetap berhasil membuat punggung Micheal memerah.


"Sakit, perih, oh Tuhan...." pekik Zenwa, bahkan kini air mata telah mengalir bebas dari sudut matanya, tubuhnya seperti terbelah. Micheal pun merasa kesulitan memasukinya, pintunya sempit dan ada penghalang yang seolah tak akan membiarkannya masuk.


"Sssht, tenang, Sayang. Sebentar lagi, ya...." Micheal berkata dengan sangat lembut, ia menghapus air mata Zenwa dengan kecupannya, bahkan menjilatnya yang membuat Zenwa sempat terkikik geli dan saat itulah Micheal langsung menyentak pusatnya dengan keras membuat Micheal mengerang dan Zenwa menjerit bersamaan secara bersamaan dan Micheal berhasil merobek penghalang itu.

__ADS_1


"Aahhhh Micheal...."


"Agggrrr, Zenwa. Oh Tuhan...."


Micheal begitu takjub dengan rasa yang ia rasakan saat berhasil memasuki sang istri, keindahan dan kenikmatannya tak bisa ia gambarkan dengan kata-kata. Miliknya terasa di jepit oleh dinding yang begitu lembut, hangat nan basah.


Namun melihat raut wajah Zenwa yang masih tampak kesakitan, Micheal mendiamkan diri walaupun ia sangat ingin bergerak dengan cepat dan ingin masuk lebih dalam.


"Maafkan aku, Zenwa..." Micheal kembali menghapus air mata Zenwa dengan kecupannya, ia membelai pipi sang istri penuh kasih sayang.


"Iya, hanya sekali sakitnya, habis itu pasti enak," goda Micheal yang membuat Zenwa cemberut, ia mengerucut kan bibirnya dan Micheal langsung kembali mellumat bibir Zenwa dengan rakus. Zenwa terkesiap namun kemudian membalas serangan sang suami. Bibir Zenwa seperti morfin bagi Micheal, membuatnya candu.


Rasa perih yang Zenwa rasakan berangsur menghilang, di gantikan dengan rasa sesak karena ada yang mengganjal di bagian pusat tubuhnya, tanpa sadar, Zenwa menggerakkan pinggulnya dan itu membuat Micheal mengerang, membuat pusat tubuhnya berdenyut.

__ADS_1


"Sayang...." erangnya.


"Rasanya aneh, sesak." Zenwa mengadu sambil meringis, Micheal terkekeh dan ia pun menggerakkan pinggulnya dengan lembut dan pelan.


"Emmhh..." Zenwa kembali mendesis tertahan, kepalanya terasa pening hanya karena pergerakan sang suami.


"Kamu suka?" Zenwa tersipu setiap kali Micheal menanyakan hal seperti itu. "Aku suka sekali, Sayang. Aku seperti di jepit dinding yang yang lembut dan hangat," tuturnya dengan jujur yang membuat pipi bahkan seluruh tubuh Zenwa terasa panas.


Dan tak lama kemudian, Zenwa menjerit panjang dengan seluruh otot yang menegang, punggungnya melenngkung, kepalanya terlempar ke belakang, pertanda ia akan segera sampai pada puncaknya. Micheal yang menyadari hal itu memompa dengan lebih cepat, menekan dengan lebih dalam hingga akhirnya ia merasakan semburan hangat di dalam lembah sang istri, tubuh Zenwa menggelepar, ia seperti melayang ke angkasa, napasnya terputus-putus, dadanya naik turun dan mulutnya terbuka.


Micheal tersenyum puas, melihat istrinya tak berdaya karena ulahnya membuat Micheal seperti mememangkan pertandingan tingkat nasional. Bangga, lebih tepatnya, itulah yang ia rasakan.


Tbc...

__ADS_1


...*Baru Zenwa yang mencapai puncak, di part selanjutnya, giliran Micheal....


...Sabar menunggu yaaa, tolong jangan cubit othor yang baik hati ini. 🤭😘*...


__ADS_2