Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 94 - Panik


__ADS_3

Namun tanpa Zenwa sadari, seseorang berjalan berlawanan arah dengannya, ia mengeluarkan sebuah pisau lipat dan saat berpapasan dengan Zenwa, orang langsung menusukan pisau tersebut ke perut Zenwa yang membuat Zenwa langsung berhenti melangkah saat merasakan perih di perutnya. Zenwa langsung menunduk melihat apa yang membantu perutnya sakit dan bersamaan dengan itu, dengan sengaja orang itu menyayatkan pisau itu, seolah sengaja ingin merobek perut Zenwa yang seketika membuat tubuh Zenwa kaku, ia terkejut dan juga kesakitan apalagi itu terjadi hanya dalam hitungan detik.


Mulut Zenwa terbuka namun ia seolah tak mampu berteriak, mata Zenwa sudah memerah dan ia mengeluarkan air mata. Orang itu menarik pisaunya dan kembali menusukkannya ke perut Zenwa, melakukan pola yang sama, seolah melampiaskan amarah yang terpendam selama ini.


"MICHEAL!" Teriak Zenwa akhirnya dengan sisa kekuatan yang ia punya.


Micheal yang mendengar teriakan istrinya awalnya hanya tersenyum, berfikir Zenwa antusias menyambutnya namun saat melihat raut wajah kesakitan Zenwa, seketika Micheal panik dan langsung berlari sembari mendorong semua orang yang menghalanginya.


Dengan tenang, orang itu kembali berjalan melewati Zenwa seolah tidak ada apa-apa, ia melempar pisuanya yang berlumuran darah itu, kemudian ia melepaskan jaket kulitnya dan melemparnya ke tempat sampah, tak lupa ia melepaskan sarung tangan plastik yang ia kenakan dan juga terkena noda darah Zenwa.


"ZENWA!" Teriak Micheal saat ia melihat istrinya itu berdiri kaku dengan perut yang penuh darah bahkan sudah menetes ke tanah, Zenwa memegang perutnya yang terluka sangat parah itu.


Micheal berlari secepat mungkin, sementara Zenwa yang merasa tak lagi punya kekuatan untuk berdiri akhirnya ambruk ke tanah.


"DADDY....!" Micheal pun berteriak, memberi tahu ayahnya apa yang terjadi. Daddy Gabriel pun bergerak dengan cepat, ia memanggil Billy yang sejak tadi mengawasi mereka dari jauh dan hanya dalam hitungan detik, beberapa orang berpakaian serba hitam dengan senjata di tangannya langsung berdatangan dan mengerumuni Zenwa yang kini di angkat dalam gendongan Micheal, dan hal itu menimbulkan kericuhan dan kepanikan di tempat yang seharusnya untuk bersenang-senang itu.


Semua orang langsung berlari menjauh namun tentu saja mereka semua tertahan di tempat itu.


Ummi Zainab yang melihat putrinya terluka dan berlumuran darah langsung histeris, detaknya jantungnya seperti berhenti, aliran darahnya seperti membeku namun Mommy Angeline berusaha menenangkannya.

__ADS_1


"Periksa semua orang dan tutup semua pintu keluar!" Perintah Gabriel dan tentu semua itu akan langsung di patuhi oleh semua anak buahnya.


"Billy, hubungi polisi sekarang juga!"


"Zenwa...." Micheal berkata dengan suara bergetar sembari membawa Zenwa keluar dari arena permainan itu dengan di temani orang tuanya.


Mata Zenwa setengah terbuka, wajahnya pucat dan air mata terus mengalir dari sudut matanya, ia seperti kesulitan bernapas.


"Sakit...." lirih Zenwa yang masih memegang perutnya.


"Tahan sebentar, Sayang. Kita akan ke rumah sakit," tukas Micheal mencoba tegar walaupun dadanya bergemuruh, darahnya mendidih melihat apa yang terjadi pada istrinya.


Sama seperti besannya, ia pun panik namun ia tak lagi histeris, kejadian seperti ini sudah menjadi sebuah kebiasaan baginya.


"Cepat, Mom!" pinta Micheal masih dengan suara yang sangat begetar. Mommy Firda melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, sementara Mommy Angeline dan Ummi Zainab berada di mobil yang lain, mengikuti mereka dari belakang.


Daddy Gabriel, Daddy Aryan dan Om Billy kini mengamankan tempat itu guna mencari si pelaku.


Di mobil, napas Zenwa semakin memberat, rasanya benar-benar sakit, orang itu benar-benar melampiaskan amarahnya pada Zenwa. Darah terus mengalir tak peduli Micheal yang mencoba mengikat luka itu dengan jaketnya.

__ADS_1


Tatapan Micheal memerah, kemarahan, kecemasan, ketakutan, semuanya bercampur menjadi satu.


"Tahan sebentar lagi, Zenwa. Kita akan segera sampai ke rumah sakit," lirih Micheal.


"Sa ... kit...." lirih Zenwa.


"Hanya sebentar sakitnya, Sayang. Kamu tahan ya...." bujuk Micheal, ia berbohong untuk pertama kalinya.


"Cepat, Mom!"


Tbc...


Hufff... Tegang ya?


Jangan lupa like, comment dan kasih gift juga vote ya.


Btw, mampir juga di cerita yang tak kalah menegangkannya neh.


__ADS_1


__ADS_2