Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 75 - Pengakuan


__ADS_3

"Kamu tidak bekerja hari ini?" Tanya Zenwa pada suaminya yang saat ini masih bergelut dengan selimut.


Setelah sholat subuh, Micheal kembali ke ranjangnya dan ia terus bergelut dengan guling serta selimutnya, seperti seseorang yang sedang patah semangat.


"Malas," jawab Micheal.


"Terus, mau nganter aku ke sekolah?" Tanya Zenwa lagi yang saat ini merapikan kamarnya, alih-alih menjawab pertanyaan Zenwa, Micheal justru bertanya hal lain.


"Zenwa, sampai kapan kamu mau mengeringkan rambut dan berdandan di kamar mandi?" Tanyanya yang membuat Zenwa langsung menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa kamu tanya begitu?" Tanya Zenwa, karena memang selama ini ia selalu berdandan, mengeringkan rambut dan berganti baju di kamar mandi.


"Ya ... kita sudah lama menikah, tinggal satu kamar, tapi masih banyak yang menjadi batasan kita, kamu seolah menjaga diri dari aku," tutur Micheal yang membuat Zenwa terdiam. Ia menatap suaminya itu dengan sendu, sudut bibirnya sedikit tertarik membentuk sebuah senyum samar.


Zenwa mendekati Micheal, ia duduk di samping suaminya yang masih memeluk guling." Kamu sendiri, apa hatimu sudah tidak ada batasan untukku? Apa kamu sudah bisa sepenuhnya menjadikanku istri di hatimu? Bukan hanya status?" Cecar Zenwa yang membuat Micheal tersenyum, ia beranjak duduk, berhadapan dengan sang istri.

__ADS_1


Ia menarik tangan sang istri, menggenggamnya dan ia menatap mata indah sang istri. "Setiap saat, aku berusaha mengisi hatiku dengan namamu, Zenwa. Dan sekarang, di bagian hatiku telah kau tempati, tapi..."


"Tapi masih ada Kak Arini di dalamnya?" Sela Zenwa dengan suara lirih. Micheal terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia mengangguk sambil tersenyum tipis. "Terima kasih atas kejujuranmu," tukas Zenwa sembari berdiri dan mencoba menarik tangannya namun Micheal justru menyentak tangan Zenwa, membuat Zenwa jatuh ke pelukan sang suami.


"Lepaskan aku...." lirih Zenwa dengan gugup, hatinya berdesir, wajahnya merona apalagi saat Micheal justru mendekapnya.


"Dengarkan aku, Sayang...." Micheal menangkup pipi Zenwa, memaksa Zenwa menatap matanya. "Aku tidak bisa memusnahkan nama kakakmu itu dari hatiku. Bahkan, terkadang aku seolah masih melihatnya, mungkin karena aku masih merindukannya..."


"Baiklah ... baiklah, aku bisa mengerti perasaanmu," sela Zenwa lagi dan ia memberontak, mencoba melepaskan diri namun Micheal justru semakin mendekapnya.


"Omong kosong!" Sanggah Zenwa. Namun Micheal langsung menarik tangan Zenwa, meletakkan di dadanya, dimana jantungnya memang berdetak lebih cepat, sangat cepat dan hal itu membuat Zenwa tercengang, ia mendongak, kini ia beradu tatapan dengan sang suami.


"Aku tidak tahu hakikat cinta, Zenwa. Aku tidak tahu apakah aku mencintaimu atau tidak sekarang, tapi aku cemburu saat memikirkan ada laki-laki lain yang menatapmu, memperhatikanmu...."


"Aku tidak punya teman laki-laki yang memperhatikanku," sanggah Zenwa dengan cepat.

__ADS_1


"Arsyad, dia memperhatikanmu!" Balas Micheal dan memang tampak kecemburuan di matanya saat ia menyebut nama Arsyad.


"Kami baru kenal, aku rasa itu cuma alasanmu!" Sungut Zenwa.


"Tidak, Sayang. Dia memperhatikanmu saat di butik, aku benci itu!" Micheal berkata dengan sangat jujur, bahkan raut wajahnya menyiratkan emosi cemburu itu dengan jelas.


"Di butik?" Tanya Zenwa, ia memutar ingatannya pada saat di butik.


"Iya, dia bilang kamu cocok pakai gaun itu, aku benci itu...." Sungut Micheal lagi.


"Jadi, apa karena itu kamu bilang gaun itu jelek?" Tanya Zenwa, ia menyipitkan matanya pada Micheal. Ada perasaan hangat yang menyapa hatinya saat mendengar pengakuan Micheal. Micheal terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia mengangguk lemah.


"Jadi, sebenarnya gaun itu cantik, kan?" Tanya Zenwa dan lagi-lagi Micheal hanya bisa mengangguk lemah. Seutas senyum tercetak di bibir Zenwa, namun kemudian ia berpura-pura memasang wajah dinginnya kembali.


"Dasar..." gumamnya kemudian ia mendorong Micheal hingga ia terlepas dari dekapan suaminya itu. "Menyebalkan!" Gerutu Zenwa sambil berbalik, dan ia tersenyum hangat. Beda halnya dengan Micheal yang cemberut.

__ADS_1


"Aku sudah mengakui kecemburuanku sesuai saran ibu mertua, tapi kenapa malah jadi begini?"


__ADS_2