
Zenwa pun segera menghubungi Arini, dan tak lama kemudian terdengar suara sang Kakak yang membuat Zenwa tersenyum lebih lebar.
"Assalamualaikum, Kak Arini," ucap Zenwa yang masih tersenyum dan senyum itu tampak sangat indah di mata Micheal, ini pertama kalinya ia memperhatikan Zenwa dari dekat.
"Waalaikum salam, Dek. Ada apa?" tanya Airni dari seberang telfon.
"Kami sedang membicarakan konsep pernikahan Zenwa dan Lora Micheal, apa Kak Arini punya saran? Kan kakak tahu sendiri, Zenwa tidak pernah memikirkan tentang pernikahan," ucap Zenwa apa adanya dan ucapannya itu membuat hati Micheal terenyuh. Begitu polosnya Zenwa, padahal ia meminta Zenwa untuk bertanya pada Arini karena Micheal ingin tahu pernikahan seperti apa yang di inginkan Arini. Seketika perasaan bersalah mencubit hati Micheal, dan tiba-tiba ia menyambar ponsel Zenwa membuat Zenwa terkesiap apalagi tangan Micheal sempat menyentuh tangan Zenwa, membuat jantung Zenwa berdetak dua kali lebih cepat.
Zenwa melongo, ia menatap Micheal dengan matanya yang lebar, bahkan ia merasakan panas dingin di sekujur tubuhnya atas sentuhan tak sengaja itu.
Micheal memutuskan sambungan telfonnya membuat semua orang yang ada disana terkejut begitu juga dengan Zenwa, mereka semua menatap Micheal dengan bingung.
"Ada apa, Mickey?" tanya Mommy Angeline.
"Ini pernikahanku dan Zenwa, Mom. Jadi biar Zenwa sendiri yang memilih, dia mau pernikahan seperti apa," ucap Micheal dengan suara tercekat. Di satu sisi, ia masih terus terbayang dengan Arini, sementara di sisi lain, perasaan bersalah pada Zenwa mulai menggelitik nya.
"Tapi biasanya aku punya banyak kesamaan dengan Kak Arin, mungkin dia.."
"Kamu suka warna apa, Zenwa?" tanya Micheal memotong pembicaraan Zenwa, membuat Zenwa kembali terlihat bingung "Warna favoritmu apa?" tanya Micheal lagi.
"Putih," jawab Zenwa.
__ADS_1
"Baiklah, gaun pengantinnya putih," tukas Micheal kemudian "Dan soal dekorasi, kita buat yang sederhana saja, itu akan sangat cocok dengan Zenwa." lanjutnya yang membuat kedua ibu Micheal terlihat bingung dengan tingkah putra mereka.
"Bagaiamana dengan resepsi?" tanya Ummi Zainab kemudian.
"Aku rasa satukan saja akad dan resepsinya," jawab Micheal.
"Menurutmu bagaimana, Zenwa?" tanya Mommy Firda karena sejak tadi Zenwa tidak mengeluarkan pendapatnya sendikitpun.
"Zenwa ikut saja, Tante." Zenwa berkata sambil tersenyum tulus, bahkan pancaran matanya pun memberi tahu betapa ikhlasnya ia menerima pernikahan ini.
"Kamu benar-benar anak yang baik, Zenwa." puji Mommy Angeline "Tapi setelah menikah nanti, kamu jangan iya iya saja sama Micheal, ya? Karena laki-laki itu kalau di kasih hati, minta jantung," tukasnya yang membuat Mommy Firda dan Ummi Zainab langsung tertawa geli, sementara Zenwa hanya tersenyum samar sambil melirik Micheal dari ekor matanya.
...
"Mungkin batreinya habis," ucap Omanya yang menyiapkan makanan untuk Arini.
"Mungkin saja," lirih Arini kemudian ia meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas. Arini terngiang-ngiang dengan apa yang tadi di ucapkan Zenwa.
"Ada apa?" tanya Omanya dengan lembut.
"Pernikahan Zenwa dan Micheal akan di adakan secepatnya, Oma. Tadi Zenwa minta saranku untuk acara pernikahannya akan seperti apa," kata Arini.
__ADS_1
"Lebih cepat memang lebih baik, Rin," ujar Omanya "Apa kamu benar-benar ikhlas, Nak?"
"Tentu saja, Oma. Sekalipun bukan Zenwa yang di pilih Micheal untuk di jadikan makmum, aku sangat ikhlas. Micheal berhak mendapatkan pendamping hidup yang sempurna, dan Zenwa sangat pantas untuknya."
"Kamu pun sangat sempurna, Sayang." Omanya membelai kepala Arini dengan sayang, Arini hanya menanggapinya dengan senyum samar "Kalau begitu kita harus kembali ke desa secepatnya sebelum ada yang tahu kalau kita di sini."
Tbc...
✅ *Iklan...
Sky bawakan novel dari teman neh, seru, bagus, bisa di cek kesana secara langsung ya, jangan lupa tinggalkan jejak dan sampaikan salam Sky sama Mbak Susi. 😘
Judul :Istri Kecil Dosen Muda
Penulis : Susi Similikity
Seoarang mahasiwi polos,cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya yang tak lain dengan dosennya sendiri yang begitu dingin. Tapi siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.
Bagaimanakah sikap mereka di kampus?
Akankah mereka saling mencintai?
__ADS_1
Apakah sang Dosen akan menerima jika dia tau jati diri gadis itu yang sebenarnya*?