Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 11


__ADS_3

"Assalamualaikum, Lora Micheal. Aku tidak tahu harus berkata apa, dan aku tidak tahu apakah keputusanku benar atau tidak karena aku masih merasa sepertinya kasihmu untuk Kak Arini, tapi kau datang menemui orangtuaku dan meminangku untuk di jadikan makmummu. Bismillah, In Shaa Allah aku bersedia menerimamu sebagai imamku."


Micheal memandangi layar smartphonenya itu dan ia membaca pesan Zenwa berkali-kali, sampai tak terhitung dan bahkan ia sampai hafal pesan itu. Micheal tidak tahu harus menjawab apa, jarinya gemetar saat hendak membalas pesan itu.


"Baiklah, kita bisa bicarakan...." Micheal menulis pesan itu dengan ragu, namun kemudian ia segera menghapusnya.


"Waalaikum salam, Zenwa. Aku senang kamu menerima..."


"Ck, memangnya aku senang?" tanya Micheal pada dirinya sendiri.


"Terus aku harus jawab apa?" gumam Micheal, ia hanya bisa uring-uringan di atas ranjangnya.


.........


Sementara di sisi lain, Zenwa pun memandangi layar ponselnya dan ia tetap dengan setia menunggu pesan dari Micheal. Namun setelah dua jam lebih menunggu, masih tak kunjung datang balasan yang Zenwa tunggu. Padahal beberapa kali Zenwa melihat Micheal yang typing, namun setelah itu menghilang.


"Bodoh sekali aku, kenapa aku menunggunya? Jika dia menarik pinangannya kembali, ya sudah. Dengan begitu aku bisa hidup lebih tenang, tanpa khawatir dengan perasaan Kak Arin," monolognya. Zenwa melirik jam dinding di kamarnya yang kini menunjukkan pukul 11 malamn, membuat Zenwa memekik terkejut.


"Astagfirullah, sudah malam rupanya." Zenwa pun segera meletakkan ponselnya ke atas nakas, kemudian ia mengambil wudhu sebagaimana kebiasaannya sebelum tidur.


.........


"Sudah jam 11, Arini pasti sudah tidur," gumam Micheal, ia mencoba menghubungi Arini namun tak ada jawaban, membuat Micheal menghela nafas berat. Ia pun meletakkan ponselnya di atas nakas, namun isi pesan Zenwa kembali terlintas dalam benaknya. Micheal menggeram tertahan, ia menyambar ponselnya kemudian beranjak turun dari ranjangnya.

__ADS_1


Micheal keluar dari kamarnya dan ia menuju kamar Mommy Firdanya. Micheal mengetuk pintu beberapa kali sambil berteriak memanggil Mommy dan Daddynya.


"Mom, Dad...!" teriaknya "Sudah tidur? Bangun!"


Sementara di dalam, Mommy Firda dan Daddy Gabriel yang baru saja hendak tidur harus terkejut karena gangguan dari putra mereka itu.


"Mau apa dia gannggu kita malam-malam begini?" gerutu Mommy Firda.


"Mau minta buatin susu kali," jawab Daddy Gabriel sekenanya yang membuat Firda langsung tertawa geli, ia pun merangkak turun dari ranjangnya dan segera membuka pintu.


"Ada apa, Micheal?" tanya Mommy Firda mengerutkan keningnya saat melihat Micheal yang tampak cemberut.


"Ini, aku bingung mau jawab apa..." Micheal menyerahkan ponselnya pada Mommy Firda, membuat Firda semakin bingung dan kerutan di keningnya semakin dalam, Mommy Firda pun mengambil ponsel Micheal dan membaca pesan Zenwa, seketika senyum sumringah mengembang di bibir Mommy Firda dan ia segera berlari menghampiri suaminya yang duduk bersandar di kepala ranjang.


"Zenwa menerima lamaran Micheal, Bang Gabriel. Lihat deh..." Mommy Firda menunjukkan pesan Zenwa pada suaminya dan suaminya pun tampak sangat bahagia.


"Ma Shaa Allah, tutur kata di pesannya saja sangat indah, sopan, menggambarkan bagaimana dia sebagai wanita muslimah yang terhormat," kata Daddy Gabriel dengan bangga.


"Benar, Bang Gabriel. Tapi..." kata Firda kemudian dan raut wajahnya berubah, tampak memikirkan sesuatu.


"Tapi apa, Sayang?" tanya sang suami.


"Disini Zenwa mengatakan, dia berfikir kasih Micheal untuk Arini," ujar Firda.

__ADS_1


"Bukan hanya Zenwa, kita pun berfikir demikian 'kan? Tapi mungkin Micheal memang hanya berteman dengan Arini, buktinya dia meminang Zenwa."


"Jadi bagaimana, Bang Gabriel?"


"Besok kita temui orang tua Zenwa, dan kita bicarakan pernikahan mereka supaya di gelar secepatnya."


Tbc...


.........


Iklan...


Sky bawain promo lagi nih, mampir kesana ya, dengan genre yang berbeda. Tentang bullyan dan balas dendam, tema mengubah takdir. Hem, pasti keren 'kan? Penasaran, yuk, intip sini.


Judul : Aku Tidak Jelek (You' re So Pretty)


Penulis : Pipih Permatasari


Blurb


Karena kecorobohan Aku yang berani mengungkapkan perasaannya terhadap Pimpinan Intern group membuat Aku di tolak mentah mentah, dihina sampai didorong masuk ke dalam kolam renang oleh seorang Juna Prakasa dan kekasihnya Olin Puspita. Aku pikir dia sama menyukaiku karena sudah berbuat perhatian lebih, ternyata dia hanya memanfaatkanku karena otakku pintar dan cerdas.


Akankah pembalas dendaman Aleena dan Veri berhasil membuat Juna berlutut dan menyesalinya?

__ADS_1



__ADS_2