
Beda halnya dengan Micheal yang masih cemberut karena sang istri yang berpura-pura merajuk, Daddy Micheal justru tampak sangat bahagi, wajahnya berbinar dan bibirnya terus tersenyum manis mengingat kejadian semalam.
Saat ini, Daddy Gabriel sedang membuat kopi sendiri, sementara Bi Eni dan Zenwa menyiapkan sarapan.
"Mommy mana, Dad? Kok buat kopi sendiri?" Tanya Micheal yang menyusul Zenwa ke dapur.
"Mommy lagi istirahat," jawab Daddy Gabriel sambil mengadu kopinya.
"Memangnya Mommy sakit?" Tanya Zenwa cemas.
"Engga, cuma masih mengantuk mungkin," jawab Daddy Gabriel dengan santai.
"Bukannya semalam Mommy langsung masuk kamar ya, Dad? Memangnya masih begadang?" Tanya Zenwa yang membuat Daddy Gabriel melongo, ia menoleh pada Micheal sementara putranya itu hanya cengengesan sembari mengambil buah jeruk dari kulkas.
"Bukan begitu, mungkin ... mungkin hanya masih mengantuk, itu saja," tukas Daddy Gabriel dan Zenwa hanya manggut-manggut sambil mengupas wortel.
"Oh ya, Mickey. Kenapa kamu belum mandi? Kita ke kantor pagi ini, habis sarapan langsung berangkat," tukas Daddy Gabriel yang membuat Micheal langsung merengut. Entah karena panggilan Mickey itu atau ajakan ke kantornya
"Dad, aku mau libur hari ini," rajuk Micheal.
__ADS_1
"Libur apa? Hari ini Jum'at, besok liburan," ujar ayahnya itu. "Mandi! Habis ini kita berangkat!" Tegas ayahnya itu yang membuat Zenwa terkekeh.
"Kerja, Sayang. Istrimu butuh nafkah yang lebih dari cukup," sambung Zenwa sambil terkekeh, yang membuat hati Micheal kembali menghangat. Ia mendekati istrinya, mengambil tepung dan mencolek pipi Zenwa dengan gemas, yang membuat Zenwa memekik terkejut. "Astagfirullah...." gerutu Zenwa kemudian ia mengambil tepung juga dan mencolek kedua pipi Micheal, membuat wajah tampan suaminya itu belepotan dengan tepung dan Zenwa tertawa puas melihat hal itu.
"Wah, beraninya kamu ya..." Micheal membalas Zenwa, dan alhasil terjadilah perang tepung antar keduanya yang membuat Bi Eni ikut tertawa geli, begitu juga dengan Daddy Gabriel.
Ia tersenyum senang melihat hubungan putra dan menantunya sepertinya jauh lebih baik dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.
"Memang nafkah yang aku kasih kurang, hm? Rasakan ini...." Micheal melempar tepung ke wajah Zenwa.
"Cukup kok, tapi kalau gajimu di potong 75%, pasti kurang," jawab Zenwa dan ia juga melempar tepung ke wajah sang suami.
"Tapi aku maunya punya suami yang pekerja keras, tidak minta sama ayahnya," ujar Zenwa yang juga tertawa lepas.
Micheal begitu terpana melihat tawa Zenwa yang begitu lepas, cantik, polos, murni, seolah semua keindahan menyatu dalam diri sang istri.
Sementara Bi Eni hanya meringis melihat dapurnya yang kini berantakan namun ia tak berani menegur Tuan dan Nyonyanya itu.
"Sudah, Bi. Jangan ganggu mereka," tukas Daddy Gabriel. "Bibi kerjakan yang lain saja, untuk sarapan biar aku pesan dari luar." lanjutnya kemudian ia keluar dari dapur. Bi Eni pun juga keluar, meninggalkan Micheal dan Zenwa yang masih asyik bercanda.
__ADS_1
Ummi Zainab yang hendak ke dapur juga di cegah oleh Bi Sum, ia menjelaskan bahwa kini dapur berada di bawah kekuasaan Zenwa dan Micheal, hal itu tentu membuat Ummi Zainab sangat bahagia, karena pernikahan putrinya ternyata baik-baik saja, tidak seperti yang ia cemaskan selama ini.
.........
Micheal mengantar Zenwa dan Ummi Zainab ke sekolah sebelum ia pergi ke kantor. Micheal tidak jadi libur, atau ayahnya benar-benar akan memotong gajinya.
"Nanti tidak usah jemput kalau kamu sibuk," kata Zenwa sembari mengoleskan lips gloss di bibir ranumnya itu, Micheal melirik istrinya itu, kemudian tangannya terulur dan mengusap sudut bibir sang istri. "Apa?" Tanya Zenwa terkejut atas sentuhan Micheal.
"Belepotan, Sayang," jawab Micheal yang membuat Zenwa merona, Ummi Zainab yang duduk di belakang hanya bisa menahan senyum.
"Ini yang kamu inginkan, Arini? In Shaa Allah, Nak. Keinginanmu terwujud, dua orang yang sangat kamu cintai sedang menata kebahagiaan mereka" Ia menggumam penuh haru dalam hati.
"Terima kasih," ucap Zenwa.
Tak lama kemudian mobil berhenti tepat di depan sekolah, Ummi Zainab langsung turun dengan antusias sementara Zenwa masih salim dulu pada Micheal seperti biasa.
"Jaga diri ya, Istri," tukas Micheal.
"Kamu juga, suami. Hati-hati," jawab Zenwa, saat ia hendak membuka pintu, tiba-tiba Micheal menarik tangannya dan langsung mendaratkan ciuman hangat tepat di bibir Zenwa yang membuat Zenwa langsung melotot terkejut.
__ADS_1
Tbc...