
"Mungkin penting, coba tanya dulu." saran Zenwa yang membuat Micheal merengut kesal, ia pun turun dari ranjang, berjalan menghentakan kaki membuka pintu.
"Apa sih, Dad?" Ketus Micheal yang membuat ayahnya itu mengernyitkan keningnya.
"Ada yang mau Daddy bicarakan, ayo! Kita ke ruanganmu!" Serunya.
"Besok saja ya, Dad...." Micheal meminta dengan memelas, tatapannya serta raut wajahnya begitu sendu.
"Ini penting, Mikail. Kamu mau membantu anak bernama Dila itu, kan? Nah, selain Aryan, ada beberapa rekan bisnis yang mau berpartisipasi dan menyumbang untuk membangun masjid itu. Sekarang, kita harus mengadakan meeting, sebentar saja!" Jelas ayahnya yang membuat Micheal semakin merengut kesal, ia menoleh, menatap istrinya yang masih ada di atas ranjang, menatapnya dengan lembut.
"Memangnya kenapa harus sama aku? Daddy saja yaa...." Ia benar-benar memelas sekarang, apalagi tatapan Zenwa yang seolah memanggilnya.
"Ya harus dong, Mickey. Sumbangan itu bukan dari uang perusahaan tapi dari uang pribadi kita, sumbangan Daddy dan sumbanganmu itu beda," tukasnya yang membuat Micheal hanya bisa menghela napas panjang.
"Baiklah ... baiklah, tapi sebentar saja, kan?" Tanya Micheal pasrah yang membuat kening ayahnya semakin berkerut dalam.
"Kamu kenapa sih? Sok sibuk banget," sungut ayahnya itu, Micheal mendengus tanpa membalas ucapan ayahnya. Ia justru menutup pintu, membuat Daddy Gabriel sedikit terkejut.
Micheal mendekati Zenwa sambil meringis, ia menggaruk tengkuknya. "Ada apa?" Zenwa bertanya dengan begitu lembut, selembut tatapannya.
"Daddy mau membicarakan soal sumbangan masjid itu, katanya mau di bicarakan sekarang," jawab Micheal lesu.
__ADS_1
"Oh ya sudah, tidak apa-apa." Zenwa berkata dengan antusias.
"Terus, kita bagaimana?" Tanya Micheal yang kembali merengut.
"Bagaiamana apanya?" Tanya Zenwa bingung.
"Yang tadi, kan belum di mulai," kata Micheal merajuk yang kembali membuat Zenwa tersipu.
"Tidak apa-apa, aku ... ehem ehem, aku akan menunggu kok," ucapnya yang tentu saja membuat hati Micheal kembali girang dan matanya kembali berbinar.
"Benar ya?" Tanyanya dan Zenwa mengangguk.
"Okey, jangan tidur dulu." Micheal langsung mengecup pipi Zenwa yang membuat hati Zenwa terkesiap dan kembali wajahnya merona. "Tunggu aku ya...." bisik Micheal dan lagi-lagi Zenwa mengangguk malu-malu.
"Sopan sekali kamu ya!" Daddy Gabriel berkata dengan sarkastik yang membuat Micheal cengengesan.
"Sorry, Dad," ujarnya namun ayahnya itu masih berkacak pinggang dengan tatapan yang begitu tajam. "Tadi aku sedang sibuk bersama Zenwa, Dad." lanjutnya, berharap sang ayah mengerti.
"Sibuk bersama Zenwa?" Tanya Daddy Gabriel dan Micheal langsung mengangguk cepat. "Memangnya sibuk ngapain?" Tanyanya lagi.
"Yah, masih di tanya. Kayak Daddy tidak pernah aja," sungut Micheal yang membuat ayahnya melongo dan ia langsung berfikir cepat.
__ADS_1
"Jadi, kalian ... kamu sama Zenwa...."
"Iya," jawab Micheal dengan cepat.
"Oh, begitu.... "Daddy Gabriel manggut-manggut, ia pun tersenyum kemudian mengacak rambut putranya itu dengan gemas.
" Ya sudah, lanjutkan gih! "Perintahnya yang membuat Micheal tersenyum girang dan ia langsung kembali masuk ke kamarnya. Daddy Gabriel hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah putranya itu.
Daddy Gabriel kembali k ruang kerja Micheal, dimana sudah ada istrinya disana.
"Loh, Michealnya dimana?" Tanya Mommy Firda yang melihat suaminya datang sendiri.
"Lagi sibuk, Sayang. Tidak bisa di ganggu," jawabnya sambil tersenyum penuh makna.
"Sibuk? Jam segini?" Tanya Mommy Firda dengan kening berkerut.
"Iya, sibuk bersama Zenwa."
Tbc...
...Tak sabar menunggu unboxing Micheal Zenwa?...
__ADS_1
^^^Jangan lupa kasih giftnya, ya. Siapa tahu Micheal masuk ranking karya baru di 10 besar. Hehe.^^^
...Thank you and I love you all 😘...