Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 129 - Hati Yang Lapang


__ADS_3

"Pabrikanya masih lelah katanya, Mom. Libur sebentar."


Zenwa yang saat ini sedang membersihkan ranjangnya langsung menoleh saat mendengar apa yang di katakan suaminya itu.


Sementara Micheal saat ini sedang duduk bersila di sofa dengan ponsel yang menempel di pipinya. Micheal hanya mengenakan celana pendek dan ia tak memakai baju, menampilkan sebagian tubuh atletisnya yang sebenarnya sangat mengganggu mata Zenwa. Apalagi ada banyak bekas kemerahan di leher dan dadanya karena karena ulah Zenwa.


"Sayang, kamu bicara apa sama ibu mertua?" Tanya Zenwa setengah berbisik.


"Mom tanya apakah kamu sudah positif hamil karena dua hari yang lalu kamu mual dan pusing, aku jawab belum. Terus Mom tanya lagi, bagaimana program hamil kita. Ya aku jawab saja pabriknya lagi capek," kata Micheal yang membuat Zenwa melongo.


Ia pun langsung menyambar ponsel Micheal. "Halo, Mom. Assalamualaikum," sapa Zenwa kemudian ia berdeham karena merasa malu sekaligus gugup, sementara Micheal hanya terkekeh geli melihat raut wajah Zenwa. "Ehem ehem..."


"Waalaikum salam, Zenwa. Ada apa?" Tanya Mom Firda dan suaranya itu terdengar seperti menahan tawa.


"Tidak apa-apa, Mom. Em hanya saja ... hanya saja, em apa kabar orang rumah?" tanya Zenwa kemudian dan terdengar suara tawa ibu mertuanya.


"Kami baik-baik saja. Oh ya, sudah dulu ya, Mom mau pergi kondangan, kamu jaga diri ya!"


"Iya, Mom. Assalamualaikum."


"Waalaikum salam."


Zenwa mengembalikan ponsel itu pada suaminya dengan wajah yang cemberut.


"Kamu kalau bicara yang begitu jangan terlalu jujur, Sayang. Aku kan malu," kata Zenwa kemudian ia kembali melanjutkan aktifitasnya membersihkan kamar. Ia memungut lingerie-nya yang semalam di robek oleh Micheal kemudian di lemparkan ke lantai dengan asal, Zenwa menatap lingerie itu dengan wajah yang cemberut.


"Ini mahal banget, kamu malah robek. Nggak bisa di jahit lagi," gerutu Zenwa kemudian ia memungut baju Micheal termasuk celananya.


"Hehe, nanti aku belikan yang baru," kata Micheal, ia beranjak dari tempat duduknya dan memeluk Zenwa dari belakang.


"Jangan mulai deh, Sayang, aku mau nyuci," rengek Zenwa. Micheal justru mencumbu leher Zenwa dengan nakal namun aktifitasnya itu terhenti saat ponselnya kembali berdering.

__ADS_1


Micheal segera menjawab panggilan itu sementara Zenwa dengan cepat melakukan pekerjaannya atau Micheal akan mengganggunya.


Sementara Micheal, ia tampak berbicara serius dengan seseorang di seberang telfon, keningnya berkerut dalam, raut wajahnya seperti orang yang keberatan melakukan sesuatu, namun setelah itu kemudian ia tersenyum dan berkata. "Baiklah, In Shaa Allah malam ini aku dan Zenwa akan datang."


.........


Malam ini ternyata hari ulang tahun ibunya Arsyad, sungguh sangat kebetulan karena ternyata ulang tahunnya hanya selisih satu hari dari hari ulang tahun Zenwa. Arsyad mengundang Micheal dan Zenwa untuk menghadiri acara ulang tahun itu, dan Arsyad lah yang menghubungi Micheal tadi siang.


"Sudah belum, Sayang?" Teriak Micheal dari bawah. "Dandannya jangan terlalu cantik, nanti ada yang naksir, aku tidak ridho lho!" lanjutnya dan tak lama kemudian Zenwa turun dengan gaun yang sederhana dan dandanan yang juga sangat sederhana.


Seperti inilah Zenwa sekarang, ia tidak akan selalu berpenampilan sederhana jika pergi keluar apalagi saat pergi bertemu banyak orang seperti ini, itu adalah perintah Micheal.


Keduanya pun berangkat menuju acara ulang tahun Ummi Arsyad yang di adakan di rumah Arsyad.


Dan disana, Zenwa bertemu dengan Raisa, yang tak lain adalah Ibu Javeed.


Untuk pertama kalinya Raisa melihat Zenwa, ia tersenyum pada Zenwa, menyambutnya dengan hangat.


"Aku minta maaf atas apa yang di lakukan putraku, Zenwa. Percayalah! Dia sudah berubah sekarang," tukasnya dengan memelas, bahkan Raisa melipat kedua tangannya di depan dadanya, memohon pada Zenwa.


Zenwa langsung menggenggam tangan Raisa dan berkata. "Aku sudah memaafkannya jauh sebelum Tante meminta maaf, aku mengerti, darah mudanya masih membara, fikirannya masih labil, dan aku percaya dia akan berubah."


Raisa tersentuh mendengar jawaban Zenwa yang begitu tulus, hal itu membuatnya merasa iri pada Zeda Firdaus.


"Betapa beruntungnya Zeda Firdaus memiliki menantu sepertimu, Zenwa. Kau sangat berhati lapang, ibu mertuamu juga begitu."


"Bukankah sudah begitu seharusnya, Tante? Memaafkan itu mengurangi beban hidup kita sendiri."


Tbc....


Hai, Readers sayang. 😘 SkySal bawain cerita seru dari Dini Ratna neh, yang berjudul Anak Genius - Ayahku CEO Sombong.

__ADS_1


Ceritanya bagus dan seru banget loh, mampir ya. 😘


Cuplikan Bab


Brugh.. Brugh ..Brugh..


Seorang gadis di lempar ke luar oleh ayah ya sendiri beserta barang barang dan pakaian nya .


"Pa..papa .. dengarkan aku dulu pa " ucap gadis itu di iringi dengan tangis .


"Dasar anak tak tahu di untung, kau memalukan ku saja" bentak laki laki yang di panggil nya papa.


"Pa.. Shila mohon jangan usir Shila pa .. Shila mau tinggal dimana pa Shila gak punya siapa siapa selain papa " ujar Shila gadis yang di usir ayah ya.


"HAlah ,udah pa gak usah di kasihani anak seperti dia memalukan keluarga saja" ujar wanita yang di samping ayah Shila dia adalah ibu tiri Shila yang memang tidak suka dengan Shila .


"Ma .. Shila mohon ma .. jangan usir Shila " ujar Shila pada ibu tiri nya .


"Aku tidak peduli kau mau tinggal dimana , anak seperti mu memang pantas di usir " bentak laki laki itu. Lalu kembali masuk ke dalam rumah meninggalkan Shila yang terduduk di tanah.


"Pa..papa .. dengarkan Shila dulu pa " teriak Shila yang tak di indahkan papa nya


"Untuk apa kau berteriak .. papa mu tidak akan mendengarkan mu kamu sungguh membuat keluarga mu malu " cibir ibu tiri nya yang tersenyum sinis


"Cepat pungut baju baju mu dan pergi dari sini " pekik ibu tiri nya , seperti nya dia begitu puas dengan memarahi Shila .


Dugh..


Ibu tiri nya masuk ke dalam rumah membanting pintu keras membuat Shila terkesiap .


Shila memungut satu persatu baju nya untuk di masukan kedalam koper setelah selesai memasukan semua baju nya Shila pergi meninggalkan rumah nya .

__ADS_1



__ADS_2