
"Siapa yang memesan jaring-jaring begini?" Tanya Zenwa dengan polosnya. Ia mengambil kain aneh itu dari tangan ibu mertunnya, Zenwa meniliknya, seolah meneliti benda asing itu, keningnya berkerut dalam.
Sementara Mom Firda langsung memelototi suaminya itu yang justru hanya cengengesan sekarang, beda halnya dengan Micheal yang melongo saat melihat benda itu di pegang Zenwa.
"Dad, Zenwa rasa orangnya salah kirim, ini sudah rusak, hancur, lihat tuh! " Zenwa memberikan benda itu pada Ayah mertunnya namun justru Micheal yang menyambarnya dan ia langsung melemparnya ke Daddy Gabriel, yang secara spontan di tangkap oleh pria paruh baya itu.
"Sudah, kita ke kamar!" Ajak Micheal dan ia merangkul Zenwa, namun Zenwa justru melepaskan diri dari Micheal.
"Dad, Zenwa rasa Daddy harus komplain, masak baju rusak begitu yang di kirim? Sudah gitu harganya mahal lagi," gerutu Zenwa yang membuat Micheal hanya bisa menahan senyum geli. Ia pun langsung menutup mata Zenwa dengan kedua tangannya yang membuat Zenwa langsung protes." Apa sih? "
"Jaga pandangan!" Tegas Micheal. "Ayo ke kamar!" Perintahnya.
"Kamu kenapa bisa pesan barang begituan sih, Bang Gabriel?" Desis Mom Firda setengah berbisik.
"Aku kan cuma mau kasih kejutan, Sayang," kilahnya. "Tapi anak itu mengacaukannya." Ia menatap penuh dendam pada Micheal yang hanya cengengesan tanpa beban.
"Lepasin...." gerutu Zenwa sembari berusaha menyingkirkan tangan Micheal dan Micheal pun melepaskan tangannya, Zenwa mngucek matanya sambil merengut.
"Ayo, Sayang. Kita ke kamar...." Daddy Gabriel mengandeng tangan istrinya itu sambil tersenyum manis. Firda mencubit pinggang suaminya itu dengan gemas, yang membuat sang suami meringis sambil terkekeh.
__ADS_1
Seperti Daddy Gabriel yang membawa istrinya ke kamar, Micheal pun melakukan hal yang sama.
Namun, istri daddy Gabriel sudah pasti hanya bisa tersipu saat mengingat benda yang di belikan suaminya, beda halnya dengan istri Micheal yang justru membuat Micheal pusing karena celotehannya.
"Aku benar-benar tidak menyangka, orang cerdas dan kaya seperti Daddy masih bisa di tipu, masak barang rusak begitu yang di kirim." Micheal memijat pangkal hidungnya mendengar apa yang di katakan istri polosnya itu.
"Kalau aku jadi Daddy, pasti aku sudah komplain, harganya mahal banget," tukasnya dengan mata yang melebar.
"Zenwa, sebentar lagi adzan, kamu mandi gih...." Micheal mencoba mengalihkan topik, karena ia tidak tahu harus menjawab apa.
"Iya, ini aku juga mau mandi," jawab Zenwa sembari mencari bajunya di lemari.
"Tapi, aku suka warna yang tadi itu, merah menyala," ucapnya dengan antusias yang membuat Micheal meringis.
"Iya, ini aku juga mau mandi," jawab Zenwa lagi masih sambil mencari baju yang mau ia pakai. "Tadi aku fikir apa yang kalian perebutkan, rupanya cuma baju rusak. Kasihan sekali Daddy, dia pasti kesal karena barang pesanannya tidak sesuai ekspektasi." lanjutnya yang membuat Micheal merasa gemas, antara ingin tertawa atau merasa ingin marah karena Zenwa terus mengoceh.
"Itu bukan barang rusak, Zenwa. Bentuknya memang begitu, namanya lingerie," tukas Micheal akhirnya. Zenwa langsung menoleh setelah menutup pintu lemari.
"Lingerie?" Tanya Zenwa dan Micheal mengangguk pelan. "Aku seperti pernah mendengar nama itu, tapi dimana ya? Dari siapa?" Zenwa melirik ke atas, seolah menerawang sesuatu.
__ADS_1
"Kamu benar-benar tidak tahu apa itu lingerie?" Tanya Micheal dan Zenwa menggelengkan kepalanya. "Memangnya kamu tidak pernah melihat benda itu? Di sosial media begitu? Di majalah? Atau di pusat perbelanjaan pakaian wanita?" cecar Micheal namun Zenwa menggeleng.
"Astagfirullah, di tahun berapa kamu hidup, Zenwa?" Tanyanya tak percaya sementara Zenwa hanya mengedikan bahu
"Jadi, yang tadi itu namanya lingerie? Tapi kan tidak bisa di pakai, seperti jaring begitu, cuma tali, barang mubadzir itu," ucapnya dengan kening berkerut yang membuat Micheal semakin gemas sekaligus kesal pada istrinya ini.
"Astagfirullah, Sayang...." Geram Micheal. "Nanti aku belikan, biar kamu tahu fungsinya," ujarnya yang membuat Zenwa meringis.
"Tidak usah, buat apa? Aku bisa masuk angin pakai itu, pasti aneh juga di pakainya."
"Engga aneh, banyak kok wanita yang memakainya," jawab Micheal. "Mereka menyebutnya seragam dinas."
"Seragam dinas? Dinas kemana pakai kain tali begitu?"
"Astagfirullah...." Micheal mengelus dadanya, sungguh ia merasa beruntung mendapatkan Zenwa yang murni dan tak ternoda dengan fikiran yang melenceng, namun ia juga kesal karena Zenwa justru banyak bertanya yang membuat Micheal kesal.
Micheal pun mengambil ponselnya, ia mencari gambar lingerie di internet dan menunjukkannya pada Zenwa yang membuat kedua bola mata Zenwa langsung melotot sempurna.
"Astagfirullah, Lora Micheal...." Pekiknya sembari merebut ponsel Micheal.
__ADS_1
"Kenapa kamu melihat begituan? Itu Aurat, dosa...!"
Tbc...