Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 97 - Sisi Yang Terpendam


__ADS_3

"Begini cara menyelesaikan masalah tanpa meninggalkan jejak, santai, rapi, di tempat umum, dan yang paling penting, jangan panik!"


"Bagaiamana kau bisa melakukan itu?"


"Berlatih, Tuan Javeed Agarwal."


Javeed tersenyum puas, apa yang ia inginkan terjadi, yaitu sebuah pembalasan dendam atas kematian ayahnya. Ia tak mampu melakukannya sendiri, maka ia menyuruh orang lain.


"Jadi, putri kesayangan Gabriel Emerson itu benar-benar sudah sekarat sekarang?" Tanya Javeed pada pria yang telah menusuk Zenwa atas perintahnya.


"Aku bisa memastikan itu, apalagi jarak rumah sakit yang jauh, Zeda Humaira itu pasti kehilangan banyak darah," jawab pria itu dengan bangga. Kemudian ia menarik sesuatu yang menempel di jari-jarinya, sebuah benda berbentuk plastik elastis untuk menutupi sidik jarinya.


Javeed begitu kagum dengan kinerja pembunuh bayaran yang ia sewa untuk membunuh targetnya, yaitu Zeda Humaira Emerson.


Javeed tidak pernah tahu putri bungsu Gabriel itu, namun dari artikel dan berbagai sumber yang ia kumpulkan, ia mendapatkan kesimpulan bahwa seseorang yang paling berarti dalam hidup Gabriel adalah putrinya, dan itu masuk akal mengingat Gabriel tidak memiliki putri selain Zeda Humaira.


Namun tanpa Javeed sadari, Javeed telah salah menargetkan seseorang karena kurangnya pengamatan serta tidak matangnya rencana yang ia buat.


Maklum, javeed hanya hidup sebagai penipu, bukan penjahat.

__ADS_1


"Dan kau tenang saja, polisi tidak akan mengarah padamu, aku sudah mengatur rencana untuk mengalihkan perhatian mereka," kata pria itu sembari menyulut rokoknya.


Javeed mengeluarkan tiga gepok uang dan memberikannya pada pria itu, sebagai bayaran atas tugas yang berhasil di lakukan dengan baik, menurutnya.


...... ...


Dua hari sudah berlalu, kesabaran Micheal memulai menipis karena polisi belum juga menemukan pelakunya.


Mommy Angeline dan Mommy Firda terus mengawasi dan berada di sisi Micheal, mereka terus berusaha menguatkan serta menenangkan amarah Micheal yang perlahan mulai memuncak seiring menipisnya kasabaran yang ia punya.


Kedua ibunya itu mengenal Micheal, dan terkadang Micheal menunjukan sisinya yang berbeda di saat seperti ini.


Mungkin, ia hidup seperti orang yang normal. Namun, darah keturunan mafia masih mengalir di nadinya, sedikit banyak, watak seorang mafia akan menurun padanya.


Ayah mertuanya serta Oma Opa Zenwa kini sudah berada di Jakarta, saat mendengar keadaan Zenwa, mereka tak membuang waktu sedikitpun untuk mendatangi putri kesayangan mereka. Mereka pun terkejut, sedih, takut setelah melihat keadaan Zenwa, namun mereka tak bisa apa-apa selain berdo'a.


Dan selama dua hari ini juga, Zenwa masih tidur, dengan sangat tenang, seolah ia enggan bangun.


"Kira-kira kapan Zenwa bangun?" Micheal menoleh saat mendengar suara Omanya yang parau itu. Micheal menatap mata Oma yang begitu sayu. Sejak datang ke Jakarta, omanya itu belum tidur dengan nyenyak, ia selalu bertanya kapan Zenwa bangun, sehingga ia enggan tidur. Katanya, ia takut Zenwa bangun saat ia tertidur nanti.

__ADS_1


"Sebentar lagi," jawab Opa sambil tersenyum. Senyum yang bahkan tidak sampai ke matanya.


Hati Micheal seperti di remas, apalagi saat ia menatap mata ibu mertuanya, yang terlihat begitu sedih, takut, cemas, namun sudah tak ada lagi air mata yang mengalir keluar setelah kedatangan Abi Hamka.


"Iya, bu. Tunggu saja," sambung Abi Hamka. "Nanti Zenwa pasti bangun." lanjutnya.


"Tapi sudah dua hari dia pingsan, Hamka. Itu sudah terlalu lama," ucapnya dengan suara yang serak dan bergetar. Hati Micheal semakin sakit, dadanya semakin sesak, darahnya semakin panas.


Sudah dua hari...


Zenwa tidak bangun, tidak ada kemajuan, sama seperti penyelidikan polisi.


Rahang Micheal mengetat, tatapannya yang sejak tadi sayu kini berubah. Ia beranjak dari kursinya dan hendak pergi namun Mommy Angeline menahan tangannya.


"Mau kemana?" Tanya Mommynya itu.


"Ke toilet, Mom," jawab Micheal dingin. Mommy Angeline menatap putranya itu sejenak sebelum akhirnya ia melepaskan tangan Micheal.


.........

__ADS_1


"Aku butuh bantuanmu, Zachary. Aku tidak bisa menunggu polisi, aku menginginkan mereka sekarang juga!"


Tbc....


__ADS_2