
"Kami pulang dulu ya, Nak. Besok jika kami ada waktu, kami akan kesini lagi," kata Mom Angeline sembari memeluk Zenwa yang saat ini sedang duduk di sofa bersama Aira dan keluarga yang lain.
"Iya, Mom. Tidak apa-apa," jawab sambil tersenyum manis.
Setelah Mom Angeline dan Daddy Aryan pergi, Micheal justru baru datang dari dapur dengan membawa segelas air jahe untuk sang istri yang katanya mengalami nyeri haid.
"Sudah pulang mertuamu itu?" Tanya Micheal pada Zenwa dan Zenwa terkekeh sambil mengganggukan kepalanya.
"Oh ya, besok sore kalian juga harus pulang! Ibu kalian sudah ngomel-ngomel karena kalian kelamaan disini," kata Daddy Gabriel pada Jibril dan Aira.
"Iya." Aira menjawab sambil tersenyum, beda halnya dengan Jibril yang hanya menggangguk sementara tatapannya masih fokus pada layar ponsel di depannya.
"Sepertinya Ummi juga akan pulang, Nak. Itu pun jika kamu merasa lebih baik," kata Ummi Zainab kemudian pada Zenwa.
"Iya, Ummi. Disini banyak yang menjaga Zenwa kok, sementara di rumah Abi justru sendirian dan pasti butuh Ummi," kata Zenwa dan sang Ibu hanya menanggapinya dengan senyum hangat.
"Jibril...!" seru sang ayah dan seketika Jibril langsung mendongak. "Apa kamu punya kekasih?" Pertanyaan tiba-tiba sang ayah itu tentu saja membuat Jibril terkejut, pupil matanya membesar dan alisnya terangkat. Sementara Micheal dan Aira justru tertawa seolah mengejek.
__ADS_1
"Kenapa kalian tertawa?" Tanya Daddy Gabriel
"Pertanyaanmu sudah pasti jawabannya tidak, Dad!" Kata Micheal dengan yakin.
"Benar, Abi. Kak Jibril seperti es batu, dingin. Ekspresi wajahnya seperti papan, datar," sambung Aira.
"Daddy bertanya seperti itu karena sejak tadi Jibril terus saja sibuk dengan ponselnya," kata Daddy Gabriel.
"Oh itu, dia main game, Dad," kata Micheal sok tahu namun tiba-tiba Jibril justru menyanggah ucapan kakaknya itu.
"Tidak, aku memang sedang bertukar pesan dengan seorang wanita!"
"Masak? Orang mana?" Tanya Aira antusias.
"Usinya berapa? Masih sekolah atau sudah bekerja? Orang kota atau orang desa?" Micheal juga bertanya dengan antusias.
"Kamu kenal keluarganya?" Tanya Daddy dengan raut wajah yang sangat serius, Jibril menatap keluarganya itu satu persatu kemudian ia terkekeh dan itu membuatnya semakin terlihat tampan.
__ADS_1
"Aku bilang hanya sedang bertukar pesan dengan wanita, bukan menjalani hubungan dengan wanita," kata Jibril dengan tenangnya dan seketika adik, kakak serta ayahnya itu melongo sebelum akhirnya menepuk jidat mereka sendiri.
"Astaghfirullah, hampir saja kamu bikin Daddy jantungan!" Gerutu Gabriel. "Memang siapa yang sedang bertukar pesan sama kamu?" Tanyanya.
"Bertukar pesan? Bahasanya formal sekali," sambung Micheal.
"Mommy...." jawab Jibril sembari menunjukkn pesan ibunya yang memintanya segera pulang, tak lupa sang ibu meminta Jibril menjaga Aira, menjaga diri, jangan banyak main hp dan sebagainya dan seketika semua orang tertawa geli dengan kekonyolan Jibril yang selama ini seperti robot.
"Ternyata kamu bisa bercanda juga ya," kata Zenwa pada adik ipar nya itu. Jibril hanya tersenyum sama. "Kalau kalian semua pulang, aku pasti kesepian nanti karena keberadaan kalian disini membuatku sangat bahagia." Lanjut nya.
"Meski tak bersama kita masih bisa bahagia bersama kok," kata Micheal sembari mengelus pundak sang istri. "Yang penting kita sama-sama sehat, sama-sama saling menjaga lewat do'a."
"Seperti hubungan kami denganmu, Kak Arin. Kami bahagia disini dan Zenwa harap Kak Arin juga bahagia disana, Zenwa ingin kita bahagia bersama meski kita tak bersama."
Tbc...
Semakin mendekati End ya, di episode selanjutnya hanya akan fokus pada kehidupan Micheal dan Zenwa. Untuk tokoh Arshad dan Javeed, akan bertemu d kisah Aira nanti.
__ADS_1
btw mampir juga ke novel Author Harumini yang berjudul My Wife Sugar Mommy. bagus loh. mampir ya.