Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 25


__ADS_3

Tinggal satu rumah dan tak pernah bertatap muka, terikat dengan ikatan sakral namun tak pernah saling bertegur sapa.


Hati yang terluka itu seperti kaca yang pecah, sekalipun bisa di susun kembali, namun tak akan bisa menyatu sempurna, tak akan memantulkan bayangan yang sempurna.


Begitu juga dengan hati Zenwa, seminggu setelah kematian sang kakak. Zenwa masih tak ingin berbicara dengan suaminya yang merupakan cinta dari kakaknya. Dan setelah berfikir cukup lama, Zenwa memutuskan akan meminta cerai namun ia masih bingung bagaimana mengutarakan keinginannya itu dan bagaimana perasaan orang tuanya nanti. Namun di sisi lain, Zenwa tak mungkin sanggup hidup bersama pria yang mencintai wanita lain.


"Dan wanita itu kakakku sendiri," gumam Zenwa putus asa.


Selama seminggu tinggal di rumah istrinya namun tidak di kamar istrinya tentu saja membuat Micheal sedih, apalagi Zenwa yang selalu menghindarinya. Membuat Micheal frustasi dan hampir putus asa, selama seminggu ini, ia berusaha mendekati Zenwa, namun setiap kali Micheal keluar dari kamarnya, Zenwa akan langsung masuk ke kamarnya juga.


Rasa sakit karena di tinggal Arini masih terasa di hatinya, di tambah rasa sakit atas perlakuan Zenwa, membuat luka Micheal seolah semakin dalam.


Orang tua Zenwa juga selalu membujuk Zenwa, namun pintu hati Zenwa sepertinya masih tertutup rapat untuk Micheal.

__ADS_1


"Aku harus menunggu sampai kapan?" gumam Micheal frustasi. Ia pun segera keluar dari kamarnya dan menghampiri kamar Zenwa.


Bukannya mengetuk kamar Zenwa, Micheal justru menggedornya membuat Zenwa yang sedang tidur terlonjak kaget.


"Zenwa!" teriak Micheal seperti orang gila.


Ummi Zainab yang ada di kamarnya pun juga terkejut, ia segera keluar dan mengintip Micheal.


"Zenwa, keluar!" teriak Micheal yang tentu saja membuat Zenwa marah, ia segera menyambar jilbabnya dan mengenakannya, kemudian Zenwa membuka pintu dan langsung menatap Micheal dengan tajam.


"Rumah ini memang seperti hutan bagiku, luas tapi aku tidak tahu dimana tempatku," tukas Micheal.


"Kamu mau apa?" tanya Zenwa.

__ADS_1


"Kita bicara baik-baik, Zenwa. Mau sampai kapan kita seperti ini terus?" tanya Micheal dengan lirih, Zenwa membuka mulutnya untuk menjawab, namu kemudian ia kembali mengatupkan mulutnya.


"Aku mohon, Zenwa. Aku tahu kamu marah sama aku, kamu juga tidak mau mendengarkan penjelasanku maupun penjelasan Arini. Lalu mau kamu apa?" tanya Micheal yang membuat Zenwa terkesiap, ia kembali mengingat pertemuan terkahirnya dengan sang Kakak yang sampai detik ini masih ia sesali.


"Masuk..." ujar Zenwa tiba-tiba sembari membuka pintu lebih lebar, Micheal terlihat sedikit bingung namun kemdian ia pun melangkah masuk ke kamar Zenwa untuk pertama kalinya.


Ummi Zainab tersenyum senang melihat Zenwa yang mempersilahkan Micheal masuk ke kamarnya.


"Ya Allah, semoga ini menjadi awal yang baik untuk hubungan mereka. Aku tahu, mungkin memang Micheal mencintai Arini, namun aku juga yakin, Micheal tahu cara memperlakukan Zenwa sebagai istrinya dengan layak."


Zenwa kini menutup pintu kamarnya, ia berdiri di belakang pintu sedang Micheal berdiri di depannya. Selama beberapa saat, keduanya diam dalam posisi yang sama hingga akhirnya Zenwa meminta Micheal duduk di kursi yang ada di dekat jendela, Zenwa pun duduk di tepi r, menghadap Michael.


"Kamu mencintai Kakakku 'kan?"

__ADS_1


"Aku memang mencintai Kakakmu, tapi hatiku memilihmu menjadi makmumku."


Tbc...


__ADS_2