Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 116 - Kena Kau


__ADS_3

"Dimana adikmu, Jibril?" Tanya Daddy Gabriel yang baru saja keluar dari mobil.


"Sudah tidur, Dad," jawab Jibril.


"Kok tumben cepat tidur? Masih jam segini...." Daddy Gabriel berkata sembari melirik arloji yang melingkar di tangannya.


"Tadi dia tidur sejak di mobil, Dad. Jadi aku langsung bawa dia ke kamar," jawab Jibril dan keduanya pun memasuki rumah secara beriringan.


"Ada siapa di rumah?" Tanya Daddy Gabriel karena ia mendengar ada suara asing dari dalam rumahnya.


"Tadi kami tidak sengaja menabrak orang, Dad. Kami membawanya untuk di obati."


"Seharusnya kamu membawa dia kerumah sakit, bukan ke rumah, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan orang itu?"


"Hanya lecet sedikit, Dad. Aku juga tidak mungkin membawa Aira kembali ke rumah sakit, dia sudah sangat mengantuk."


Daddy Gabriel hanya mengangguk-anggukan kepalanya mendengar apa yang di katakan putranya itu dan saat ia sudah berada di ruang tamu, Javeed menoleh dan seketika keduanya melotot terkejut bahkan dengan mulut yang terbuka lebar.


"KAMU????" keduanya memekik secara bersamaan yang membuat Jibril terlihat bingung, keningnya berkerut bahkan alisnya sampai menyatu, Javeed langsung berdiri.


"Dad, kau kenal dia?" Tanya Jibril namun Gabriel tak merespon pertanyaan itu. Raut wajah terkejutnya berangsur berubah, bak iblis yang menemukan mangsanya.


Sementara Javeed, seketika ia merasa lemas tak berdaya. Mau lari lagi? Kemana? Lewat pintu mana? Javeed hanya bisa menahan napas dengan tatapan yang penuh antisipasi, seolah takut Daddy Gabriel menyerangnya apalagi saat ia melihat pria paruh baya itu kini berseringai dengan tatapan yang mengintimidasi.

__ADS_1


"Jibril, jadi dia orangnya?" Tanya Daddy Gabriel. "Bi, tolong buatkan teh atau kopi untuk tamu kita," ujarnya kemudian yang membuat Javeed bergidik ngeri, Gabriel Emerson terlihat seperti psycho berdarah dingin yang sedang bermain-main dengan korbannya.


"Baik, Tuan," jawab Bi Eni namun kini ia menatap curiga pada Javeed, Bi Eni sudah bekerja sangat lama dan ia mengenal seperti apa Gabriel, jika di lihat bagaimana mantan Don Mafia itu menatap Javeed, maka sepertinya Javeed dalam masalah besar.


"Kamu juga, Jibril. Kenapa kamu tidak menyajikan apapun untuk orang yang sudah kamu tabrak? Setidaknya sediakan air putih, cemilan, buah, atau apa saja. Dia pasti shock karena..." Daddy Gabriel menatap Javeed dengan tajam "Karena nyawanya hampir saja melayang." Daddy Gabriel mendesis tajam, memberikan sindiran pedas untuk anak muda yang telah mengusik keluarganya.


Javeed hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah, ini pertama kalinya ia berhadapan dengan Gabriel Emerson. Sementara Jibril, ia semakin kebingungan dengan sikap ayahnya, dan Jibril sudah membuka mulut untuk berbicara namun tiba-tiba Daddy Gabriel berkata. "Hubungi uncle Gio, Jibril. Katakan ikan sudah siap di meja makan dan siap di hidangkan untuk makan malam."


"Maksudnya?" Tanya Jibril yang semakin bingung sementara Javeed semakin cemas, ia melirik kesana kesana sembari memutar otak, mencari solusi atas masalah ini.


"Lakukan saja, Putraku! Sejak kapan kau bertanya apa maksud dari perintah ayahmu?" Jibril yang mendengar ucapan tak biasa ayahnya itu langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Uncle Gio.


"Ayo, Nak...." Daddy Gabriel menarik lengan Javeed bahkan ia meremas lengan pria itu dengan kuat membuat Javeed meringis sakit, Gabriel menyeret Javeed ke dapur dan memaksa Javeed duduk di kursi.


"Jadi, kau putra Raisa? Kau balas dendam atas kematian ayahmu?" Tanya Daddy Gabriel dengan tajam.


"Iya!" Javeed menjawab dengan tegas bahkan ia menggebrak meja, Daddy Gabriel tidak terkejut, ia justru terkekeh, meremehkan kemarahan Javeed.


"Kamu masih kecil," Gabriel berkata dengan tenang, sementara Bi Eni justru datang dan menyajikan teh panas untuk Javeed dengan tenang dan dalam hitungan detik, Javeed menyambar gelas teh itu kemudian hendak menyiramkannya ke Gabriel namun Daddy Gabriel dengan gesit menghindar.


"Kau...." geram Daddy Gabriel marah, Javeed juga menyambar pisau buah dan hendak menyerang Daddy Gabriel namun seketika ia terjatuh saat ada anak panah menancap di pahanya.


***Tbc...

__ADS_1


Hai, tegang engga neh? Engga ya, konflik ringan, kan?


Btw, mampir ke karya teman SkySal yang satu ini ya, jangan lupa sampaikan salam Sky pada Kak Nazwa.


Judul : Maafkan aku, Istriku


Penulis : Nazwatalita


Blurb


Perjuangan Abimanyu untuk mendapatkan kembali cinta Renata, sang istri yang telah berulang kali disakitinya.


Tidak mencintai gadis yang menjadi wasiat terakhir ibunya membuat Abimanyu seringkali menyiksa dan menyakiti hati Renata hingga berkali-kali.


Akankah Bima bisa kembali mendapatkan cinta istrinya? Sementara hati Renata telah mati rasa akibat perbuatan Abimanyu yang telah menyebabkan buah hati dan ibunya meninggal dunia.


"Mas Bima-"


"Panggil aku Tuan seperti biasanya, karena kau hanyalah seorang pembantu di sini!"


"Ta-tapi Mas, kata Nyonya-"


"Ibuku sudah meninggal. Aku menikahimu karena keinginan ibuku, Jai kau jangan berharap dan bermimpi kalau aku akan menuruti keinginan ibuku untuk menjagamu!"

__ADS_1


"I-iya, Tu-Tuan*** ...."



__ADS_2