Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 43


__ADS_3

"Mom, dimana?"


"Bukannya mengucapkan salam, malah langsung tanya dimana, ada apa?" Micheal cengengesan mendengar teguran Mommy nya dari seberang telfon.


Karena apa yang ia ucapkan secara tidak sengaja pada Zenwa, kini ia harus mempertanggung jawabkannya dengan mengajak mommy nya makan malam bersama, supaya ia tidak ketahuan berbohong oleh Zenwa.


"Maaf, Mom. Ini penting, tadi aku ajak Zenwa dinner, tapi aku bilang Mommy yang ngajak untuk menyambut kedatangan Zenwa," ucapnya lesu.


"Mom bukannya tidak mau, Mickey. Tapi malam ini tidak bisa, besok malam saja ya."


"Yeah, kenapa begitu, Mom? Itu menantu Mommy datang ke Jakarta sebagai istriku, masak tidak ada penyambutan sama sekali? Nanti Zenwa sedih, di kiranya menantu tidak di harapkan." rengeknya yang tentu saja membuat ibunya menghela napas berat.


"Biar Mom yang bicara sama Zenwa," ujar Mommy Angeline kemudian ia memutuskan sambungan telfonnya yang membuat Micheal melongo. Apalagi ketika ia mencoba menghubunginya, telfon Mommynya justru sibuk.


.........


Zenwa yang saat ini sedang menikmati angin sore di halaman rumahnya di kejutkan dengan dering ponselnya yang ada di dekatnya.


"Mommy Angel..." gumam Zenwa kemudian ia segera menjawab panggilan ibu mertuanya itu.


"Assalamualaikum, Mommy," sapanya dengan ramah.


"Waalaikum salam, Zenwa. Bagaimana? Kamu sudah betah di rumah?" Tanya ibu mertuanya yang membuat Zenwa terkekeh, karena belum sehari ia tinggal disana jadi ia belum bisa menentukan apakah ia betah atau tidak.


"Alhamdulillah, In Shaa Allah betah, Mom," jawabnya kemudian demi menyenangkan ibu mertuanya itu.


"Syukurlah, Sayang. Oh ya, maaf ya, malam ini Mom tidak bisa makan malam bersama, mungkin besok malam, kamu berdua sama Micheal saja, ya?"


"Oh, iya. Tidak apa-apa, Mom. Tapi kenapa tidak jadi? Bukannya yang ngajak makan malam itu Mommy, ya?"


"Anak itu bohong, aku belum sempat berbicara dengan dia hari ini karena Mom sangat sibuk." Zenwa tentu sangat terkejut dan bingung mendengar jawaban ibu mertuanya itu.


"Maksudnya?" Tanya Zenwa ingin memastikan.


"Micheal ingin mengajakmu dinner, tapi entah kenapa dia bawa-bawa nama Mom, mungkin dia malu atau takut kamu menolaknya," jawab Mom Angeline yang membuat Zenwa tersenyum tipis sembari mengangguk-anggukan kepalanya.


"Baiklah, Mom. Tidak apa-apa, aku tidak keberatan," ucapnya.


...

__ADS_1


Setelah sholat Isya bersama, Zenwa dan Micheal sama-sama bersiap untuk acara dinner mereka.


Zenwa memakai gamis berwarna kuning dengan hijab warna senada, dan seperti biasa make up nya selalu terlihat natural dan tidak mencolok sama sekali.


"Kamu suka warna kuning, ya?" Tanya Micheal karena ia melihat sebagian besar warna pakaian Zenwa berwarna kuning.


"Iya, aku suka warna cerah," jawab Zenwa sembari memasang sepatunya.


"Hem," gumam Micheal, karena sebenarnya ia juga suka setiap kali Zenwa memakai baju warna kuning, membuat Zenwa terlihat lebih cantik.


"Sudah?" Tanya Micheal kemudian dan Zenwa mengangguk, ia pun menarik tasnya yang ada di atas ranjang, memasukan ponselnya kemudian ia mengikuti Micheal yang berjalan keluar.


Di dalam mobil, keduanya sama-sama diam,membuat suasana terasa sepi dan sunyi. Zenwa sendiri tidak tahu harus berkata apa, apalagi ia sudah mengetahui kebohongan Micheal tentang makan malam ini.


"Emm, kamu beneran mau jadi guru?" Tanya Micheal yang berusaha mencairkan suasana.


"Iya," jawab Zenwa singkat.


"Mau jadi guru apa? Biar nanti aku carikan sekolah,"


"Aku ingin mengajar TK saja," jawab Zenwa yang membuat Micheal melongo.


"Tidak semua orang menjadi guru untuk uang, aku hanya suka berinteraksi dengan anak-anak, mengajari mereka membaca, mengaji, aku suka kepolosan mereka," tuturnya dan Micheal mengangguk mengerti.


"Lagi pula, bukankah suamiku kaya? Kenapa aku harus memikirkan gaji?" Lanjutnya yang ingin menggoda Micheal, dan tentu hal itu membuat Micheal tertawa.


"Baiklah, nanti aku akan membantumu mencari sekolah TK yang membutuhkan guru," ujar Micheal kemudian.


"Tidak perlu, aku sudah mendapatkannya, ini..." Zenwa mengeluarkan ponselnya kemudian menunjukan sebuah situs sekolah TK, "Aku sudah memantau sekolah ini sejak beberapa hari yang lalu, aku suka sekolah ini karena pendidikan agamanya yang di utamakan," ucapnya.


"Siapa pemiliknya?" Tanya Micheal sembari melirik layar ponsel istrinya itu.


"Arsyad Ibrahim," jawab Zenwa dan lagi-lagi Micheal hanya mengangguk mengerti, "Tapi itu pun jika kau mengizinkan ku mengejar disana." lanjutnya namun ia menatap Micheal penuh harap.


"Tentu saja aku tidak masalah, justru aku senang karena menjadi guru itu pekerjaan yang mulia."


"Terima kasih," ucap Zenwa dan Micheal hanya membalasnya dengan senyuman.


Kini mereka sudah sampai di sebuah restaurant, Micheal memarkirkan mobilnya kemudian ia dan Zenwa masuk bersama.

__ADS_1


Keduanya memilih duduk di meja dekat jendela, kemudian seorang pelayan datang membawakan buku menu untuk mereka.


"Kamu mau pesan apa, Zenwa?" Tanya Micheal sembari membaca buku menu.


"Em, udang bakar madu," jawab Zenwa.


"Pilihan yang bagus, apalagi?" Tanya Micheal.


"Em, tunggu, bukannya itu dia..." ucap Zenwa kemudian saat tatapannya menangkap sosok pria yang ia kenali dan hal itu membuat Micheal langsung mendongak.


"Dia siapa?" Tanyanya.


"Arsyad Ibrahim..."


"Huh?"


Tbc...


***Iklan...


Ada yang suka cerita fantasi? Mampir sini, yuk!


Iklan...


Mampir di cerita fantasi ini, Yuk. Seru loh dan beda dari yang lain.


Judul : the Day i become a God


Napen: haoyi


Menceritakan Perjalanan seorang anak tanpa bakat bernama Arjuna Daniswara.


Tepat di umurnya yang ke sepuluh tahun Juna mendapatkan sebuah system yang dapat mengetahui segala hal di dunia.


Dan dengan bantuan system yang dia beri nama Eva itu Juna mulai bertambah kuat dan bertemu dengan banyak teman dan musuh.


Akankah juna bisa bertahan melawan musuh musuhnya dan siapakah Eva yang sebenarnya*** ?....


__ADS_1


__ADS_2