Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 70


__ADS_3

Semua harus di mulai dari mimpi, di lanjutkan pada harapan dan di temani dengan do'a yang terus terlantun dalam sujud, menyempurnakan pernikahan adalah mimpi dan harapan Zenwa saat ini.


Langkah demi langkah telah Zenwa dan Micheal lewati dalam pernikahan mereka, dari hal kecil seperti salim, panggilan sayang, pegangan tangan, ciuman sebelum pergi bekerja dan kini setiap malam Zenwa tidur dalam pelukan Micheal. Awalnya ia canggung, tidak nyaman, bahkan tidak bisa tidur, namun perlahan ia terbiasa bahkan kini ia mulai merasa nyaman dan seolah candu dengan hangatnya pelukan Micheal.


Saat ini, Micheal dan Zenwa sedang menunggu kedatangan orang tua mereka yang sudah sangat meraka rindukan. Yang paling terlihat bahagia tentu adalah Zenwa, senyum sumringah terus mengembang di bibirnya, matanya berbinar.


Micheal menelisik wajah sang istri, dan harus ia akui, melihat kebahagiaan di mata Zenwa berhasil membuat hatinya juga bahagia. Bahkan, sekarang ia merasa kebahagiaan Zenwa adalah kebahagiaannya, tidak ada yang berarti baginya jika itu tak bisa membuat Zenwa bahagia.


Tak lama kemudian terdengar suara klakson mobil yang membuat Micheal dan Zenwa langsung berlari keluar namun ternyata yang datang Mommy Angeline dan Daddy Aryan.


"Kenapa? Kalian kangen sama kami?" Tanya Mom Angel.


"Kami fikir Daddy dan Mommy," jawab Micheal lesu namun sesaat setelah itu, yang ia harapkan pun datang.


Zenwa langsung berlari ke mobil Daddy Gabriel dan ia langsung memeluk umminya yang baru keluar dari mobil. "Zenwa rindu sekali sama Ummi," kata Zenwa dengan mata yang berkaca-kaca

__ADS_1


"Ummi juga rindu sekali sama kamu, Nak." Ummi Zainab melerai pelukannya kemudian ia mengusap pipi Zenwa dengan lembut. "Bagaiamana keadaanmu?"


"Alhamdulillah, Zenwa baik, Ummi." Zenwa menjawab sambil tersenyum. Micheal pun menghampiri ibu mertua nya itu.


"Apa kabar, Ummi?" Tanya Micheal sembari mencium punggung tangan ibu mertuanya.


"Alhamdulillah, Ummi baik," jawab Ummi Zainab.


"Hubunganmu dan Micheal sudah jauh lebih baik, ya? Itu terlihat di mata kalian," tukas Mom Firda tanpa basa-basi yang membuat Zenwa langsung tersipu.


"Alhamdulillah kalau begitu, satu beban kami sudah terangkat," sambung Daddy Gabriel, Micheal hanya memutar bola mata mendengar ucapan sang ayah.


Mereka semua masuk ke rumah yang penuh kenangan itu, Mom Firda terlihat senang saat melangkah masuk. "Kalian mau pulang kapan ke desa?" Tanya Micheal tiba-tiba yang membuat ayahnya mendengus.


"Kami baru saja sampai, kamu sudah menanyakan kami pulang? Jangan lupa rumah ini masih atas nama Daddy," sungut daddy Gabriel yang membuat Micheal cengengesan. Sementara Mom Firda dan yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Bukan begitu, Dad. Aku hanya berharap kalian tinggal lama di sini, apalagi beberapa hari lagi Zenwa mau ikut tour, aku rasa kita bisa pergi ke tempat yang sama, anggap saja liburan," saran Micheal.


"Ide bagus," sambung Zenwa antusias.


"Baiklah, jadi nanti kita liburan bersama," tukas Mom Firda.


"Daddy Aryan, apa kau sibuk nanti?" Tanya Micheal.


"Nanti Daddy lihat dulu jadwal Daddy ya," jawabnya dan Micheal mengangguk mengerti.


Mereka pun berkumpul di ruang keluarga, membicarakan banyak hal dari yang berfaedah dan tidak berfaedah di iringi canda tawa mereka.


Micheal memperhatikan orang-orang yang di cintainya itu satu persatu, Micheal bisa melihat jelas kebahagiaan di mata mereka. Dan saat Micheal mengalihkan tatapannya pada Zenwa, sekilas Micheal seperti melihat Arini yang tersenyum padanya. Membuat Micheal tercengang, namun sentuhan di pundaknya dan suara sang ayah mengembalikan kesadaran Micheal. "Jadi, kapan kalian akan memberikan kami cucu?"


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2