Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 137 - Mirip Siapa?


__ADS_3

Bukan hanya sekali, beberapa kali Micheal harus di buat kesal oleh ayahnya yang selalu menganggu waktunya bersama Zenwa.


Dan saat ia mengeluh akan hal itu, ayahnya itu hanya tersenyum dan berkata. "Biar kamu merasakan apa yang Daddy rasakan dulu." kemudian ayahnya itu akan mengingatkan Micheal dengan masa kecilnya yang sangat nakal, terus mengganggunya dan Mom Firda. Bahkan sampai harus ada tragedi terpaksa berbagi ranjang.


Tentu saja Micheal tidak mau terima dengan hal itu, karena saat itu ia masih kecil dan tidak mengerti apapun, namun ayahnya itu justru balas dendam sekarang.


"Sebenarnya Daddy tidak ada niatan balas dendam meskipun dulu kamu benar-benar menyebalkan, seperti setan kecil," kata Daddy Gabriel.


Saat ini keluarga mereka sudah duduk bersama di lantai sembari menikmati rujak buah yang di buat Mom Firda dan Ummi Zainab karena Zenwa ngidam rujak katanya.


"Tapi kamu benar-benar nakal, Micheal," sambung Mom Angel. "Dulu suster kamu bilang, kamu itu kalau sholat di cicil raka'atnya." Semua orang mendengar hal itu kembali tertawa geli, mereka benar-benar tak menyangka, Micheal yang terlihat keren apalagi dengan setelan jasnya ternyata sangat konyol sejak kecil.


"Namanya juga anak-anak," balas Micheal tidak terima.


"Tapi Jibril tidak seperti itu," kata Daddy Gabriel, Zenwa yang mendengar hal itu langsung menatap suaminya dengan cemas, ia takut Micheal tersinggung jika di bandingkan dengan Jibril apalagi mereka bukan saudara seibu.


Namun kecemasan Zenwa sepertinya tidak akan terjadi, karena Micheal justru memeluk Jibril dengan gemas sambil tertawa bahkan mencium pipi adiknya yang seperti es batu itu.


Jibril menggeram kesal dan mengelap pipinya. "Apa sih, Kak? Mengggelikan," tukas Jibril kesal.


"Huh, si tuan muda Emerson kaku," ejek Micheal.


"Jibril lebih menyebalkan dari kamu loh, Mickey," sambung Mom Firda kemudian.


"Iya sih, dia itu pendiam. Membuat kami jadi bingung bagaimana harus memperlakukan dia, kami jadi sulit tahu apa hobi dia, mau dia, atau apapun itu karena dia hanya diam." Jibril yang di bicarakan itu hanya diam dan makan rujak buah dengan tenang.

__ADS_1


Tentu ini akan sangat berbeda jika seandainya Micheal yang di bicarakan demikian, anak itu pasti sudah mencak-mencak dengan semua pembelaan dirinya.


"Yang paling enak itu punya anak seperti Aira ya, Mom?" Tanya Micheal lagi.


"Susah juga," jawab Mom Firda sambil melirik putrinya itu yang kini justru cengengesan.


"Benar, paling sulit itu anak perempuan. Kami selalu mengkhawatirkannya, jujur saja, anak perempuan itu bebanya dua kali lipat lebih berat dari anak laki-laki," sambung Daddy Gabriel.


Sementara Aira hanya tersenyum tipis, ia yang tadi duduk di samping Zenwa kini berpindah duduk di antara kedua orang tuanya itu.


"In Shaa Allah, Aira tidak akan mengecewakan kalian," kata Aira.


"Anak pintar," sambung Micheal sembari mengusap kepala adiknya itu.


Zenwa kini menatap Umminya yang saat ini sedang mengupas mangga. "Apa itu benar, Ummi?" Tanya Zenwa dengan suara lirih.


"Anak perempuan itu beban yang berat?" Tanya Zenwa, Umminya itu menatap Zenwa sambil tersenyum kemudian ia mengangguk.


"Ada banyak perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan, Zenwa. Fitnahnya itu lebih besar, karena itulah Ummi dan Abi selalu membatasi pergaulanmu dan Arin."


Zenwa tersenyum samar, ia mengusap perutnya itu dan membayangkan bagaimana jika ia menjadi ibu nanti.


Sekarang ia belum benar-benar memahami apa yang di maksud para tetua ini tentang beban seorang anak karena ia belum merasakan menjadi orang tua. Namun Zenwa bertekad, apa yang di ajarkan padanya akan ia ajarkan pada anaknya kelak.


"Aku harap anak kita seperti Jibril kalau laki-laki," kata Micheal tiba-tiba.

__ADS_1


"Kenapa? Apa karena aku sangat tampan?" Gurau Jibril yang membuat semua tertawa, apalagi bukan hal yang mudah untuk menemukan putra kedua Gabriel Emerson itu bercanda.


"Aku ingin dia memiliki sifat sepertimu, dingin tapi cerdas. Soalnya kalau dia seperti aku, sepertinya aku akan sangat pusing seperti Daddy." seketika semua orang tertawa mendengar ucapan Micheal itu.


Tbc...


*Butuh Rekomendasi cerita novel romantis?


Kayaknya ini cocok banget deh, ini dari penulis yang sangat berbakat dan udah pemes loh.


Judul: Penjara Cinta Untuk Stella


Penulis: Rini Sya


Stella ditalak sang suami, usai melakukan malam pertama. Sebab ia tidak mengeluarkan darah keperawanan di malam itu.


Keadaan ini membuat orang tua Stella tidak terima dan mengusir wanita cantik itu dari rumah.


Bukan hanya diusir, Stella juga dihajar hingga hampir kehilangan nyawa.


Beruntung, takdir baik masih berpihak padanya.


Dalam keadaan antara hidup dan mati itu, Stella dipertemukan dengan seorang pemuda baik hati yang diam-diam menaruh hati padanya.


Mungkinkah Stella mau menerima cinta pemuda tersebut? Ataukah dia masih mengharapkan cinta pertamanya🥰🥰*

__ADS_1



__ADS_2