
Di bandara, Micheal di jemput oleh Billy yang merupakan tangan kanan ayahnya sejak dulu hingga sekarang.
"Selamat datang, Nyonya muda Emerson!" Sapa Billy yang membuat Zenwa langsung tersipu dengan nama panggilan itu.
"Namaku Zenwa, Om," ucap Zenwa sambil tersenyum ramah dan mendengar itu Billy justru tertawa.
"Tentu kami tahu namamu, nama yang sangat cantik," ujar Om Billy.
"Pria macam apa yang memuji seorang istri di depan suaminya?" Sambung Micheal yang membuat Om Billy terkekeh, "Gara-gara Om Billy, aku sama Zenwa jadi harus naik pesawat biasa, harga tiket ternyata naik ya, Om." lanjutnya yang membuat Om Billy langsung tertawa.
"Tergantung dari pesawat apa, Tuan muda," jawabnya kemudian ia pun mempersilahkan Micheal dan Zenwa ke mobil mereka.
Saat di dalam mobil, Billy dan Micheal membicarakan banyak hal termasuk pekerjaan mereka, dimana saat ini, Billy masih menjadi pemimpin perusahaan sebelum Micheal benar-benar siap menjadi pemimpin.
"Aku rasa ada yang mengikuti kita..." ujar Zenwa dengan raut wajah serius, Micheal pun menoleh pada istrinya yang duduk di belakang, "Aku rasa mobil-mobil itu mengikuti kita sejak dari bandara tadi." lanjutnya karena sejak tadi Zenwa memang merasa ada yang mengikutinya, dan benar saja, ada tiga mobil yang sejak tadi mengikutinya.
"Mereka orang-orang ku, jangan khawatir!" Ujar Om Billy yang membuat Zenwa menganga.
"Orang-orang? Maksudnya?" Tanya Zenwa tak mengerti.
"Mereka hanya menjaga kita, Zenw," jawab Micheal.
"Apa mereka semacam bodyguard?" Tanya Zenwa lgi.
__ADS_1
"Bukan, mereka security," jawab Micheal dan Om Billy tersenyum geli mendengar jawaban Micheal, "Kamu jangan berifikir aneh-aneh dulu, itu hanya untuk jaga-jaga, tapi In Shaa Allah kita aman." lanjut Micheal dan Zenwa pun mengangguk mengerti.
Sesampainya di rumah, Zenwa dan Micheal keluar dari mobil, dan ada seorang wanita paruh baya yang langsung menyambut Zenwa dan Micheal dengan sangat gembira. Dua orang security pun juga datang membawakan koper Zenwa ke kamarnya.
"Dia yang mengurus rumah, memasak dan apapun yang aku butuh, namanya Bi Eni." Micheal memperkenalkan kepala pelayan di rumahnya itu pada Zenwa.
"Assalamualaikum, Bi. Namaku Zenwa," tukas Zenwa sembari mengulurkan tangannya yang justru membuat Bi Eni tertawa kecil namun ia tetap menerima uluran tangan Zenwa.
"Kami tentu sudah tahu namamu, Nyonya. Selamat datang di rumah!" Ucapnya.
"Terimakasih," ucap Zenwa sambil tersenyum manis.
Zenwa sempat tercengang sebenarnya melihat rumah Micheal yang sangat besar bahkan lebih besar dari ekspaktasinya. Apalagi saat ia memasuki rumah itu, Zenwa begitu terpukau dengan isinyadi sini.
Sementara Micheal justru langsung masuk ke ruang kerjanya bersama Om Billy untuk membahas pekerjaan mereka.
"Jika Nyonya butuh sesuatu, katakan saja padaku, Nyonya!"
"Apa Bibi bekerja sendirian di sini?" Tanya Zenwa kemudian.
"Tidak, Nyonya. Ada tiga orang yang bekerja disini. Tapi saat ini mereka sedang pergi berbelanja," jawab Bi Eni dan Zenwa hanya mangut-mangut, Zenwa memperhatikan kamar yang di dominasi warna putih abu-abu itu.
"Apa ibunya Micheal tidak pernah tinggal disini?" tanya Zenwa saat ia melihat ada pajangan foto Micheal bersama kedua ibunya.
__ADS_1
"Tidak, tapi terkadang beliau berkunjung saat tidak sibuk," jawab Bi Sum.
"Jadi selama ini Micheal tinggal sendirian di sini?" Tanyanya lagi.
"Iya, Tuan Micheal pindah ke rumah ini 5 tahun lalu karena Tuan Gabriel sempat ingin menjual mansion ini, Tuan Micheal tidak mau mansion ini di jual jadi dia menempatinya."
"Ini sangat besar," gumam Zenwa kemudian yang membuat Bi Eni terkekeh.
"Baiklah, Nyonya. Silahkan beristirahat," tukas Bi Eni kemudian.
"Terimakasih, Bi," ucap Zenwa sebelum Bi Eni meninggalkan kamarnya.
Zenwa yang merasa lelah pun duduk di tepi ranjang hingga pandangannya tertuju pada sebuah foto boneka, dan Zenwa tahu boneka itu adalah boneka kakaknya. Seketika hati Zenwa terasa sesak, membayangkan di kamarnya dan suaminya ada barang milik wanita yang lain. Namun Zenwa mencoba mengabaikan hal itu, kemudian Zenwa menghubungi orang tuanya dan memberi tahu mereka bahwa Zenwa sudah sampai.
Tbc...
Iklan...
Assalamualaikum, Readersnya SkySal. Sampai sini masih suka Micheal, kan?
Btw, mungkin ada sebagian dari kalian yang belum membaca asal usul Micheal, yaitu kisah bapaknya.
Intip di sini, ya! Biar ceritanya lebih nyambung apalagi Micheal berperan sangat banyak di kisah bapaknya.
__ADS_1