
Micheal menarik Zenwa ke dalam dekapannya, ia mengecup kening istrinya itu sebagai ucapan selamat malam menjelang tidur, sementara sang istri hanya bisa tersipu.
"Sayang, kalau nanti kamu hamil, kamu jangan kerja dulu, ya," kata Micheal tiba-tiba yang membuat kening Zenwa langsung berkerut.
Keduanya tidur menyamping, saling berhadapan..
"Tadi bahas anak, sekarang bahas hamil," gumam Zenwa.
"Kan tadi malam sudah bikin anak," balas Micheal yang membuat Zenwa semakin merona dan ia mencubit pinggang suaminya itu dengan gemas.
"Aku kasihan dengan mendiang Kak Arin, kenapa bisa mencintai pria absurd seperti kamu?" Tanya Zenwa dengan enteng, seolah tak ada lagi beban saat ia menyebut nama kakaknya itu sebagai wanita yang di cintai dan mencintai suaminya.
Zenwa teringat dengan semua tingkah Micheal, dari kejadian di pasar, di rumahnya waktu di desa dan saat mencuri cium pipi Zenwa yang kemudian lari setelah itu, dan jangan lupakan saat berebut kotak paket misterius dengan Daddy Gabriel, benar-benar pria absurd.
"Kamu tahu nggak? Mungkin Arin akan bilang gini sama kamu, 'aku kasihan dengan adikku karena menikahi pria absurd seperti Micheal'," kata Micheal yang membuat Zenwa tertawa geli.
"Aku tidak menikahimu, kamu yang menikahiku," balas Zenwa tak mau kalah.
"Tapi kamu menerimaku dengan kesadaran penuh," balas Micheal lagi.
"Mau bagaimana lagi, keluarga ku terus mendesakku dan aku melihat kamu sosok yang baik saat itu," cicit Zenwa kemudian dengan wajah tersipu. Sementara Micheal langsung berbinar mendengar ucapan istrinya.
__ADS_1
"Apakah aku sosok yang baik, Sayang?" Tanyanya dengan senyum yang menggelikan.
"Awalnya aku fikir...." jawaban ambigu Zenwa itu membuat Micheal langsung cemberut.
"Jadi, akhirnya?" Tanyanya dengan cemberut.
"Jauh lebih baik dari yang aku bayangkan," jawab Zenwa dengan jujur, tulus, karena memang itu yang ia rasakan selama menjadi istri Micheal. Micheal yang selalu mengutamakan Zenwa, selalu berusaha merebut hati Zenwa dan Micheal tak pernah menyerah walaupun Zenwa seolah tak memperdulikannya.
" Kamu juga, jauh lebih dari yang aku lihat dari luar," puji Micheal yang juga dengan tulus. Ia kembali teringat saat kata itu terlontar, saat ia mengatakan pada Arini bahwa jika ada perempuan baik yang sempurna di matanya selain Arini maka itu adalah Zenwa.
Keduanya saling menatap, mengenang masa lalu yang telah terlewat, penuh air mata dan amarah. Namun mereka tahu dan sadar, itu hanya sebuah kisah di masa lalu dan kisah di masa depan masih menunggu untuk di ukir bersama. Keduanya terus saling menatap dengan senyum yang tercetak di bibir mereka, hingga kemudian Micheal menarik Zenwa dan mendekapnya.
"Semoga aku bisa selalu mendekapmu seperti ini." Zenwa hanya tersenyum dan menggumam lirih sebelum akhirnya memejamkan mata, menjemput mimpi indah yang baru saja ia rajut bersama sang suami.
Dorrrrr
Javeed terlonjak saat ia menarik pelatuk pistol yang ia pegang, jantungnya bahkan berdetak sangat cepat seolah akan akan melompat dari tempatnya.
Javeed suka olah raga yang menantang, ia berani naik gunung ataupun menuruni jurang yang curam, namun Javeed tidak pernah mengenal senjata.
"Haha..." Javeed menoleh pada temannya yang menertawai raut wajah Javeed. "Wajahmu, seperti melihat hantu." ejeknya yang membuat Javeed langsung melemparkan tatapan tajamnya.
__ADS_1
Javeed kembali mengangkat pistol yang ada di tangannya, kemudian ia membidik sebuah boneka yang di letakkan tak jauh darinya.
"Kepala...." gumam Javeed sembari menatap kepala boneka itu, ia menutup sebelah matanya untuk fokus pada targetnya, dan saat menarik pelatuknya, ia membuka kedua matanya.
Doorrrrr
"Sial!" geram Javeed karena peluru nya bahkan tidak menyentuh boneka itu. Lagi-lagi temannya tertawa, membuat Javeed kesal.
"Diam kamu, Ron!" Desisnya.
"Sepertinya menembak bukan jalanmu, kamu tidak akan bisa," ejek Eron.
Javeed melempar pistol itu pada Eron dengan kesal sebelum akhirnya ia menaiki kudanya dan berlalu dari sana tanpa memperdulikan teriakan Eron.
"Dasar bocah, bagaimana mau membunuh orang kalau menembak boneka saja tidak bisa?"
Tbc...
*Hufff, kalau adegan ehem then, semua nge like dan berkomentar. Pas adegan biasa, kenapa kalian bersembunyi lagi?
Keluar lagi dong, like, comment, gift, vote. Ya 😘
__ADS_1
Btw, aku mau merekomendasikan novelku neh, yang bikin gumush*.