Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 99- Petunjuk


__ADS_3

Di satu sisi, Micheal tak ingin meninggalkan Zenwa di saat seperti ini, apalagi ia harus mencari siapa pelaku kejahatan pada istrinya. Namun di sisi lain, Micheal juga sangat ingin bertemu dengan Omanya, ia tidak mau sampai ada sesuatu yang terjadi pada Omanya sedangkan ia tidak ada di sana, sama seperti kejadian beberapa tahun yang lalu saat Opanya meninggal.


Daddy Gabriel dan Mommy Firda sudah pergi ke desa, namun sebelum itu, mereka memastikan keselamatan orang-orang disana. Baik dari pihak polisi maupun dari pihak Gabriel sama-sama memberikan penjagaan yang ketat untuk keluarga mereka.


Keluarga Zenwa masih menunggu di rumah sakit, sementara Micheal menemui Zach untuk memulai penyelidikan mereka.


"Apa benar-benar tidak ada yang mencurigakan?" tanya Zach sembari mencoba melacak kembali cctv yang ada di sekitar tempat kejadian, di sekitar rumah Micheal, di kantor Micheal bahkan juga si sekitar sekolah TK Arsyad.


Mungkin dari sana mereka menemukan petunjuk jika memang ada yang mengintai mereka selama ini.


"Tidak ada, semuanya berjalan baik-baik saja. Aku tidak tahu kenapa semua ini bisa terjadi," kata Micheal frustasi.


"Hanya ada dua alasan kenapa penyerangan ini tidak terdeteksi," kata Zach karena tak ada satupun rekaman cctv yang menunjukkan ada kejadian atau seseorang yag mencurigakan di sekitar mereka.


"Yang pertama, mereka sangat rapi dan ahli, atau bisa jadi orang terdekat karena itulah tidak ada jejak. Yang kedua, penyerangan itu di lakukan saat itu juga sehinga di hari-hari sebelumnya tidak ada yang mencurigakan karena mereka memang tidak mengintai." lanjutnya.


"Maksudnya?" tanya Micheal tak mengerti.


"Maksudku, bisa jadi orang itu hanya bertemu kalian di sana kemudian langsung melakukan aksinya saat itu juga, maka tidak ada yang bisa di deteksi karena sebelumnya dia tidak melakukan tindakan apapun, tidak ada pengintaian, jejaknya bersih," tukas Zach.


"Tapi kenapa polisi sulit sekali menemukannya? dan kejadian itu sangat cepat, Zach. Aku melihat Zenwa saat itu, aku tidak mengalihkan pandanganku darinya sedikitpun. Dan saat Zenwa berteriak, aku berlari sangat cepat, tapi orang itu sudah tidak ada," tutur Micheal penuh emosi.

__ADS_1


"Bukan tidak ada, Mickey. Tapi berbaur dengan orang-orang di sekitarnya, seolah ia tidak tahu apa-apa. Saat orang panik karena melihat kejadian itu, bisa jadi dia juga berpura-pura panik. Pasti yang melakukannya seseorang yang sangat ahli."


"Oh Tuhan...." Micheal menggeram sembari menyugar rambutnya dengan kesal.


"Coba kamu ingat-ingat lagi, Micheal. Mungkin ada petunjuk yang kamu lewatkan apalagi kalau memang benar kamu sama sekali tidak mengalihkan pandanganmu dari Zenwa, orang itu ada sangat dekat dengan Zenwa."


Micheal memejamkan mata, mencoba mengingat kembali hari itu.


Zenwa tampak bahagia, ia tersenyum lebar dan melambaikan tangan pada Micheal sementara tangan yang lain masih memegang kamera.


"Kamera ...." Micheal berkata sambil berdiri dari tempat duduknya. "Aku memberikan kamera pada Zenwa saat itu, aku meminta dia merekam kami," ucapnya.


"Aku tidak tahu, saat itu aku langsung membawa Zenwa ke rumah sakit, aku tidak memperdulikan apapun saat itu," jawab Micheal dengan emosi yang kembali menggebu.


"Apa mungkin polisi menemukannya?" tanya Zach dan Micheal menggeleng.


"Kata Daddy , sejauh ini bukti yang sangat kuat hanya sarung tangan dan pisau, itu pun tidak memiliki petunjuk apapun."


"Berarti ada seseorang yang mengambil kamera itu. Dan jika melihat dari luka Zenwa, orang itu dari arah yang berlawanan dan saat dia menusuknya, orang itu tepat berada di hadapan Zenwa. Mungkin Zenwa sempat merekamnya, kita harus menemukan kamera itu, secepatnya!"


.........

__ADS_1


"Kalian terlihat bahagia sekali," gumam Javeed sembari menonton video rekaman kegiatan keluarga Micheal yang di rekam oleh Zenwa.


"Orang tua yang lengkap, pergi berlibur bersama di akhir minggu, benar-benar kelurga impian." monolognya sambil tersenyum sinis.


Javeed menonton video itu dengan sangat teliti tanpa ada yang ia skip sedikitpun. Dan Javeed juga melihat raut wajah bahagia Micheal saat melambaikan tangan pada si perekam yang Javeed yakini sebagai putri Gabriel Emerson.


Javeed juga melihat sekilas ada rekaman si pembunuh hingga kemudian ia melakukan tugasnya dan kamera itu terjatuh ke tanah ini. Javeed masih terus menonton video itu namun kemudian keningnya berkerut saat ia Micheal menyebutkan nama seseorang yang tak Javeed kenal.


"Zenwa...!"


"Zenwa?" gumam Javeed dengan bingung. Bahkan dari rekaman itu, beberapa kali Micheal terus memanggil nama Zenwa.


"Apa dia Zenwa? siapa Zenwa? Kenapa dia memanggil nama Zenwa? Bukankah nama putrinya Zeda Humaira?"


Tbc...


Masih tegang? Masing menunggu kelanjutannya?


Ah, sama. Othor juga menunggu, menunggu gift dan vote kalian. 😘


Yang ghaib, sapa othor dong! 🤭

__ADS_1


__ADS_2