Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 49


__ADS_3

"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" Tanya Akbar saat mengantarkan kopi ke ruangan Micheal.


"Tidak ada," jawab Micheal lesu.


"Baik," ucap Akbar kemudian namun ia bisa merasakan ada yang mengganggu fikiran bossnya karena sejak tadi sang bos terlihat gelisah.


"Saya permisi, Pak." Micheal hanya menggumam sebagai jawaban atas ucapan Akbar.


Sebenarnya Micheal memang membutuhkan bantuan seseorang sekarang, yang bisa membantunya meluluhkan hati Zenwa.


"Huf, astagfirullah. Sepertinya aku harus sholat istikharah untuk mendapatkan jawaban dari hati perempuan itu. Katanya tidak apa-apa, tapi sikapnya dingin, seolah aku antara ada dan tiada di sampingnya. Terus, apa itu namanya tidak apa-apa?" Ia menggumam dengan kesal, jari jemarinya yang menari di atas keyboard bahkan tanpa sengaja mengetik nama Zenwa, yang membuat Micheal tertawa geli ketika menyadarinya.


" Ya Allah, ayo fokus, Micheal. Nanti kalau pekerjaanmu kacau, jabatanmu bisa di turunkan sama ayahmu yang galak itu," gumam Micheal menyemangati diri.


...


Di rumah, Zenwa mengelilingi rumah Micheal yang sangat besar itu, atau lebih tepatnya mansion. Ada banyak cctv yang terpasang disana, ada beberapa penjaga disana.


"Zenwa... "Zenwa menoleh saat ia merasa ada yang memanggilnya, dan benar saja, disana ada ibu mertuanya yang saat ini sedang berjalan ke arahnya.


"Mom..." sapa Zenwa sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Kamu sedang apa?" Tanya ibu mertuanya yang kini sudah ada di hadapan Zenwa.


"Hanya jalan-jalan, Mom. Rumah ini rupanya sangat besar," ucapnya sambil terkekeh. Keduanya pun melangkah bersama dan kini menuju halaman samping rumah.


"Rumah ini sebenarnya memang terlalu besar jika hanya di tempat Micheal, makanya waktu itu Gabriel sempat ingin menjualnya tapi Micheal tidak setuju, dia bilang suka rumah ini."


"Apa karena rumah ini mewah dan besar?" Tanya Zenwa sekenanya apalagi beberapa kali Micheal pernah mengatakan hal yang seolah ia bangga dengan harta yang di milikinya.


"Bukan, Zenwa. Micheal hanya ingin menjaga apa yang di sukai ibu keduanya, Firda," jawab Angeline.


"Maksudnya?" Tanya Zenwa dengan kening yang sedikit mengekerut.


"Rumah ini adalah rumah pertama yang Firda tempati bersama Gabriel, jadi sebenarnya Firda pun berat untuk menjual rumah yang memiliki banyak kenangan untuknya, tapi karena Firda tahu dia tidak akan tinggal disini, jadi dia setuju saja saat Gabriel ingin menjualnya. Tapi asal kamu tahu, Micheal jauh lebih dekat dengan Firda meskipun statusnya hanya ibu tiri, dia juga peka terhadap perasaan Firda sama seperti Firda peka terhadap perasaannya. Jadi dia memilih tinggal disini sejak 5 tahun yang lalu, supaya rumah ini tidak di jual," tukasnya.


"Benar sekali, dia anak yang berbakti sebenarnya meskipun terkadang dia memang yaaa begitu, suka memancing emosi orang lain."


"Benar sih, Mom," gumam Zenwa saat teringat dengan kelakuan Micheal selama ini, apalagi dengan topik bercandanya tadi malam.


"Benar bagaimana? Dia membuat kamu kesal?" Tanya ibu mertuanya.


"Ya dia kadang bikin kesal, apalagi tadi malam malah bahas poligami," ucap Zenwa sejujurnya yang membuat Mom Angel menganga.

__ADS_1


"Astagfirullah, anak itu bahas poligami?" Pekiknya dan Zenwa hanya mengangguk pelan.


"Kasih pelajaran, Zenwa. Biar kapok, laki-laki mudah sekali bicara soal poligami."


.........


"Ada apa?" Micheal mendengus mendengar suara ketus daddnya.


"Aku punya masalah penting, Dad. Aku butuh bantuanmu," rengek Micheal memelas.


"Masalah apa? Perusahaan? Awas saja kalau kamu membuat perusahaan rugi, Mikail!"


"Astagfirullah, Dad. Ini masalah Zenwa."


"Kenapa? Kamu apain anak orang? Jangan bikin masalah, Mikail. Orang tuanya jauh lho."


"Aku tidak sengaja buat dia ngambek cuma gara-gara poligami,"


"Terus?"


"Terus, kalau mommy ngambek, biasanya Daddy ngapain?"

__ADS_1


Tbc...


__ADS_2